Personal branding yang dibangun oleh para selebgram dilakukan dengan cara mengelola akun Instagram milik mereka. Pengelolaan akun Instagram ini
dilakukan dengan cara yang strategis, konsisten, serta efektif, seperti yang dikatakan oleh Rampersad. Karena yang dijual selebgram adalah cerminan sosok dirinya yang ia tampilkan melalui akun Instagram, maka pengelolaan akun menjadi sangat penting untuk membangun sebuah personal branding yang kuat bagi selebgram tersebut.
Pengelolaan akun ini dilakukan mulai dari konten yag diunggah, dengan cara memilih foto dan video seperti apa yang akan diunggah. Momen, gaya berpakaian, make up, tempat, aksesoris, filter, dan hal lain yang digunakan oleh selebgram dalam setiap foto dan video yang ia unggah haruslah sesuai dengan personal branding yang sedang berusaha ia bangun. Foto dan video tersebut kemudian didukung dengan caption yang ia tulis dalam setiap unggahannya. Karena tulisan tersebut juga dapat menggambarkan dan membangun persepsi orang lain yang melihat unggahan tersebut. Selain itu, frekuensi atau banyaknya foto dan video yang diunggah ke akun Instagram juga menjadi salah satu faktor yang mendukung, dengan tujuan agar selebgram tersebut terus terlihat atau update di mata pengikutnya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Syahida dan Qorib (2017) ditemukan bahwa sosok selebgram itu sendiri yang memiliki peran penting dalam membangun persepsi publik. Oleh karena itu, selebgram mengelola akun Instagramnya dengan cara menentukan topik, konten, dan pesan yang ingin disampaikan oleh selebgram tersebut yang sekiranya dapat menarik perhatian dan bahkan memengaruhi publik. Selain itu, pesan yang disampaikan tersebut juga sekaligus menggambarkan citra dan berusaha menciptakan kredibilitas dari sosok selebgram tersebut. Dengan mengelola akun Instagram miliknya, para selebgram secara tidak langsung tengah melakukan kegiatan e-public relations. Menurut Nova (2009), tujuan kegiatan public relations modern adalah membangun kegiatan komunikasi yang mempersentasikan citra perusahaan di mata publik.
Guna memasarkan dirinya sebagai produk dalam bidang jasa, selebgram secara otomatis menjadi PR bagi dirinya sendiri. Karena ranah kerja dan pasar selebgram adalah media sosial Instagram, maka seorang selebgram mengelola akun Instagramnya sebagai bentuk kegiatan cyber PR disamping upaya membangun personal branding. Dalam mengelola akun Instagram, terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan oleh para selebgram, yaitu analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threats) dan STP (segmenting, targeting, positioning).
Menurut Jogiyanto (2005), SWOT digunakan untuk mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari sumber-sumber daya yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan dan kesempatan-kesempatan eksternal serta tantangan-tantangan yang dihadapi. Dalam bisnis, masing-masing perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda. Kekuatan dan kelemahan internal yang dimiliki digabungkan dengan kesempatan dan tantangan eksternal serta pernyataan misi yang jelas menjadi dasar untuk menetapkan tujuan dan strategi yang akan digunakan. Tujuan dan strategi tersebut memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan (Fred, 2008). Dalam hal ini, para selebgram dalam menjalakan strategi untuk mengelola akunnya haruslah terlebih dahulu
21
menganalisis SWOT yang ia miliki agar tujuan dan strategi yang digunakan efektif dan efisien.
Strength (kekuatan), keunggulan apa yang dimiliki oleh seorang selebgram yang ia tampilkan melalui akun Instagram miliknya. Misal, kecantikan, style fashion, prestasi, pemikiran, konten kreatid, dan sebagainya. Weakness (kelemahan), keterbatasan atau kekurangan yang terdapat pada akun Instagram selebgram tersebut yang dapat menghambat atau membuat jumlah audiens menurun. Opportunity (peluang), situasi penting yang menguntungkan selebgram yang terdapat pada lingkungan sekitar selebgram tersebut. Dan yang terakhir adalah Threats (ancaman), sbukan hanya situasi yang dapat menguntungkan, tetapi selebgram juga harus pandai membaca situasi di lingkungan sekitarnya yang dapat merugikan dirinya (Fred, 2008). Jika selebgram sudah melakukan analisis tersebut, maka ia akan memperoleh hasil berupa informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dari pokok persoalan internal dan eksternal seperti yang dikatakan oleh Ferel dan Harline (2005).
Selain itu, selebgram juga harus melakukan STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dalam mengelola akun Instagram miliknya. Dalam dunia kehumasan atau public relation STP merupakan kegiatan yang harus dilakukan dalam penerapan strategi komunikasi humas. Segmenting menurut Tjiptono dan Candra (2012:150) adalah proses mengelompokkan pasar keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok-kelompok atau segmen-segmen yang memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan, keinginan, perilaku, dan atau respon terhadap program pemasaran spesifik. Selebgram harus bisa melihat dan mengelompokkan audiens yang ada di Instagram berdasarkan dengan faktor-faktor yang disebutkan tadi. Targeting menurut Kotler dan Amstrong (2008) adalah sekelompok pembeli yang memiliki kebutuhan atau karakteristik yang sama yang menjadi tujuan promosi perusahaan. Dalam hal ini selebgram harus menyasar kepada audiens di Instagram yang memiliki ketertarikan yang sama dengan apa yang ia unggah. Serta positioning, pada tahap ini selebgram bukan lagi hanya sekedar menawarkan dirinya atau jasanya sebagai produk, tetapi yang ditawarkan adalah sebuah nilai. Hal ini dilakukan untuk membuat sosok yang ditampilkan dalam akun Instagram tertanam dengan sebagai sebuah citra dalam benak audiens dengan segmen tertentu. Hal tersebut diwujudkan dengan cara membangun komunikasi yang baik dengan audiens sehingga dapat tercipta hubungan yang positif.
Dengan demikian, dalam penelitian ini peneliti ingin melihat bagaimana dan cara apa saja yang dilakukan oleh para selebgram di Kota Pandeglang dalam membangun sebuah personal branding yang mereka harapkan. Tentu saja dengan memperhatikan strategi pengelolaan akun Instagram para selebgram tersebut. Serta mengetahui bagaimana analisis SWOT dan penerapan STP dari masing-masing akun Instagram selebgram yang diteliti.
