Hambatan Persepsi (skripsi dan tesis)

 

Hambatan persepsi terutama terjadi dalam proses pembentukan persepsi, yaitu : a) Berdasarkan teori implict personality hambatan persepsi bersumber dari : 1) Kecenderungan individu untuk mengembangkan pribadi yang terpisah, jadi individu mau tampil beda sehingga dia juga mempersepsi sesuatu secara beda pula. 2) Individu menerima konfirmasi yang tidak tepat b) Self-fulfilling prophecy, individu mempersepsi sesuatu karena dipengaruhi oleh faktor tertentu yang tidak dia duga sebelumnya, akibatnya individu tidak dapat meramalkan persepsinya sehingga dia bertindak tidak sesuai dengan kebiasaan. Keadaan ini akan mempengaruhi persepsi individu mengalami distorsi realitas dan situasi. c) Perceptual accentuation, hambatan persepsi karena individu berada dalam situasi : 1) Dia mencari apa yang tidak ada 2) Dia tidak melihat apa yang dia sedang cari 3) Dia mengalami kesulitan dalam menyaring informasi yang hampir semuanya mirip 4) Dia selalu memproyeksi orang lain dengan atribusi negative 5) Dia mengalami distorsi dari memori sehingga tidak dapat “mengeluarkan” informasi yang pernah dia simpan. d) Primacy-Regency hambatan persepsi ini terjadi karena individu terlalu terbuai dengan kesan pertama tentang objek yang dia persepsikan e) Consistency hambatan persepsi ini terjadi karena individu mengharapkan segala sesuatu bersifat konsisten, namun yang dia hadapi adalah situasi inkonsistensi antara apa yang dia pikirkan (kognitif) dan perilaku (behavior) sehingga : 1) Dia mengabaikan atau membelokkan persepsi dan perilakunya 2) Dia hanya melihat hal – hal yang positif saja 3) Dia hanya melihat negative saja f) Stereotyping, hambatan persepsi ini terjadi karena individu dipengaruhi oleh stereotip (positif atau negatif) terhadap orang lain yang kebetulan menjadi anggota suatu kelompok tertentu, akibatnya persepsinya terhadap orang lain : 1) Mempunyai kualitas tertentu (terlalu baik atau buruk) 2) Dia mengabaikan keunikan karakteristik orang lain dari kelompok tertentu g) Attribution¸ hambatan persepsi terletak pada atribusi dimana individu gagal membentuk atau membangun atribusi dari objek yang dipersepsi, misalnya gagal mencirikan dari atribut – atribut komunikan : 1) Consensus > compare to others, what people do an why : – Persepsi individu terganggu karena tidak berhasil membangun semacam konsensus ketika membandingkan apa yang orang lain lakukan dengan apa yang dia lakukan – Persepsi individu terganggu karena dia tidak dapat membandingkan aneka sebab 2) Consistency > compare to similar situations : persepsi individu tidak konsisten membandingkan perilakunya dengan perilaku orang lain dalam suatu situasi yang sama 3) Distinctiveness > compare to different situations: individu tidak dapat memisahkan perilakunya dengan perilaku orang lain terhadap objek persepsi dalam situasi yang berbeda. (Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S., 2011 : 161-162)