Akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari disiplin ilmu akuntansi
yang mengkaji hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi, serta
dimensi keperilakuan dari organisasi dimana manusia dan sistem akuntansi itu
berada dan diakui keberadaannya. Dengan demikian, definisi akuntansi
keperilakukan adalah suatu studi tentang perilaku akuntan atau non-akuntan yang
dipengaruhi oleh fungsi-fungsi akuntansi dan pelaporan. Akuntansi keperilakuan
menekankan pada pertimbangan dan pengambilan keputusan akuntan dan auditor,
pengaruh dari fungsi akuntansi dan fungsi auditing terhadap perilaku, misalnya
pertimbangan (judgment), pengambilan keputusan auditor dan kualitas
pertimbangan dan keputusan auditor, serta pengaruh dari keluaran dari fungsifungsi akuntansi berupa laporan keuangan terhadap pertimbangan pemakai dan
pengambilan keputusan (Bamber, 1993).
Penelitian-penelitian dalam bidang akuntansi keperilakukan merupakan
aplikasi dari ilmu keperilakuan dengan menggunakan berbagai metode di
antaranya adalah eksperimental, studi lapangan dan teknik-teknik korelasional.
Hasil-hasil penelitian ini menyediakan suatu pemahaman yang lebih luas dalam
memberikan penjelasan dan pemecahan atas praktik-praktik keperilakuan
(Zahroh, 2010).
Penelitian adalah jembatan antara teori dan praktik. Ada teori-teori
keperilakuan, kemudian dihubungkan dengan praktik-praktik yang terjadi di
akuntansi melalui penelitian, maka upaya menjembatani itu terjadi. Teori yang
sudah terkonfirmasi, bisa menjadi panduan untuk menjelaskan fenomena dunia
nyata. Hasil penelitian juga dapat dipergunakan memperbaiki praktik-praktik
akuntansi.
Secara lebih terperinci ruang lingkup akuntansi keperilakuan meliputi: (1)
mempelajari pengaruh antara perilaku manusia terhadap konstruksi, bangunan dan
penggunaan sistem informasi akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan dan
organisasi, yang berarti bagaimana sikap dan gaya kepemimpinan manajemen
mempengaruhi sifat pengendalian akuntansi dan desain organisasi; apakah desain
sistem pengendalian akuntansi bisa diterapkan secara universal atau tidak; (2)
mempelajari pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap perilaku manusia,
yang berarti bagaimana sistem akuntansi mempengaruhi kinerja, motivasi,
produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan kerja, dan kerjasama; (3) metode
untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia dan strategi untuk
mengubahnya, yang berarti bagaimana sistem akuntansi dapat digunakan untuk
mempengaruhi perilaku, dan bagaimana mengatasi resistensi itu.
Ruang lingkup akuntansi keperilakuan pada penelitian ini adalah
bagaimana kompleksitas tugas yang dihadapi oleh auditor dapat mempengaruhi
pertimbangan serta pengambilan keputusan audit. Banyak faktor yang
mempengaruhi kinerja seorang auditor dalam pembuatan audit judgment, baik
bersifat teknis ataupun non teknis. Salah satu faktor yang banyak mempengaruhi
pembuatan audit judgment adalah perilaku individu (Nadhiroh, 2010)
