Struktur modal merupakan perbandingan atau proporsi dari total
hutang dengan modal sendiri dalam perusahaan. Menurut Neil Seitz (1999)
dalam Fajar Niasti Pasaribu (2009) struktur modal merupakan gabungan dari
sumber hutang jangka panjang yang meliputi hutang, saham biasa, dan saham
umum. Hal senada juga diungkapkan oleh Ross bahwa struktur modal adalah
gabungan dari hutang jangka panjang dan sekuritas yang diapakai perusahaan
untuk membiayai kegiatan operasionalnya. Sedangkan menurut Wild et al,
(2005) dalam Fajar Niasti Pasaribu (2009) struktur modal merupakan
komposisi pendanaan antara ekuitas (pendanaan sendiri) dan utang pada suatu perusahaan. Keputusan pendanaan perusahaan merupakan salah satu aspek yang berpengaruh dalam menciptakan nilai bagi perusahaan. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk membuat kebijakan pendanaan yang tepat.
Salah satu langkah yang diambil perusahaan adalah dengan memiliki
manajemen keuangan. Tanggung jawab utama seorang manajer keuangan
(financial manager) dalam suatu perusahaan adalah merencanakan sumber
dan penggunaan dana untuk memaksimalkan nilai perusahaan (the value of
the firm). Keputusan manajemen keuangan terdiri dari 3 bagian yaitu:
a. Keputusan Investasi yang terdapat pada sisi kiri dari neraca.
Manajemen keuangan berperan dalam menentukan jenis aset apa yang
akan diinvestasikan oleh perusahaan.
b. Keputusan Pendanaan yang terdapat pada sisi kanan dari neraca yang
terdiri dari kewajiban dan sekuritas. Manajemen keuangan
berperanuntuk menentukan bagaimana perusahaan mendapatkan modal
yang dipakai untuk membiayai investasi perusahaan.
c. Keputusan Manajerial yang meliputi keputusan investasi dan pendanaan
perusahaan dari hari-ke-hari seperti seberapa besar ukuran perusahaan
atauseberapa cepat pertumbuhan perusahaan.
Dengan demikian manajemen keuangan ini dapat memastikan bahwa
perusahaan didanai dengan biaya modal paling rendah dan investor yakin
mereka menanamkan uangnya di pasar modal dengan adanya jaminan
hasil maksimal pada tingkat risiko yang paling kecil serta, pembuat
kebijakan publik dapat membuat peraturan dan pajak yang meningkatkan
output secara keseluruhan dengan tingkat risiko terkecil. Dengan
meniadakan kondisi pasar tidak sempurna, struktur modal yang optimal
akan meminimalkan biaya rata–rata modal. Oleh karena itu dalam
mencari struktur modal yang optimal, sangat penting untuk
mempertimbangkan tingkat suku bunga, tingkat pajak, biaya
kebangkrutan, agency relation dan asimetrik informasi antara manajer
dan investor.
Keputusan struktur modal berkaitan dengan pemilihan sumber dana
baik yang berasal dari dalam maupun dari luar, sangat mempengaruhi nilai
perusahaan. Sumber dana perusahaan dari internal berasal dari laba
ditahan. Dana yang diperoleh dari sumber eksternal adalah dana yang
berasal dari para kreditur dan pemilik perusahaan. Pemenuhan kebutuhan
dana yang berasal dari kreditur merupakan utang bagi perusahaan.Berikut
ini merupakan sumber utama dari dana yang dapat dipakai untuk
melaksanakan kegiatan perusahaan:
a. Dana dari dalam perusahaan (sumber dana internal)
Dana yang berasal dari dalam perusahaan adalah dana atau funds
yang berbentuk atau dihasilkan di dalam perusahaan. Dana yang berasal
dari dalam perusahaan terdiri dari berbagai jenis antara lain :
1) Keuntungan yang ditahan
2) Penyusutan
3) Saham pemilik
b. Dana dari luar perusahaan (sumber dana eksternal)
Dana yang berasal dari luar perusahaan terdiri dari 2 golongan, yaitu:
1) Sumber dana jangka pendek ini diperoleh antara lain dari kredit
dagang, kredit bank, surat-surat berharga, hutang jangka panjang
yang segera jatuh tempo, biaya yang masih harus dibayar,
penghasilan yang diterima dimuka.
2) Sumber dana jangka panjang ini diperoleh antara lain dari pinjaman
obligasi, pinjaman hipotek.
