Kecakapan Manajerial (skripsi dan tesis)

Berdasarkan teori agensi yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan kepentingan antara pemilik (principal) dengan manajemen (agent) perusahaan yang mengasumsikan bahwa setiap individu bertindak atas kepentingan serta keuntungan pribadi mereka sendiri dan teori tentang asimetri informasi yang biasa terjadi di perusahaan yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan keadaan, dimana manajemen (agent) mempunyai informasi yang lebih banyak tentang perusahaan dibandingkan pemilik perusahaan (principal). Hal-hal seperti inilah yang dimanfaatkan seorang manajer untuk melakukan manajemen laba. Hal ini didasari bahwa berharap seorang manajer yang cakap akan selalu melaporkan laba yang berkualitas adalah hal yang tidak mungkin, karena seorang manajer yang cakap dipandang lebih mampu dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada untuk melakukan manajemen laba, demi mendapatkan bonus yang lebih besar lagi. Sugiri (2005) dalam Isnugrahadi dan Kusuma (2009) mengatakan ada dua hal prasyarat yang harus ada agar manajemen selalu jujur dalam melaksanakan tugasnya. Pertama, kultur organisasional harus mendukung pengambilan keputusan yang etis. Kedua, manajemen harus memiliki pemotivator untuk selalu bertindak jujur. Tindakan manajer juga tidak dapat langsung diamati oleh para pemegang saham. Pada kondisi ini manajer memiliki informasi tersembunyi yang bisa dieksploitasi demi kepentingan pribadi manajer. Pada saat yang sama terjadi asimetri informasi yang mendorong manajemen untuk melakukan rekayasa laba. Seorang manajer handal yang termotivasi untuk melakukan tindakan oportunis akan lebih mampu untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada untuk melakukan manajemen laba.