Jenis-jenis Dividen (skripsi dan tesis)

Dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham terdiri dari beberapa jenis dividen yang berbeda-beda. Menurut Tatang Gumanti (2013: 21), ada sejumlah cara untuk membedakan dividen. Pertama, dividen dapat dibayarkan bentuk tunai (cash dividen) atau dalam bentuk saham (stock dividen). Pembagian dividen umumnya didasarkan atas akumulasi laba (yaitu laba ditahan) atau atas beberapa pos modal lainnya seperti tambahan modal disetor. 38 Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001: 127) dalam Mirna Amirya dan Sari Atmini (2008) dividen, dapat berbentuk dividen kas ataupun dividen saham, merupakan laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada pemegang saham atas persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Sedangkan menurut Wibowo dan Abubakar Arief (2009: 61) dividen dapat dibedakan menjadi lima jenis yaitu: 1. Dividen Tunai (Cash Dividend) 2. Dividen Properti (Property Dividend) 3. Dividen Surat Wesel (Scrip Dividend) 4. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend) 5. Dividen Saham (Stock Dividend). Adapun penjelasan mengenai jenis-jenis dividen tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, menurut Wibowo dan Abubakar Arief (2009: 61) dividen tunai (Cash Dividend) merupakan: “…distribusi laba kepada para pemegang saham yang berbentuk tunai atau kas.” Kedua, menurut Wibowo dan Abubakar Arief (2009: 62) dividen poperti (Property Dividend) merupakan: “…distribusi laba kepada para pemegang saham bukan dalam bentuk kas, melainkan properti (merchandise, real estate atau investment, dll). Besarnya dividen dicatat sebesar nilai pasar wajar dari properti pada saat pengumuman dividen, dan selisih antara nilai pasar wajar dengan biaya perolehan diakui sebagai laba atau rugi dari apresiasi terhadap properti tersebut.” Ketiga, menurut Wibowo dan Abubakar Arief (2009: 63) dividen surat wesel (Scrip Dividend) merupakan: “…distribusi laba kepada para pemegang 39 saham oleh perusahaan dengan cara menerbitkan surat wesel khusus kepada para pemegang saham yang akan dibayarkan pada waktu yang akan datang ditambah dengan bunga tertentu.” Keempat, menurut Wibowo dan Abubakar Arief (2009: 63) dividen likuidasi (Liquidating Dividend) merupakan: “…distribusi laba kepada para pemegang saham yang didasarkan kepada modal disetor (paid in capital) bukan didasarkan kepada laba ditahan. Oleh karena itu, dividen ini lebih tepat disebut sebagai pengembalian investasi kepada para pemegang saham.” Kelima, menurut Wibowo dan Abubakar Arief (2009: 64) dividen saham (Stock Dividend) merupakan: “…distribusi laba kepada para pemegang saham dalam bentuk saham atau stock bukan aktiva