Schultz & Schultz (1994: 147) membagi pengukuran kinerja menjadi dua
kategori yaitu metode sasaran dan metode dugaan.
1. Metode sasaran ada enam bentuk, yaitu:
a. Quantity of output, merupakan penentuan nomor dari unit yang
diproduksi atau dirakit, dalam sebuah periode waktu tertentu.
b. Quality of output, penentuan nomor dari unit yang ditentukan, dari unit
yang ditentukan, dalam suatu inspeksi standard atau nomor kesalahan,
dari unit yang diproduksi.
c. Accidents, melihat kembali laporan kecelakaan dari pekerja.
d. Salary, melihat kembali sejarah pendapatan pekerja, meliputi tingkatan
dan frekuensi dari peningkatan gaji.
e. Absenteism, melihat kembali nomor dari hari yang hilang dari saat
bekerja.
f. Rate of advancement,melihat kembali rekaman promosi dari pekerja.
2. Metode dugaan, meliputi aspek:
a. Assesment by supervisor, penilaian yang dilakukan supervisor.
b. Assesment by peers, penilaian yang diberikan teman.
c. Self assesment, evaluasi yang diberikan karyawan, terhadap kinerjanya
sendiri.
d. Assesment by subordinate, penilaian dari bawahan, terhadap pimpinan.
e. Management by objectives, pekerja dan supervisornya, menentukan
tujuan yang bermutu.
f. Assesment center performance, mengevaluasi kinerja pekerja dalam
bentuk tugas pengukuran terpusat
