Lubis, (2017:20) mendefinisikan akuntansi keperilakuan sebagai
subdisiplin ilmu akuntansi yang melibatkan beberapa aspek keperilakuan
manusia yang berkaitan dengan proses dalam kegiatan pengambilan sebuah
keputusan ekonomi. Selanjutnya menurut Binberg dan Shields (1989) dalam
Lubis (2017:21) adanya pengklasifikasian riset akuntansi keperilakuan
dalam lima aliran (school), yaitu pengendalian manajemen (management
control), pemrosesan informasi akuntansi (accounting information
processing), desain sistem informasi (information system design), riset audit
(audit research), dan sosiologi organisasional (organizational sociology).
Awal mulanya perkembangan riset akuntansi keperilakuan menekankan
kepada aspek akuntansi manajemen yang khususnya dalam proses
penganggaran (budgeting). Namun, cakupannya terus mengembang dan
bergeser kearah akuntansi keuangan, sistem informasi akuntansi, dan audit.
Riset akuntansi keperilakuan telah berkembang pesat yang
menyebabkan tinjauan literatur telah menjadi terspesialisasi dengan lebih
memfokuskan diri pada atribut keperilakuan yang spesifik seperti proses
kognitif, atau riset keperilakuan pada satu topik khusus seperti audit yang
digunakan sebagai tinjauan suatu analitis (analytical review). Selain itu
pesatnya perkembangan dalam akuntansi keperilakuan diakibatkan oleh
akuntansi yang secara stimulant dan menyeluruh dihadapkan dengan ilmuilmu sosial lain.
Pada masanya akuntansi keperilakuan akan menjadi suatu
terobosan dan inovasi yang baik dalam hal pengukuran sebuah bisnis dan
informasi yang akan memungkinkan berbagai direktur (Chief Executive
Officer-CEO), direktur keuangan (Chief Financisl Officer-CFO) dan bagian
penyusun perencanaan strategis lainnya untuk pengoptimalan atau
memaksimalkan keputusan yang diambil. Menurut Lubis (2017:23)
Akuntansi keperilakuan merupakan penyedia suatu kerangka yang tersusun
berdasarkan beberapa teknik berikut: (1) untuk memahami dan mengukur
suatu dampak dari proses bisnis terhadap beberapa orang dan kinerja
perusahaan, (2) untuk mengukur dan melaporkan suatu perilaku dan jjuga
pendapat yang relevan terhadap suatu perencanaan strategis, (3) untuk
mempengaruhi pendapat dan juga perilaku yang digunakan untuk
memastikan keberhasilan sebuah implementasi kebijakan perusahaan.
Lubis (2017:23) mengemukakan riset akuntansi keperilakuan
adalah suatu bidang baru yang secara luas yang terhubung pada perilaku
individu, kelompok, dan organisasi bisnis, terutama terhubung pada proses
informasi akuntansi dan audit. Studi terhadap perilaku akuntan atau perilaku
dari non akuntan sudah banyak terpengaruh oleh fungsi akuntansi dan
laporan keuangan. Riset dalam bidang akuntansi keperilakuan meliputi
berbagai permasalahan yang berhubungan dengan: (a) pengambilan
keputusan serta pertimbangan oleh seorang akuntan dan auditor, (b)
pengaruh dari fungsi akuntansi seperti partisipasi dalam proses penyusunan
sebuah anggaran, sebuah karakteristik sistem informasi, dan jjuga fungsi
dari audit terhadap perilaku baik seorang karyawan, manajer, investor, dan
Wajib Pajak, (c) pengaruh dari hasil fungsi tersebut, seperti informasi
akuntansi maupun penggunaan pertimbangan dalam pembuatan sebuah
keputusan ekonnomi
