Jenis Kemampuan Manajemen (skripsi dan tesis)

 

Menurut Darsono dan Siswandoko (2011, p.32), manajemen terdiri dari beberapa manajer yang mempunyai kemampuan serta ketrampilan seperti ketrampilan teknil, manusiawi dan keterampilan konseptual.

  1. Ketrampilan Teknis

Ketertampilan teknis berhubungan dengan mencipta output atau komoditi yang mampu menghasilkan  laba. Untuk menghasilkan laba, manajemen harus bekerja efektif, efisien dan produktif melalui spesialisasi pekerjaan. Keterampilan teknis pada umumnya harus dimiliki oleh para pekerja tetap terutama muntuk manajer lini (pertama) yang berhubungan langsung dengan para buruh.

  1. Ketrampilan Manusiawi

Keterampilan manusiawi berhubungan dengan memberdayakan suatu buruh yang meliputi :

  1. Keterampilan mengetahui dan memahami pola perilaku dan pola pikir buruh, kemudian mengubahnya kearah pola pikir dan pola perilaku perusahaan yang berorientasi kerja efisien, efektif dan produktif.
  2. Ketrampilan kerja sama dengan sesame rekan dan atasan serta para buruh. Membentuk jaringan kerjasama tersebut merupakan suatu hal yang sulit sebab kerjasama itu mereka harus melakukan akomodasi pikiran ketiga pihak tersebut dan harus asimiliasi pola perilakunya agar perusahaan dapat berjalan harmonis.
  3. Ketrampilan memotivasi dan mengarahkan buruh untuk bekerja sesuai dengan program kerja
  4. Ketrampilan mengelola konflik sesame rekan kerja, konflik dengan buruh dan konflik dengan atasan.
  5. Ketrampilan komunikasi dengan sesama
  6. Ketrampilan membagi wewenang dan tanggungjawab dengan bawahan (pendelegasian).
  7. Ketrampilan Konseptual

Ketrampilan konseptual berhubungan dengan berpikir analitik, kritis, proaktif dan dialektik. Berpikir analitik, dimana harus mmapu membandingkan kinerja saat ini dengan masa lampau atau kinerja saat ini dengan program kerja atau kinerja saat ini dengan perusahaan sejenis yang lebih maju (benchmarking). Berpikir kritis, dimana mampu mempertanyakan segala sesuatu yang dianggap mapan (status quo, atau tidak ada perubahaan). Berpiki proaktif, dimana harus mampu memprediksi masa mendatang sebagai informasi relevan untuk mengambil keputusan. Berpikir dialektik, yaitu berpikir saling hubungan antara unsure-unsur kondisi obyektif, konflik dan perubahan