Menurut Kotler (2009), citra merek adalah seperangkat keyakinan ide dan kesan yang terbentuk oleh seseorang terhadap suatu objek. Image atau citra sendiri adalah suatu gambaran, penyerupaan kesan utama atau garis besar bahkan bayangan yang dimiliki oleh seseorang tentang sesuatu. Oleh karena itu citra atau image dapat dipertahankan, adapun indikator citra merek diantaranya citra merek yang lebih unggul, prestige, citra merek yang terpercaya. Menurut Hossain (2000) yakni persepsi konsumen (bagaimana mereka memandangnya) tentang suatu merek, yang tidak serupa dengan identitas merek. Pada saat ini persaingan semakin kompetitif, selain harga dan kualitas produk citra merek juga menjadi faktor penting yang dapat di jadikan sebagai senjata untuk memenangkan persaingan. Bukan sekedar logo, nama dan simbol melainkan sebuah karakter nilai yang di tawarkan melalui sebuah produk atau jasa kepada konsumen (Kertajaya, 2004). Menurut Sciffman dan Kanuk (2004) terdapat beberapa faktor pembentuk citra merek, yaitu kualitas dan mutu, dapat dipercaya dan diandalkan, kegunaan atau manfaat suatu produk, pelayanan untuk konsumen, besar kecil risiko yang mungkin dialami, persepsi harga, dan citra yang dimiliki oleh merek itu sendiri. Reputasi juga di jadikan sebagai tolak ukur seorang pelanggan melakukan penilaian terhadap sebuah produk yang akan di belinya (Brock dan Donald, 1997). Merek merupakan atribut yang memberikan manfaat non materiil, yaitu kepuasan emosional, terdiri dari variabel : mempertimbangkan merek sebelum membeli produk, memilih merk produk tertentu, hingga memilih produk yang terkenal.
