Working Memory (skripsi dan tesis)

Working memory merupakan suatu sistem memori jangka pendek dan
sejumlah proses mental yang mengendalikan pemanggilan kembali suatu
informasi yang berasal dari memori jangka panjang dan kemudian
menginterpretasikan memori tersebut sesuai kebutuhan (Carole dan Carole,
2009:71). Baddeley dalam jurnal Watanabe (2011) menjelaskan bahwa working
memory dapat didefinisikan sebagai suatu sistem ingatan yang mampu
memproses penerimaan informasi untuk kemudian dikemukakan kembali. Dapat
disimpulkan bahwa working memory merupakan suatu sistem dalam memori yang
memproses suatu informasi yang diterima dalam waktu yang singkat dan cepat
139
serta proses pemanggilan kembali suatu informasi yang sudah tersimpan dalam
memori jangka panjang (Septian, 2015).
Informasi yang dipahami dan diberi perhatian oleh seseorang dipindahkan
ke komponen kedua sistem memori; memori jangka pendek (Solso, 2001; Slavin,
2011). Ini adalah bagian memori yang menjadi tempat penyimpanan informasi
yang pada saat iu sedang dipikirkan. Pemikiran yang kita sadari dan dimiliki pada
saat tertentu disimpan ke dalam memori jangka pendek. Istilah lain dari memori
jangka pendek ini ialah memori kerja atau working memory (Anderson, 1995;
Ashcraft, 2006; Slavin, 2011). Working memory adalah tempat pikiran
mengoperasikan informasi, mengorganisasikannya untuk disimpan atau dibuang,
dan menghubungkannya dengan informasi lain.
Informasi dapat masuk ke dalam memori kerja dari rekaman indera atau
dari komponen dasar ketiga sistem memori: memori jangka panjang (long-term
memory). Ketika anak melihat luapan air, rekaman indera anak memindahkan
citra luapan air ke memori kerja anak. Sementara itu, anak mungkin (tanpa sadar)
mencari dari memori jangka panjang informasi mengenai luapan air yang
meninggi sehingga anak dapat mengidentifikasi luapan air tertentu ini sebagai
banjir. Bersama pengenalan itu mungkin muncul banyak informasi lain tentang
luapan air atau banjir, ingatan pengalaman masa lalu dengan luapan air atau banjir
atau perasaan tentang banjir yang semuanya didimpan dalam memori jangka
panjang tetapi dibawa ke dalam kesadaran (memori kerja) oleh pengolahan
pikiran anak terhadap penglihatan luapan air.
140
Memori kerja diyakini memiliki kapasitas lima hingga sembilan potongan
informasi (Miller, 1956; Slavin, 2011). Maksudnya, kita dapat memikirkan hanya
lima hingga sembilan hal yang berbeda setiap saat. Namun, setiap potongan
tertentu dapat berisi sangat banyak informasi. Misalnya berbagai informasi dan
istilah mengenai bencana alam banjir. Anak dapat dengan mudah menghafal
berbagai istilah dan informasi tersebut dengan mengorganisasikannya menurut
pola yang sudah tidak asing lagi bagi anak-anak misalnya dengan cerita. Dengan
cara ini, anak dapat mengingat kembali apa yang harus dilakukan ketika melihat
situasi serupa dan anak hanya perlu mempertahankan beberapa potongan
informasi dalam memori kerjanya. Ketika berbagai istilah dan informasi tersebut
diorganisasikan secara logis, hal itu menjadi bermakna sehingga mudah dipelajari
dan diingat. Karena bahan yang diorganisasikan dengan baik jauh lebih mudah
dipelajari dan diingat daripada bahan yang diorganisasikan dengan buruk (Durson
& Coggins, 1991; Slavin, 2011). Selain itu, teori kode ganda mengusulkan
pentingnya menggunakan pengkodean visual maupun verbal untuk mempelajari
potongan-potongan informasi. Kita tidak dapat menyajikan kepada siswa banyak
gagasan sekaligus kecuali gagasan itu diorganisasikan dengan begitu baik dan
dikaitkan dengan baik dengan informasi yang telah terdapat dalam memori jangka
panjang siswa sehingga memori kerja mereka (dengan bantuan memori jangka
panjang mereka) dapat menampungnya (Slavin, 2011).
Kemudian istilah working memory sendiri yaitu laporan pada immediate
memory terhadap materi yang sedang diproses sehingga prosesnya akan secara
aktif mengkoordinasi aktifitas mental secara terus menerus. Dengan kata lain,
working memory merupakan informasi yang tetap aktif dan mudah diakses, bisa
digunakan pada tugas-tugas kognitif di dalam kecerdasan yang bervariasi (Cowan,
2003, 2005; Hassin, 2005; Pickering, 2005b dalam Matlin, 2009).