Kepemilikan Asing (ASING) (skripsi dan tesis)

Kepemilikan asing dapat didefinisikan sebagai proporsi saham biasa dalam perusahaan yang dimiliki oleh perorangan, badan hukum, pemerintah serta bagian-bagiannya yang berstatus luar negeri. Kepemilikan asing diharapkan menjadi salah satu cara meningkatkan teknologi perusahaan dalam negara berkembang, melalui impor langsung dari modal baru dan teknologi baru (Benfratello and Sembenelli, 2002; Kozlov et al, 2000 dalam Haat, 2008). Kepemilikan asing dalam perusahaan merupakan pihak yang dianggap concern terhadap peningkatan good corporate governance (Simerly & Li, 2001; Fauzi, 2006 dalam Nur’aeni, 2010). Penelitian sebelumnya Patibandla (2007) dalam Nur’aeni (2010) meneliti perusahaan yang menggunakan data dari tahun 1989-1999, dan hasilnya menunjukkan bahwa kepemilikan asing memiliki hubungan positif dengan kinerja perusahaan, tanpa akuntansi untuk perusahaan yang tidak diketahui heterogenitas. Penelitian lainnya yaitu Douma dkk (2003) dalam Nur’aeni (2010) mengkaji bagaimana struktur kepemilikan, yaitu peran beda yang dinainkan oleh investor individu asing dan pemegang saham asing dalam mempengaruhi kinerja perusahaan, dengan menggunakan data tingkat perusahaan India tahun 2002. Penelitian tersebut menemukan bahwa perusahaan-perusahaan asing memberikan sebuah efek yang positif terhadap kinerja perusahaan. Struktur kepemilikan asing merupakan hal penting dalam menilai kinerja perusahaan, jika kinerja perusahaan baik maka investor asing akan menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Oleh karena itu, semakin besar proporsi kepemilikan saham asing dalam suatu perusahaan maka kinerja suatu perusahaan dapat dikatakan meningkat.