Pendekatan Klasik pada Working Memory (Short Term Memory) (skripsi dan tesis)

Memori jangka pendek atau yang sekarang disebut dengan memori kerja
(working memory) menurut Atkinson dan Shiffrin adalah informasi yang akan di
transfer dari memori sensorik ke penyimpanan memoriselanjutnya. Short term
memory sangat meningkat terjadi pada early childhood. Memori mempunyai tiga
tahapan yaitu encoding, storage dan retrieval.
1. Encoding
Untuk menulis informasi dalam kode lalu disimpan ke memori kerja,
individu akan selektif dengan apa yang ingin diingat. Jika individu tersebut tidak
memperhatikan informasi terebut maka informasi tidak dapat diingat kembali
bukan karena kegagalan fungsi memori tapi karena atensi individu tersebut.
1) Phonological coding
Ketika informasi di bentuk menjadi suatu kode, kode terebut akan
masuk dalam bentuk kode tertentu. Bentuk phonological sendiri berarti
bentuk suara/nama informasi tersebut.
2) Visual coding
Ketika informasi dibentuk menjadi suatu kode, dan kode itu dalam bentuk
gambar. Sering disebut dengan memori fotografis. Konsep memori jangka
pendek adalah satu sistem untuk menyimpan data dan menyimpan data
tersebut dalam bentuk akustik (phonological loop). Informasi tersebut bisa
hilang atau bisa tersimpan tergantung pengulangannya. Bentuk sistemyang
lain yaitu visual-spasial sketchpad yaitu seperti ingatan fotografis yang
mengingat bentuk dari informasi tersebut.
2. Storage
Hal yang khas pada memori jangka pendek adalah kapasitasnya yang
terbatas. Untuk bentuk akustik, kapasitas terbatas hingga 7±2 item. Beberapa
orang bisa menyimpan hingga 5 samapai 9 item, tetapi memang janggal untuk
menyebutkan angka pasti untuk kapasitas memori jangka pendek namun hal itu
dipengaruhi oleh memori jangka panjang. Memori sendiri mempunyai kapasitas
terbanyak yang disebut sebagai Memory span. Memori jangka pendek merupakan
penyimpanan sementara peristiwa atau item yang diterima dalam waktu sekejap,
yakni kurang dari beberapa menit, biasanya malah lebih pendek (beberapa detik).
Memori jangka pendek tidak permanen, penyimpanannya akan terhapus dalam
waktu pendek, kecuali kalau diupayakan secara khusus, seperti diulang terus
menerus.
3. Retrieval
Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak item yang disimpan,
semakin lama data yang disimpan untuk diingat kembali. Memori jangka pendek
dicirikan oleh ingatan mengenai 5 sampai 9 item (7±2 item) selama beberapa
detik sampai beberapa menit. Dalam kepustakaan lain disebutkan bahwa memori
jangka pendek menyimpan informasi selama 15 hingga 30 detik, dengan asumsi
tidak ada latihan atau pengulangan. Memori jangka pendek selain memiliki dua
fungsi penting yaitu menyimpan material yang diperlukan untuk periode waktu
yang pendek dan berperan sebagai ruang kerja untuk perhitungan mental,
kemungkinan fungsi lain adalah bahwa memori jangka pendek merupakan stasiun
perhentian ke memori jangka panjang. Artinya, informasi mungkin berada di
memori jangka pendek sementara ia sedang disandikan menjadi memori jangka
panjang. Salah satu teori yang membahas transfer dari memori jangka pendek
menjadi memori jangka panjang dinamakan dual memory model. Model ini
berpendat bahwa jika informasi memasuki memori jangka pendek, ia dapat
dipertahankan dengan pengulangan atau hilang karena penggeseran atau
peluruhan.
Pada tahun 1956, George Miller menulis artikel yang berjudul “The
Magical Number Seven plus/ minus: Keterbatasan di dalam kapasitas pemrosesan
informasi”. Artinya, seseorang dapat mengingat informasi sebayak 7 item
(kurang/lebih dari sua item) yaitu beradam pada anata 5 item sampai dengan 9
item.
Miller menggunakan tema chunk untuk menggambarkan unit-unit dasar di
dalam short term memory. Chunk ini merupakan unit memori yang terdiri dari
beberapa komponen yang secara kuat diasosiasi satu sama lain (Cowan et al.,
2004, Matlin, 2009). Sehingga Miller mendukung bahwa short term memory ini
kira-kira memuat 7 chunk atau 7 kumpulan item-item.