Untuk memahami pengertian SDM perlu dibedakan antara pengertiannya
secara makro dan mikro. Pengertian SDM secara makro adalah semua manusia sebagai penduduk atau warga negara suatu negara atau dalam satu batas wilayah tertentu yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang sudah maupun belum memperoleh pekerjaan (lapangan kerja). Disamping itu SDM secara makro berarti juga penduduk yang berada dalam usia produktif, meskipun karena berbagai sebab dan masalah masih terdapat yang belum produktif karena belum memasuki lapangan kerja yang terdapat di masyarakatnya.
SDM dalam arti mikro secara sederhana adalah manusia atau orang yang
bekerja atau menjadi anggota suatu organisasi yang disebut personil, pegawai,
karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain-lain. Manusia sebagai tenaga kerja
merupakan inti atau menjadi asset setiap perusahaan, karena manusialah yang
akan menentukan peranan sumber daya lainnya yang diikutsertakan dalam proses produksi. Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen, dimana manajemen sumber daya manusia ini menitik beratkan perhatiannya pada masalah-masalah manusia dalam hubungan kerja dengan tugas-tugasnya tanpa mengabaikan faktor-faktor produksi lainnya, sehingga manajemen sumber daya manusia diartikan sebagai pendayagunaan, penilaian, pemberian balas jasa dan pengelolaan terhadap setiap individu anggota organisasi.
Tugas manajemen yang paling penting adalah mengatur dan mengelola
faktor manusia seoptimal mungkin agar dapat diperoleh hasil yang efektif dan
efisien dengan jalan menyusun, mengembangkan dan melaksanakan program
pembangunan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Manajemen yang khusus untuk menangani dan mengelola unsur manusia disebut manajemen sumber daya manusia. Dengan mempelajari dan menerapkan manajemen sumber daya manusia diharapkan tujuan organisasi dapat tercapai dengan secara efisien dan efektif.
Jadi manajemen sumber daya manusia mengandung arti pengakuan
terhadap pentingnya peran manusia pada organisasi sebagai sumber daya yang vital dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi, pemanfaatan berbagai fungsi dan kegiatan personalia untuk menjamin bahwa mereka digunakan secara efektif dan efisien agar dapat bermanfaat bagi individu, organisasi/perusahaan dan masyarakat.
Terdapat banyak definisi atau pengertian tentang manajemen sumber daya
manusia yang ditulis beberapa ahli manajemen yang pada dasarnya memiliki
kesimpulan yang serupa. Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu manajemen yang menitik beratkan perhatiannya terhadap masalah yang
berhubungan dengan kepegawaian dalam suatu organisasi perusahaan. Untuk
memperjelas pengertian manajemen sumber daya manusia, penulis
mengemukakan pendapat dari para ahli.
Ahmad S. Ruky (2014:4) menyebutkan sumber daya manusia diartikan
sebagai sumber dari kekuatan yang berasal dari manusia-manusia yang dapat
didayagunakan oleh organisasi. Komponen SDM tidak terlepas dari apa yang
disebut proses pemberdayaan dan pendayagunaan. Sehingga serangkaian aktivitas tertumpu pada pemanfaatan SDM yang optimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), menurut Gerry Dessler dalam Suprano Eko Widowo (2015:2) berpendapat manajemen Sumber Daya Manusia adalah Proses memperoleh, melatih, menilai, dan memberikan kompensasi kepada karyawan, memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan masalah keadilan.
Berdasarkan definisi para ahli manajemen sumber daya manusia di
atasdapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu
proses kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk memperoleh,
mempertahankan dan mengembangkan tenaga kerja, baik dari segi kualitas
maupun kuantitas dengan memperhatikan sifat dan hakekat manusia sebagai
anggota organisasi bersangkutan secara tepat dan efisien atau dengan kata lain keberhasilan pengelolaan suatu organisasi beserta aktivitasnya sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia. Jadi pada dasarnya, manajemen sumber daya manusia lebih memfokuskan pembahasannya mengenai peranan manusia dalam mewujudkan tujuan yang optimal. Semua itu dilakukan dengan tujuan agar segala sesuatu yang dihasilkan mendapatkan hasil yang baik dan menguntungkan semua pihak
