Menurut Robbins (2012: 14), budaya adalah seperangkat nilai-nilai yang dipelaja- ri, diyakini, memiliki standar pengetahuan, moral, hukum, dan perilaku yang disampai- kan oleh individu, organisasi atau masyarakat untuk bertindak sesuai kebiasaan dasar dalam memandang dirinya. Kostova dan Roth (2002: 215-233), me- nyatakan organisasi adalah sekumpulan lebih dari satu orang yang melakukan kerja- sama berdasarkan kepentingan dan tujuan yang ingin dicapai. Glynn (2000: 285-298), menyatakan budaya organisasi adalah se- kumpulan ideologi, simbol, dan nilai inti yang kompleks dalam mempengaruhi cara pandang organisasi. Marcoulides dan Heck (1993: 209-255), menyatakan budaya organisasi mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pencapaian kinerja individu dan organisasi. Realitas yang terlihat individu yang sensitif ter- hadap kemajuan berupaya untuk me- ningkatkan kemampuan kerjanya, dengan mengembangkan kebebasan kreasi kerja untuk optimalisasi kerja, individu memiliki keberanian mengembangkan peluang kerja untuk meraih prestasi kerja dan terus melakukan transparansi kerja yang lebih profesional.
