Desain penelitian ini terdapat dua kali pengukuran dengan satu kali perlakuan.
Pengukuran pertama dilakukan sebelum perlakuan diberikan, dan pengukuran data kedua dilakukan sesudah perlakuan dilaksanakan. Desain ini merupakan perbaikan terhadap desain sebelumnya. Misalnya, percobaan
dilakukan pada kelompok-kelompok ibu hamil untuk melihat kebaikan sistem
pengelolaan ibu hamil melalui pendampingan. Pemberian tablet Fe merupakan suatu perlakuan X. Pertama-tama diukur rerata kadar Hb Ibu hamil melalui pemeriksaan darah sebelum diberi perlakuan. Sesudah perlakuan (pemberian tablet Fe) dilaksanakan, kemudian diukur lagi kadar Hbnya. Kemudian dibuat perbandingan antara rerata Hb sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat pengaruh pemberian kadar Fe.
Kelemahan:
Validitas internal masih dirasakan relatif kurang. Tidak ada jaminan yang menyatakan bahwa perbedaan rerata kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah perlakuan selalu disebabkan oleh pemberian tablet Fe.
Desain ini menghasilkan banyak error, antara lain error yang disebabkan oleh: efek testing, pengaruh instrumen (alat tes Hb), error history, bias pemilihan, dan error regresi.
Efek testing adalah error yang disebabkan karena berubahnya motivasi ibu hamil setelah dites pertama kali sebelum perlakuan sehingga pola makan dapat berubah sebelum atau selama perlakuan. Pengaruh instrumen, artinya error yang disebabkan karena jenis keakuratan dan presisi dari alat tes Hb. Error history dapat terjadi karena subjek berubah misalnya menjadi lebih mampu secara ekonomi atau akses gizi. Bias pemilihan terjadi karena ada subjek penelitian yang drop out sehingga tidak dapat mengikuti tes.
Keuntungan:
Karena adanya pretest sebelum dikenakan perlakuan, dan adanya post-test sesudah perlakuan diberikan, maka dapat dibuat perbandingan terhadap kadar Hb Ibu hamil dari kelompok percobaan yang sama. Bias variabel pemilihan subjek penelitian, dapat dihilangkan dengan menjamin bahwa kedua tes tersebut adalah semua anggota unit percobaan.
