Kewirausahaan memiliki hakikat yaitu merujuk pada sifat, watak,
dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang memiliki kemauan
keras untuk mewujudkan gagasan inovatif dalam dunia usaha yang
nyata serta dapat mengembangkannya dengan tangguh.1 Porter
mendefinisikan orientasi kewirausahaan sebagai strategi benefit
perusahaan untuk dapat berkompetisi secara lebih efektif di dalam
market place yang sama.2
Orientasi kewirausahaan mengacu pada proses, praktik, dan
pengambilan keputusan yang mendorong kearah baru dan mempunyai
tiga aspek kewirausahaan, yaitu selalu inovatif, bertindak secara
proaktif dan berani mengambil resiko.3 Untuk mengukur orientasi
kewirausahaan (entrepreneurial orientation) digunakan indikator yang
dikembangkan dari penelitian Lee dan Tsang. Variabel ini diukur
dengan 4 dimensi, yaitu: Need for Achievement, Internal Locus of
Control, Self Reliance, dan Extroversion. Orientasi kewirausahaan
memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja usaha dan
menjadi suatu makna yang dapat diterima untuk menjelaskan kinerja
usaha.
Menurut kaitannya dengan usaha kecil, maka perilaku wirausaha
berwujud dalam dua hal, yaitu pada sisi efektifitas wirausahawan
dalam mengelola usahanya. Kedua, berkaitan dengan perencanaan
usaha hingga sikap atau respon dalam pasar. Penggunaan strategi senantiasa mengikuti karakter dari wirausahawan itu sendiri. Orientasi
kewirausahaan dari seorang pelaku wirausaha dapat menimbulkan
peningkatan kinerja usaha.
Seseorang tidak akan mengalami perkembangan tanpa
menggunakan upaya pikir dan fisik untuk menciptakan suatu rekayasa
positif demi satu perubahan. Seorang wirausaha senantiasa berupaya
melakukan inovasi untuk memperbaiki suatu keadaan.4
Inovasi
diartikan sebagai kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka
memecahkan persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan
memperkaya kehidupan.5
Inovatif mengacu pada suatu sikap
wirausahawan untuk terlibat secara kreatif dalam proses percobaan
terhadap gagasan baru yang memungkinkan menghasilkan metode
produksi baru sehingga menghasilkan produk atau jasa baru, baik
untuk pasar sekarang maupun ke pasar baru. Sedangkan proaktif
mencerminkan kesediaan wirausaha untuk mendominasi pesaing
melalui suatu kombinasi dan gerak agresif dan proaktif, seperti
memperkenalkan produk baru atau jasa di atas kompetisi dan aktivitas
untuk mengantisipasi permintaan mendatang untuk menciptakan
perubahan dan membentuk lingkungan. Sikap aktif dan dinamis adalah
kata kuncinya.
Proaktif juga ditunjukkan sebagai sikap agresif-kompetitif, yang
mengacu pada kecenderungan perusahaan untuk bersaing secara ketat
dan langsung bagi semua kompetitornya untuk menjadi yang terbaik
dan meninggalkan para pesaingnya. Keberhasilan yang didapat melalui
usaha para karyawan mendapatkan peluang-peluang kewirausahaan
merupakan sumber utama pertumbuhan dan inovasi bagi perusahaan Berani mengambil resiko merupakan sikap berani menghadapi
tantangan dengan melakukan eksploitasi atau terlibat dalam strategi
bisnis dimana kemungkinan hasilnya penuh ketidakpastian. Fungsi
utama dari pentingnya orientasi kewirausahaan adalah bagaimana
melibatkan pengukuran resiko dan pengambilan resiko secara optimal.
