Dalam penelitian ini, faktor psikologis investor di ukur dengan
menggunakan variable, sebagai berikut:
a. Overconfidence
Overconfidence adalah perasaan percaya pada diri sendiri secara
berlebihan. Ini menyebabkan Investor sangat percaya terhadap
pengetahuan yang dimiliki,. Overconfidence terjadi ketika investor
melebih lebihkan kemampuan dalam memprediksi suatu investasi
dan mengabaikan dampak yang akan terjadi dalam hal ini dengan
resiko. ( Nofsinger, 2014 : 11 ). Overconfidence juga mempengaruhi
investor dalam menilai resiko, Investor yang rasional berusaha untuk
memaksimalkan keuntungan dan memperkecil jumlah risiko yang
diambil, bukan menghilangkannya.
Overconfidence merupakan salah satu bias yang paling
merugikan yang dapat ditunjukan oleh seorang investor. Hal ini
disebabkan mereka terlalu meremehkan akibat yang mungkin terjadi
Karena kepercayaan yang berlebihan.
b. Data Mining
Data mining adalah data masa lalu ( historical data ) hasil kinerja
suatu intrumen investasi, yang digunakan oleh Investor sebagai
acuan untuk memprediksi kinerja intrumen invesasi di masa yang
akan datang. Hal ini mempengaruhi Investor dalam mengambil
keputusan investasi.
Investor yang termasuk dalam data mining adalah Investor yang
menjadikan data dan kinerja intrumen investasi di masa lalu sebagai
acuan serta memprediksi kenerja intrumen investasi di yang akan
datang berdasarkan kinerja masa lalu( Puspitasari, 2014).
c. Social Interaction
Dalam pasar modal investor saling berinteraksi satu sama lain,
interaksi social dengan pelaku pasar ini yang berkaitan dengan
transaksi di pasar dapat mempengaruhi keputusan individu dalam
melakukan transaksi (Nofsinger, 2014: 75). Dalam hal ini interaksi
antar individu atau kelompok yang akan mempengaruhi keputusan
transaksi individu terhadap instrumen aset yang digunakan untuk
berinvestasi.
Investor yang termasuk dalam social interaction dapat
memilih maupun mengubah keputusan investasi berdasarkan
percakapan maupun saran yang diberikan oleh sesame investor
ataupun pelaku dalam investasi, secara teori, interaksi social dan
lingkungan mampu memengaruhi orang lain untuk melakukan
pengambilan keputusan investasi. Jadi, semakin banyak
berinteraksi dengan orang lain semakin besar pula toleransi
investor terhada resiko( Puspitasari, 2014).
d. Emotion
Emotion merupakan bagian penting dalam proses
pengambilan keputusan yang memilki tingkat ketidakpastian
yang tinggi, Factor emosi berkaitan dengan badmood atau
goodmood seorang investor. Emotion juga dapat mempengaruhi
keputusan berinvestasi, karena semakin kompleks dan adanya
ketidakpastian dari suatu situasi, emosi akan mempengaruhi
keputusan dalam berinvestasi. Ketika goodmood, investor dapat
mengambil dapat mengambil keputusan dengan baik dan benar,
sebaliknya pada saat badmood investor cenderung kurang tepat
dalam mengambil keputusan dengan baik dan benar
