Pengertian Komitmen Manajemen Puncak (skripsi dan tesis)

Menurut O’Reilly and Chatman (2006) menyatakan tentang komitmen manajemen puncak sebagai berikut : “Commitment more broadly as a psychological state of attachment that defines the relationship between a person and an entity”. Menurut Dominic Cooper (2006:2) menyatakan tentang komitmen manajemen puncak sebagai berikut : “Management commitment is defined as enganging in and maintain behaviours that help others achieve a goal”. Menurut ISO 9000 komitmen manajemen puncak adalah : “Tanggung jawab manajemen perusahaan untuk menetapkan sasaran objective yang strategis dan sasaran mutu manajemen harus memiliki komitmen dalam penerapannya”. Selanjutnya definisi menurut Wilkinson, A., Redman, T. and Snape yang dikutif oleh Keith Goffin and Marek Szwejczewski (2006): “Top management commitment is recognized by all quality „gurus‟ as being an essential precondition for the success of quality management” and “having recognized the need for Quality Improvement, the first objective is to secure management commitment”. 9 Menurut Kinball et al, (2008) adalah : “The most important criteria for assessment. This is because having strong management backing will help overcome shortcomings elsewhere in the project”. Sedangkan pengertian komitmen manajemen puncak menurut Brown (2006) menyatakan bahwa : “This relationship can be viewed in terms of depth (strength), focus and terms, which are common in all types and forms of commitments”. Menurut Kerstin V.Siakasi and Elli Georgiadou (2007): “Management commitment and leadership are the driving factors for motivating employees to strive for continous process improvement”. Dari pengertian-pengertian yang terdapat di atas maka penulis menyimpulkan bahwa komitmen manajemen puncak itu adalah prasyarat penting bagi keberhasilan manajemen untuk peningkatan mutu.Selain itu merupakan faktor pendorong untuk memotivasi karyawan agar berupaya meningkatkan kualitas proses yang berkesinambungan. Dengan tujuan membantu mengatasi kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan suatu tugas atau proyek tertentu. Selain itu komitmen manajemen puncak juga harus terlibat langsung dan mempertahankan kinerja yang lain untuk membantu mencapai tujuan. Komitmen manajemen puncak adalah partisipasi secara langsung oleh manajemen baik top maupun middle pada aspek penting tertentu dari organisasi, Business Dictionary (2010). Menurut Dominic Cooper (2006) ,dalam manajemen mutu itu meliputi : 10 1. Setting up and serving on a quality committee (Pengaturan dan melayani pada kualitas komite) 2. Formulating and establishing quality policies and objectives (Merumuskan dan menetapkan kebijakan mutu dan sasaran) 3. Providing resources and training (Menyediakan sumber daya dan pelatihan) 4. Overseeing implementation at all levels of the organization Mengawasi pelaksanaan di semua tingkat organisasi), dan 5. Evaluating and revising the policy in light of results achieved (Mengevaluasi dan merevisi kebijakan dalam terang hasil yang dicapai)