Pengaruh Kepemilikan Intitusional terhadap Kebijakan Hutang (skripsi dan tesis)

(skripsi dan tesis)

Adanya kepemilikan saham institusional akan mendorong
peningkatan pengawasan yang lebih optimal (Faisal, 2002 dalam Murni
dan Andriana, 2007). Mekanisme monitoring ini akan meningkatkan
kemakmuran pemegang saham. Signifikan sebagai agen pengawas
ditingkatkan melalui investasi mereka yang cukup besar dalam pasar
modal. Peningkatan aktivitas institusional investor ini juga didukung oleh
usaha untuk meningkatkan tanggung jawab insiders.
Berdasarkan Agency Theory yang menjelaskan suatu hubungan atau
kontak antara pemegang saham (prancipal) dan manajer (agent), maka
dapat dilihat kekuatan pada kepemilikan institusional. Kepemilikan
institusional juga bertindak sebagai pihak yang memonitor perusahaan.
Semakin besar kepemilikan oleh institusional maka akan semakin besar
kekuatan suara dalam upaya peningkatan nilai perusahaan dan
kemakmuran pemegang saham. Wewenang yang dimiliki oleh institusional
lebih besar dibanding kelompok lain, sehingga mereka cenderung dapat
menekan pengugunaan dana eksternal di sebuah perusahaan yaitu hutang.