Menurut Arfan Iksan (2008: 57) persepsi adalah bagaimana orangorang melihat atau menginterpretasikan peristiwa, objek, serta manusia. Orangorang bertindak atas dasar persepsi mereka dengan mengabaikan apakah persepsi itu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya. Menurut Muhammad Ishak (2008: 57) dalam kamus besar indonesia (1995) mendefinisikan persepsi sebagai tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu, atau sebuah proses dalam diri seseorang untuk mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Sedangkan dalam lingkup yang lebih luas, persepsi merupakan suatu proses yang melibatkan pengetahuan-pengetahuan sebelumnya dalam memperoleh dan mengintepretasikan stimulus yang ditunjukan oleh panca indra. Persepsi memberikan makna pada stimuli (sensor stimuli). Persepsi juga merupakan pengalaman tentang objek atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Meskipun demikian, karena persepsi tentang objek atau peristiwa tersebut bergantung pada suatu kerangka ruang dan waktu, maka persepsi akan bersifat sangat subjektif dan situasional. Persepsi ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional. Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, dan pengalaman masa lalu. Faktor stuktural berasal dari sifat fisik dan dampak saraf yang ditimbulkan pada sistem saraf individu. Jadi persepsi dapat diartikan sebagai proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami setiap informasi tentang lingkungannya melalui panca indranya (melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan merasakan).
Menurut Robert & Angelo Kinicki (2014: 185) persepsi (Perception) adalah proses kognitif yang memungkinkan kita menginterpretasikan dan memahami lingkungan sekitar kita. Pengenalan atas hal-hal adalah satu dari fungsi utama. Robbins & Judge (2008) mendefinisikan persepsi sebagai proses dimana individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberi arti bagi lingkungan mereka. Sedangkan Robbins (2006) sendiri mengartikan persepsi sebagai proses yang digunakan individu untuk mengelola dan menafsirkan kesan indera mereka dalam rangka memberikan makna kepada lingkungan mereka. Persepsi juga dapat didefinisikan sebagai gambaran tentang suatu objek yang menjadi fokus permasalahan yang sedang dihadapi. Persepsi sangat tergantung pada faktor-faktor, antara lain individu yang membuat persepsi, situasi yang terjadi pada saat persepsi itu dirumuskan, serta gangguan-gangguan yang mempengaruhi dalam proses pembentukan persepsi (target). (Tampubolon, 2012) Lebih lanjut Tampubolon (2012) menjelaskan bahwa ada dua faktor yang ada dalam persepsi yaitu:
1. Faktor Individu Individu dalam membuat suatu persepsi akan dilatarbelakangi oleh : kemampuan individu untuk mempelajari sesuatu (attitude), motivasi individu untuk membuat persepsi tentang sesuatu tersebut, kepentingan individu terhadap sesuatu yang dipersiapkan, pengalaman individu dalam menyusun persepsi, dan harapan individu dalam menentukan persepsi tersebut. 2. Faktor Situasi Situasi dalam menyusun suatu persepsi ditentukan oleh : momen yang tepat, bangunan atau struktur dari objek yang dipersepsikan dan kebiasaan yang berlaku dalam sosial masyarakat dalam merumuskan persepsi. Persepsi didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan sebuah proses seseorang didalam mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Uma (2013:220), persepsi (perception) adalah suatu proses yang diawali sebuah penginderaan. Penginderaan merupakan sebuah stimulus yang diperoleh individu dari alat indera yang merupakan alat reseptor. Persepsi merupakan stimulus yang diinderakan, diorganisasikan dan diinterpretasikan sehingga individu mengetahui apa yang diinderakan. Terdapat dua faktor yang berpengaruh terhadap persepsi, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor yang berasal dari dalam diri seorang individu adalah faktor internal misalnya fisiologis, perhatian, minat, kebutuhan yang searah, pengalaman dan ingatan, dan suasana hati. Sedangkan faktor eksternal yaitu karakteristik dari lingkungan dan objek – objek yang terlibat di dalamnya misalnya ukuran dan penempatan dari objek atau stimulus, warna dari objek – objke, keunikan, intensitas, dan gerakan (Uma, 2013:224).
Faktor internal yang mempengaruhi persepsi seseorang adalah kemampuan kognitif, kemampuan afektif, dan kemampuan konoatif. Jika tingkat pengetahuan manusia tersebut dikaitkan dengan konsep moral maka kemampuan kognitif setingkat dengan moral perception, kemampuan afektif setingkat dengan moral judgement dan kemampuan konatif setingkat dengan moral intention. Kemampuan kognitif dan afektif dapat diasah melalui proses pembelajaran, sedangkan kemampuan konatif tumbuh dari dirinya sendiri sesuai dengan tingkat kesadaran dan kemauannya. Persepsi menurut Kotler (2006) adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi dan mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Faktor utama dalam persepsi yaitu: 1. Stimulus faktor Yaitu faktor yang merupakan sifat fisik suatu obyek seperti ukuran, warna dan ketajaman. 2. Individual faktor. Yaitu faktor yang merupakan sifat-sifat individual yang tidak hanya meliputi proses, tetapi juga pengalaman diwaktu yang lampau pada hal yang sama. Dalam keadaan yang sama, persepsi seseorang terhadap produk dapat berbeda dengan persepsi orang lain. Persepsi adalah proses memberikan makna pada stimulus indrawi. Seseorang melakukan suatu tindakan berdasarkan persepsi yang dimilikinya, sebagai akibatnya kualitas tindakan seseorang sangat tergantung pada ketepatannya dalam mempersepsikan suatu realitas.
Baron & Greenberg dalam Kustono (2001) mendefinisikan persepsi sebagai proses di mana seseorang memilih, mengorganisasi dan menginterpretasi sesuatu dengan senses untuk memahami apa-apa yang ada di sekitarnya. Elemen pembentuk persepsi, yaitu: 1. Informasi : dapat berupa benda fisik dan ada juga yang abstrak. 2. Rangsangan : rangsangan mendorong pikiran untuk menangkap dan mengolah informasi tersebut. 3. Proses pengolahan informasi : informasi yang diperoleh kemudian diolah untuk dikenali dan dimaknai. Proses ini meliputi pengorganisasian, penafsiran dan pengungkapan makna. Persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Pearson (1992) menyatakan bahwa perbedaan persepsi disebabkan karenabeberapa faktor berikut : 1. Faktor fisiologis, yaitu: tinggi, berat, gender, panca indra dan rasa lapar 2. Pengalaman dan peranan, yaitu apa yang telah dialami di masa lalu dan peranan seseorang yang diajak bicara. 3. Budaya, merupakan suatu sistem kepercayaan, nilai, kebiasaan dan perilaku yang digunakan dalam masyarakat tertentu. 4. Perasaan dan keadaan, misalnya hari baik atau buruk, menyenangkan atau tidak menyenangkan. Perbedaan persepsi terhadap suatu hal dari individu atau kelompok yang berbeda dapat menimbulkan masalah. Hal ini dikarenakan persepsi yang berbeda akan menimbulkan tindakan atau respon yang berbeda pula. Demikian 27 halnya pada apa yang dipersepsikan seorang individu dapat secara jelas berbeda dengan realitas yang terjadi dalam kenyataan
