Robbins (2002) mengemukakan bahwa fungsi dari budaya organisasi
antara lain adalah:
a. Budaya organisasi memiliki suatu peran batas-batas penentu yaitu budaya
menciptakan perbedaan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang
lain.
b. Budaya berfungsi untuk menyampaikan rasa identitas kepada anggota- anggota perusahaan sehingga karyawan merasa bangga menjadi anggota
dari perusahaan tempatnya bekerja. c. Budaya mempermudah penerusan komitmen sampai mencapai batasan
yang lebih luas, melebihi batasan ketertarikan individu sehingga mampu
mencapai tujuan perusahaan. d. Budaya mendorong stabilitas sistem sosial. Budaya merupakan suatu
ikatan sosial yang membantu mengikat kebersamaan perusahaan dengan
menyediakan standar-standar yang sesuai mengenai apa yang harus
dikatakan dan dilakukan karyawan.
e. Budaya mendorong stabilitas sosial. Budaya merupakan suatu ikatan sosial
yang membantu mengikat kebersamaan perusahaan dengan menyediakan
standar-standar yang sesuai mengenai apa yang harus dikatakan dan
dilakukan karyawan.
f. Budaya bertugas sebagai pembentuk rasa dan mekanisme pengendalian
yang memberikan panduan dan membentuk perilaku serta sikap karyawan.
Menurut Rivai (2008) budaya organisasi mempunyai fungsi sebagai
berikut:
a. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas, artinya budaya
menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi
yang lain.
b. Budaya memberikan identitas bagi anggota organisasi.
c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen yang lebih luas dan pada
kepentingan individu.
d. Budaya itu meningkatkan kemantapan sistem sosial.
e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna kendali yang memandu serta
membentuk sikap dan perilaku karyawan.
Menurut Kreitner dan Kinicki (2005), fungsi budaya organisasi adalah:
a. Memberikan identitas perusahaan kepada karyawan. Budaya memberikan
identitas pada sebuah perusahaan Identitas ini dapat didukung dengan
mengadakan atau memberikan penghargaan yang dapat mendorong
inovasi. Identitas yang dimiliki suatu perusahaan menjadikan anggotanya
berbeda dengan anggota perusahaan lain dan memberikan pola identifikasi
kepada perusahaan.
b. Memudahkan komitmen kolektif. Salah satu nilai dalam perusahaan
adalah menjadi sebuah perusahaan dimana karyawannya bangga menjadi
bagian dari perusahaan sehingga karyawan akan tetap bertahan dan bekerja
pada perusahaan dalam waktu yang lama.
c. Mempromosikan stabilitas sistem sosial. Stabilitas sistem sosial
mencerminkan taraf dimana lingkungan kerja dirasakan positif dan
mendukung karyawan dalam perusahaan, adanya konflik dan perubahan- perubahan yang terjadi diatur dengan baik dan efektif.
d. Membentuk perilaku dengan membantu manajer merasakan
keberadaannya. Budaya membantu para karyawan memahami alasan
perusahaan melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan bagaimana
perusahaan mencapai tujuan jangka panjang.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa budaya
organisasi akan memberikan identitas kepada seseorang dan mendorong stabilitas
sosial nya sehingga seseorang merasa bangga dan nyaman saat bekerja di sebuah
organisasi.
