Perkembangan Kapasitas Working Memory Anak Usia 4-6 Tahun (skripsi dan tesis)

Working memory berkaitan dengan banyak aspek dari perkembangan anak.
Kapasitas working memory yang baik berkaitan dengan kemampuan membaca,
keterampilan matematika, dan keterampilan pemecahan masalah yang lebih
efektif (Santrock, 2011). Penelitian menyebutkan bahwa working memory
mengalami perkembangan yang pesat pada tahap usia anak (Matlin, 2005), yakni
usia anak awal dan tengah (Baddeley, Kopelman, & Wilson, 2002). Kapasitas
151
working memory untuk dapat menyimpan informasi terus berkembang terutama
pada usia anak dan remaja. Diperkirakan terjadi peningkatan 7% pada kapasitas
working memory setiap tahunnya dan mencapai puncaknya saat mencapai usia
dewasa awal. Menurut Goshwami (2011), perbedaan perkembangan kemampuan
individu dalam kapasitas working memory merupakan hasil interaksi yang
dinamis antara faktor biologis (kematangan dan genetik) dan pengalaman
(pengetahuan dan latihan).
Kapasitas working memory dapat diukur dengan menghitung memory
span, yakni jumlah items maksimal yang mampu diingat kembali dengan benar
segera setelah items selesai diberikan. Pengukuan kapasitas working memory
memiliki fungsi prediksi terhadap keterampilan kognitif dalam kehidupan sehari –
hari. Kapasitas working memory anak usia 4-6 tahun adalah sebanyak 4 items
untuk tugas – tugas phonological dan visuospatial (Baddeley, Kopelman, &
Wilson, 2002). Kapasitas working memory mempengaruhi kemampuan anak
dalam menerima instruksi yang panjang dan mengerjakan tugas yang
membutuhkan beberapa urutan langkah, baik di sekolah maupun saat
menyelesaikan pekerjaan rumah. Tingginya kapasitas working memory individu
diasosiasikan dengan semakin banyaknya informasi yang dapat disimpan.
Penelitian menyebutkan bahwa kapasitas working memory berkorelasi positif
dengan tugas-tugas penalaran pada pengukuran intelegensi (Pickering, 2006).