Pengertian Adversity Quotient (skripsi dan tesis)

Adversity Quotient (AQ) adalah kecerdasan mengubah hambatan menjadi peluang kesuksesan (Stoltz, 2004). Sukses tidaknya seorang individu dalam pekerjaan maupun kehidupannya ditentukan oleh AQ. AQ dapat memberitahukan seberapa jauh individu mampu bertahan menghadapi kesulitan dan kemampuan untuk mengatasinya, siapa yang akan mampu mengatasi kesulitan dan siapa yang akan hancur, siapa yang akan melampui harapan atas kinerja dan potensi mereka serta siapa yang akan gagal, dan siapa yang akan menyerah dan siapa yang akan bertahan. Menurut Phoolka dan Kaur (2012), AQ merupakan kemampuan seseorang dalam mengatasi kesulitan dan hambatan dalam hidupnya. AQ mampu memprediksi bagaimana reaksi individu dalam menghadapi situasi sulit.

AQ juga dapat memprediksi individu yang tahan banting dan tekun juga dapat meningkatkan efektivitas dalam tim, hubungan, keluarga, komunitas, budaya, masyarakat, dan juga dalam organisasi. Vinas dan Malabanan (2015) menyatakan bahwa AQ mengukur bagaimana seseorang melihat dan menghadapi tantangan. AQ juga mengukur kemampuan untuk bersikap mengatasi situasi yang sulit. Individu yang tidak mampu mengatasi kesulitan dapat menjadi kewalahan dan emosional dengan mudah, lalu menyendiri, berhenti berusaha dan berhenti belajar. Nashori (dalam Noprianti, 2015) berpendapat bahwa AQ merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan kecerdasannya untuk mengarahkan, mengubah cara berpikir dan tindakannya ketika menghadapi hambatan dan kesulitan yang bisa menyengsarakan dirinya.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Adversity Quotient adalah kemampuan individu dalam mengatasi, menghadapi, dan memahami segala kesulitan dan permasalahan dalam hidupnya untuk meraih kesuksesan