Pengaruh regret aversion bias terhadap pengambilan keputusan investasi (skripsi dan tesis)

Experienced regret merupakan penyesalan yang ditimbulkan
akibat kesalahan di masa lalu akan mempengaruhi keputusan di masa
yang akan datang. Seorang investor yang mengalami kerugian di masa
lalu akan menimbulkan sikap konservatif sehingga akan
mempengaruhi keputusan investasi yang akan datang. Dalam
mengambil suatu keputusan investasi, para investor seringkali
berperilaku tidak rasional. Ada juga investor yang tidak terpengaruh
oleh experienced regret dalam pengambilan keputusan investasinya.
Semakin besar kerugian yang dialami, maka semakin besar pula
tingkat keberanian dalam mengambil risiko lebih besar.
Anticipated regret timbul apabila rencana investasi yang
dilakukan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Responden
dihadapkan pada rencana investasi yang hasil pilihan investasinya
tidak lebih baik dari hasil rencana investasi yang lain. Hal ini
menimbulkan penyesalan yang akan membuat seorang investor
menghindari konsekuensi yang timbul setelah mengambil keputusan
investasi yang salah. Tindakan untuk menghindari konsekuensi
tersebut disebut Anticipated regret. Ketidakpastian akan investasi di
masa depan memaksa para investor untuk melakukan analisis untuk
investasi yang akan dipilih dengan lebih cermat agar tidak terjadi
kerugian di masa yang akan datang.
Penelitian terdahulu tentang experienced regret yang
dilakukan oleh Kinnerson dan Bailey (2005), Loomies dan Sudgen
(1982) bahwa hasilnya adalah experienced regret berpengaruh
signifikan terhadap keputusan investasi. Selain itu, penelitian
terdahulu tentang anticipated regret yang dilakukan oleh Bell (1982)
serta Wong dan Kwong (2007) bahwa anticipated regret berpengaruh
signifikan terhadap keputusan investasi.
Dengan demikian diduga keputusan investasi yang akan
diambil oleh responden baik dari kelompok experienced regret
maupun anticipated regret akan berbeda secara signifikan jika kedua
regret tersebut berpengaruh terhadap keputusan investasi.