Pengertian Transformasi (skripsi dan tesis)

Transformasi adalah sebuah proses perubahan secara
berangsur-angsur sehingga sampai pada tahap ultimate, perubahan
yang dilakukan dengan cara memberi respon terhadap pengaruh unsur
eksternal dan internal yang akan mengarahkan perubahan dari bentuk
yang sudah dikenal sebelumnya melalui proses menggandakan secara
berulang-ulang atau melipatgandakan.
Menurut Zaeny, transformasi berasal dari kata berbahasa Inggris
yaitu transform yang artinya mengendalikan suatu bentuk dari satu
bentuk ke bentuk yang lain.1 Menurut Kamus Bahasa Indonesia
transformasi adalah perubahan, berubah dari keadaan yang sebelumnya
menjadi baru sama sekali.2
Transformasi adalah perubahan yang terjadi
dari keadaan yang sebelumnya menjadi baru dan lebih baik.
Transformasi perilaku keagamaan yang dimaksud adalah melihat
pergeseran perilaku keagamaan masyarakat, dari perilaku sinkretis menuju perilaku puritan.3
Transformasi disatu pihak dapat mengandung
arti proses perubahan atau pembaruan struktur sosial, sedang di pihak
lain mengandung makna proses perubahan nilai. Fokus dari
transformasi yang menjadi topik adalah transformasi dalam ranah
sosial budaya.
Transformasi juga pasti membutuhkan suatu proses. Zaeny
menggambarkan suatu proses transformasi dengan tiga unsur. Unsur-unsur
tersebut meliputi:
a. Perbedaan merupakan aspek yang sangat penting di dalam
proses transformasi.
b. Konsep ciri atau identitas yang merupakan acuan di dalam
suatu proses transformatif kalau dikatakan sesuatu itu
berbeda, maka haruslah jelas perbedaan dari hal apa, ciri
sosial, ekonomi atau ciri penerapan dari sesuatu.
c. Proses transformasi selalu bersifat historis yang terikat pada
sekalian wakil yang berbeda. Oleh karena itu transformasi
selalu menyangkut perubahan masyarakat dari suatu
masyarakat lebih sederhana ke masyarakat yang lebih
modern.
Kaitannya dengan transformasi makna dalam penjelasan proses
diatas adalah bahwa makna suatu kebudayaan dapat mengalami
perubahan atau transformasi. Perubahan tersebut dikarenakan kondisi
masyarakat yang juga berubah. Tinjauan perubahan dapat terjadi dari
faktor internal seperti pola pikir masyarakat maupun faktor eksternal
seperti lingkungan. Masyarakat yang sudah mengalami pola pikir yang
berbeda, maka cara memandang suatu hal juga akan berbeda, misalnyadalam hal pemaknaan. Cara masyarakat memaknai suatu kejadian yang
ada dalam kehidupan, meskipun kejadian tersebut telah berulang
terjadi, akan menimbulkan suatu perubahan dari makna sebelumnya.
Handayani menggambarkan transformasi sebagai perubahan
bentuk, rupa, sifat dan sebagainya. Perubahan yang dimaksud merujuk
pada sosio-kultural. Sosio-kutural yang akan dibahas lebih pada aspek
perilaku keagamaan. Sehingga transformasi yang dimaksud adalah
pergeseran perilaku keagamaan masyarakat, dari perilaku sinkretis
menuju perilaku puritan. Proses transformasi merupakan perubahan yang terjadi secara
perlahan-lahan atau sedikit demi sedikit, tidak dapat diduga kapan
dimulainya dan sampai kapan proses itu akan berakhir tergantung dari
faktor yang mempengaruhinya, komprehensif dan berkesinambungan dan
perubahan yang terjadi mempunyai keterkaitan erat dengan emosional
(sistem nilai) yang ada dalam masyarakat. Proses transformasi
mengandung dimensi waktu dan perubahan sosial budaya masyarakat
yang menempati yang muncul melalui proses yang panjang yang selalu
terkait dengan aktivitas-aktivitas yang terjadi pada saat itu.
Dengan demikian transformasi adalah perubahan yang terjadi dari
keadaan yang sebelumnya menjadi baru sama sekali. Perubahan tersebut
dikarenakan kondisi masyarakat yang berubah, perubahan dapat terjadi dari faktor internal seperti pola pikir masyarakat maupun faktor
eksternal seperti lingkungan. Dengan demikian, masyarakat yang sudah
mengalami pola pikir yang berbeda, maka cara memandang suatu hal
juga akan berbeda pula.