Pengaruh Kepercayaan terhadap Loyalitas Nasabah (skripsi dan tesis)

Timbulnya kepercayaan karena hasil dari keandalan yang ditunjukkan melalui sikap seperti konsistensi, kompeten, adil, tanggung jawab, suka menolong dan memiliki kepedulian. Dalam konteks hubungan perusahaan dan terhadap loyalitas, kepercayaan timbul ketika perusahaan dapat menunjukkan kemampuan, keahlian, dan kehandalannya. Menurut Rahmani-Nejad, L., et.,al (2014 : 263) seperti dengan kesetiaan, kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis khusus yang hanya dapat terjadi dalam hubungan tertentu. Ketika seorang pelanggan percayaan, pelanggan memiliki keyakinan dalam kualitas layanan dan kualitas produk organisasi. Pelanggan yang mempercayai sebuah produk jasa lebih cenderung menjadi setia kepada perusahaan menunjukkan bahwa prasyarat kepercayaan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Menurut Adi Wahyu et.,al (2013 : 3) kesetiaan konsumen akan timbul bila ada kepercayaan dari konsumen terhadap merek produk sehingga ada komunikasi dan interaksi diantaranya konsumennya yaitu membicarakan produk tersebut.
 Hubungan antara kepercayaan dengan loyalitas pelanggan yaitu, semakin tinggi kepercayaan konsumen terhadap produk, maka akan semakin tinggi pula tingkat kesetiaan konsumen pada suatu merek. Pernyataan tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Fadjar (2008) (dalam Adi Wahyu et.,al (2013 : 3) bahwa kepercayaan produk berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen dalam menggunakan merek. Menurut Moh. Muzahid et.,al (2009 : 28) sejumlah peneliti telah menganjurkan kepercayaan adalah mendasar dalam membangun kesetian konsumen. Pentingnya kepercayaan dalam menjelaskan kesetiaan juga didukung oleh penulis seperti Lim dan Razzaque (1997), Garbarino dan Johnson (1999) (dalam Moh. Muzahid et.,al (2009 : 28)) bahwa di pasar dengan alternatif cocok kurangnya kepercayaan mungkin menyebabkan negatif kesetiaan konsumen