Intensitas Persaingan (skripsi dan tesis)

Intensitas persaingan adalah tingkat kompetisi yang dihadapi oleh perusahaan dalam industri ritel. Secara spesifik, intensitas persaingan berkaitan dengan jumlah kompetitor lokal maupun asing, frekuensi penggunaan teknik marketing (seperti periklanan, aktivitas harga) untuk mendapatkan market share dan jumlah dari kompetitor yang menggunakan teknik ini dan intensitas penggunaan teknik ini (Slater dan Narver, 1994). Intensitas persaingan juga dapat didefinisikan sebagai tingkatan persaingan yang terjadi di dalam suatu industri (Porter,1980). Menurut Porter (2008), intensitas persaingan pada sebuah industri dapat dipandang dari lima kekuatan antara lain: 1. Ancaman Pendatang Baru (threat of new entrants) yaitu ancaman dari pendatang baru yang masuk ke dalam industri sejenis, semakin sulit tingkat masuk perusahaan baru ke dalam industri maka ancaman yang dihadapi perusahaan relatif ringan, namun apabila perusahaan baru mudah untuk masuk ke dalam industri maka ancaman terhadap perusahaan relatif besar. 2. Kekuatan Tawar-menawar Pemasok (bargaining power of suppliers) yaitu kekuatan daya tawar pemasok, tingkat kekuatan daya tawar pemasok ditentukan jumlah dari pemasok tersebut, apabila terdapat banyak pilihan pemasok maka daya tawar perusahaan terhadap pemasok menjadi tinggi, apabila terdapat sedikit pilihan pemasok maka daya tawar perusahaan terhadap pemasok menjadi rendah. 3. Kekuatan Tawar-menawar Pembeli (bargaining power of buyers) yaitu kekuatan daya tawar pembeli, ditentukan oleh kemampuan mempengaruhi industri untuk menekan harga produk menjadi lebih murah, kualitas produk yang lebih baik, peningkatan kualitas pelayanan, serta membandingkan perusahaan dengan kompetitornya. Ketika pembeli dalam suatu industri dapat beralih ke produk lain dengan mudah, industri kesulitan dalam mempertahankan pembeli, maka semakin tinggi kekuatan daya tawar pembeli. 4. Ancaman Produk Substitusi (threat of substitute products) yaitu ancaman dari produk atau jasa pengganti, semakin murah dan mudah didapatkan produk pengganti maka akan semakin besar ancaman terhadap perusahaan. 5. Persaingan di Dalam Industri (rivalry among existing competitors) yaitu persaingan di antara perusahaan yang sudah ada dalam industri.