Pengertian Optimisme (skripsi dan tesis)

Menurut Seligman (2008) optimisme masa depan adalah cara pandang individu terhadap keberhasilan dan kegagalan mereka yang berdasarkan explanatory style yang mengatribusikan kejadian-kejadian positif yang terjadi pada diri seseorang dengan sebab-sebab internal, permanen, dan pervasif. Seligman (2008) menginterpretasikan kejadian-kejadian buruk sebagai faktorfaktor yang sifatnya eksternal, temporal, dan situasi yang spesifik. Seregestrom (dalam Ghufron & Risnawita, 2012) berpendapat bahwa optimisme adalah cara berpikir yang positif dan realistis dalam memandang suatu masalah. Berpikir positif adalah berusaha mencapai hal terbaik dari keadaan terburuk. Optimisme dapat membantu meningkatkan kesehatan secara psikologis, memiliki perasaan yang baik, melakukan penyelesaian masalah dengan cara yang logis sehingga hal ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh juga. Optimisme adalah salah satu komponen psikologi positif yang dihubungkan dengan emosi positif dan perilaku positif yang menimbulkan kesehatan, hidup yang bebas stress, hubungan sosial dan fungsi sosial yang baik (Daraei & Ghaderi, 2012). Menurut Goleman (2000) optimisme merupakan sikap yang menopang individu agar jangan sampai terjatuh kedalam kemasabodohan, keputusasaan, ataupun mengalami depresi ketika individu mengalami kesulitan. Menurut Scheier dan Carver (1985) optimisme merupakan keyakinan seorang individu untuk mendapatkan hasil yang positif mengenai sesuatu tujuan di masa depan, dimana  individu tersebut dapat bertahan menghadapi masalah yang terjadi dan meyakini bahwa akan ada hasil positif yang didapatkan melalui masalah tersebut. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa optimisme adalah sikap positif dalam memandang suatu peristiwa atau masalah dimasa depan