Kinerja Manajerial (skripsi dan tesis)

Kinerja Manajerial merupakan kemampuan seorang pemimpin yang
diukur dari tercapainya tanggungjawab yang diembannya. Kinerja manajerial
merupakan hasil upaya yang dilakukan manajer dalam melakukan tugas dan
fungsinya dalam organisasi (Pareke, 2003). Bagi organisasi itu sendiri kinerja
manajerial dapat menjadi tolak ukur sejauh mana manajer melaksakanan fungsi
manajemen. Mahoney (1963) dalam Panangaran (2008) mengukur kinerja
manajerial dengan indikator :
a. Perencanaan, yaitu tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi yang
akan datang guna mencapai tujuan yang diinginkan.
b. Investigasi, yaitu upaya yang dilakukan untuk mengumpulkan dan
mempersiapkan informasi dalam bentuk laporan-laporan. Catatan dan analisa
pekerjaan untuk dapat mengukur hasil pelaksanaannya.
c. Koodinasi, menyelaraskan tindakan yang meliputi pertukaran informasi dengan
orang-orang dalam unit organisasi lainnya, guna dapat berhubungan dan
menyesuaikan program yang akan dijalankan.
d. Evaluasi, yaitu penilaian atas usulan atau kinerja yang diamati dan dilaporkan.
e. Supervisi, yaitu mengarahkan, memimpin dan mengembangkan potensi
bawahan serta melatih dan menjelaskan aturan-aturan kerja kepada bawahan.
f. Staffing, yaitu memelihara dan mempertahankan bawahan dalam suatu unit
kerja, menyeleksi pekerjaan baru menempatkan dan mempromosikan pekerjaan
tersebut dalam unit lainnya.
g. Negosiasi, yaitu usaha untuk memperoleh kesepakatan dalam hal pembelian,
penjualan atau kontrak untuk barang-barang dan jasa.
h. Representasi, yaitu menyampaikan informasi tentang visi, misi dan kegiatankegiatan organisasi dengan menghadiri pertemuan kelompok bisnis dan
konsultasi dengan perusahaan-perusahaan lainnya.
Pemimpin atau seorang manajer merupakan pribadi yang memiliki
kecakapan khusus dengan atau tanpa pengangkatan resmi dapat mempengaruhi
kelompok yang dipimpinnya untuk melakukan usaha bersama mengarah pada
pencapaian sasaran-sasaran tertentu (Pareke, 2003). Ada ilmuwan – ilmuwan yang
cenderung mengemukakan sederetan kualitas – kualitas unggul dan sifat – sifat
utama yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin, misalnya dia harus memiliki
intergritas tinggi, mampu mengambil kebijaksanaan yang tepat, mempunyai rasa
humor, mampu memikul tanggung jawab, bisa bertindak adil dan jujur, memiliki
keterampilan teknis tinggi, kepribadian imbang (Pareke, 2003).
Usaha – usaha yang sistematis membuahi teori yang disebut sebagai the
traitist theory of leadership (teori sifat/ kesifatan dari kepemimpinan). Diantara
para penganut teori ini dapat disebutkan Terry, (1990) menuliskan sepuluh sifat
pemimpin yang unggul, yaitu :
1. Kekuatan
Kekuatan badaniah dan rohaniah merupakan syarat pokok bagi pemimpin
yang harus bekerja lama dan berat pada waktu – waktu yang lama serta tidak
teratur dan di tengah – tengah situasi – situasi yang sering tidak menentu.
2. Stabilitas Emosi
Pemimpin yang baik memiliki emosi yang stabil. Artinya dia tidak mudah
marah, tersinggung perasaan dan tidak meledak – ledak secara emosional.
Pemimpin menghormati martabat orang lain, toleran terhadap kelemahan orang
lain, dan bisa memaafkan kesalahan – kesalahan yang tidak terlalu prinsipil.
Semua dilakukan untuk mencapai lingkungan sosial yang rukun damai, harmonis
dan menyenangkan.
3. Pengetahuan tentang relasi insani
Salah satu tugas pokok pemimpin ialah memajukan dan mengembangkan
semua bakat serta potensi anak buah, untuk bisa bersama–sama maju dan
mengecap kesejahteraan. Karena itu pemimpin diharapkan memiliki pengetahuaan
tentang sifat, watak dan perilaku anggota kelompoknya.
4. Kejujuran
Pemimpin yang baik harus memiliki kejujuran yang tinggi yaitu jujur pada
diri sendiri dan pada orang lain (terutama bawahannya). Pemimpin juga selalu
menepati janji, dapat dipercaya dan berlaku adil pada semua pegawainya.
5. Obyektif
Pertimbangan pemimpin harus berdasarkan hati nurani yang bersih, supaya
obyektif (tidak subyektif, dan berperasangka buruk). Dia akan selalu mencari
Universitas Sumatera Utara
bukti–bukti nyata dan sebab musabab setiap kejadian dan memberikan alasan
yang rasional atas penolakannya.
6. Dorongan Pribadi
Keinginan dan kesediaan untuk menjadi pemimpin itu harus muncul dari
dalam hati sendiri. Dukungan dari luar akan memperkuat hasyrat sendiri untuk
memberikan pelayanan dan pengabdian diri kepada kepentingan orang banyak.
7. Keterampilan berkomunikasi
Pemimpin diharapkan mahir menulis dan berbicara, mudah menangkap
maksud orang lain serta mudah memahami maksud para anggotanya. Juga pandai
mengkoordinasikan macam-macam sumber tenaga manusia dan mahir
mengintegrasikan berbagai opini serta aliran yang berbeda–beda untuk mencapai
kerukunan dan keseimbangan.
8 Kemampuan mengajar
Pemimpin yang baik diharapkan menjadi guru yang baik. Mengajar itu
adalah membawa siswa (orang yang belajar) secara sistematis dan intensional
pada sasaran–sasaran tertentu, guna mengembangkan pengetahuan keterampilan/
kemahiran teknis tertentu dan menambah pengalaman yang dituju ialah agar para
pengikutnya bisa mandiri, mau memberikan loyalitas dan partisipasinya.
9. Keterampilan sosial
Pemimpin juga diharapkan memiliki kemampuan untuk mengelola manusia,
agar mereka dapat mengembangkan bakat dan potensinya. Pemimpin dapat
mengenali segi–segi kelemahan dan kekuatan setiap anggotannya, agar dapat
Universitas Sumatera Utara
ditempatkan pada tugas-tugas yang cocok dengan pembawaanya masing –
masing.
10. Kecakapan teknis atau kecakapan manajerial
Pemimpin harus superior dalam satu atau beberapa kemahiran teknis
tertentu. Juga memiliki kemahiran manajerial untuk membuat rencana, mengelola,
menganalisa keadaan, membuat keputusan, mengarahkan, mengontrol dan
memperbaiki situasi yang tidak mapan. Tujuannya adalah tercapainya efektivitas
kerja, keuntungan masksimal dan kebahagian – kesejahteraan anggota sebanyak –
banyaknya.