Utang merupakan kewajiban yang timbul dari peristiwa atau transaksi
masa lalu yang berimplikasi pada pengeluaran di masa yang akan datang,
dimana utangdapat digunakan sebagai suntikan dana atau tambahan modal
bagi perusahaan (Murhadi, 2013). Utang dibagi menjadi dua, yaitu utang
jangka pendek (utang lancar) dan utang jangka panjang. Besarnya tingkat
utang akanmembuat perusahaan meningkatkan kinerja yang baik dari
perusahaan di mata investor dan kreditorsehingga persistensi labajuga
akansemakin besar. Dengan kinerja yang baik maka diharapkan pihak
eksternal perusahaan tetap memiliki kepercayaan pada perusahaan sehingga
pihak eksternal mau bekerjasama atau membuat suatu kontrak kesepakatan
dengan perusahaan berkaitan dengan dana. Hasil penelitian Fanani (2010)
menunjukkan bahwa tingkat utang berpengaruh positif dan signifikan
terhadap persistensi laba, sedangkan hasil penelitian Barus (2014)
menunjukkan bahwa tingkat utang tidak berpengaruh signifikan terhadap
persistensi laba
