Kinerja Manajerial (skripsi dan tesis)

Mahoney et al. (1963) mendefinisikan kinerja manajerial sebagai kinerja para
individu dalam kegiatan manajerial. Kinerja personel meliputi delapan dimensi yaitu:
Perencanaan, Investigasi, Pengkoordinasian, Evaluasi, Pengawasan (supervisi),
Pengaturan staf (staffing), Negosiasi, dan Perwakilan (representatif).
Kinerja perusahaan adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka
mewujudkan tujuan perusahaan. Menurut Stoner dalam Juniarti dan Evelyne (2003)
pengertian kinerja manajerial yaitu ukuran seberapa efektif dan efisien manajer telah
bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut Mulyadi dan Johny (dalam Mardiyah dan Listiyaningsih, 2005)
kinerja manajerial adalah kinerja individu anggota organisasi dalam kegiatan-
kegiatan manajerial. Kinerja manajerial merupakan hasil dari proses aktivitas
manajerial yang efektif mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan,
laporan pertanggung jawaban, pembinaan, dan pengawasan. Selanjutnya kinerja
manajerial menurut Stoner (1992) adalah seberapa efektif dan efisien manajer telah
bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut Mulyadi dan Jhony dalam Mertina (2009) seseorang yang
memegang posisi manajerial diharapkan mampu menghasilkan suatu kinerja
manajerial. Berbeda dengan kinerja karyawan umumnya yang bersifat konkrit, kinerja
manajerial bersifat abstrak dan kompleks.
Manajer menghasilkan kinerja dengan mengarahkan bakat dan kemampuan
serta usaha beberapa orang lain yang ada didalam daerah wewenangnya. Kinerja
manajerial merupakan suatu faktor yang dapat meningkatkan keefektifan suatu
organisasi.