Setiap pengelompokan terhadap objek apa pun harus memiliki dasar untuk
mengelompokkan. Kalau ada sekumpulan orang, kita mudah melakukan pengelompokan
berdasarkan jenis kelamin, hasilnya dua kelompok: pria dan wanita. Dalam
pengelompokan ini, dasar atau variabel yang digunakan adalah jenis kelamin.
Pengelompokan dengan memakai hanya satu variabel umumnya tidak memuaskan karena
tidak menggambarkan profil kelompok secara jelas. Jadi, agar profil kelompok lebih jelas,
kita dapat menambahkan variabel-variabel lain, misalnya usia, tingkat pendi-dikan,
pekerjaan, status perkawinan, dan lain-lain.
Sayangnya, dalam analisis cluster, pemilihan variabel-variabel yang dilibatkan tidak boleh
sembarangan. Aturan pertama, dengan variabel-variabel yang dilibatkan, peneliti dapat
membentuk kelompok-kelompok, yang bermanfaat dari segi bisnis maupun ilmu
pengetahuan. Tidak ada gunanya melakukan pengelompokan kalau hasilnya tidak
memberikan manfaat.
Dalam pemasaran, misalnya, tujuan dari segmentasi pasar adalah untuk mengenal
segmen-segmen yang efektif, sehingga perusahaan dapat memilih satu, beberapa atau
semua segmen sebagai pasar sasaran. Kalau tidak sesuai dengan sasaran peneliti,
penge-lompokan tidak berguna.
Aturan kedua, pilih variabel-variabel yang betul-betul dapat memberikan gambaran
tentang persamaan dalam kelompok dan perbedaan antar-kelompok. Kalau dalam sebuah
variabel level semua objek sama (extremely homogenous), maka variabel tersebut jangan
dipakai. Misalnya, kalau dalam sebuah populasi semua orang berusia 20 tahun, jangan
lagi libatkan variabel ‘usia’ untuk mengelompokkan populasi tersebut.
Sebuah variabel yang betul-betul tidak pernah sama di antara objek-objek (extremely
heterogenous), atau yang selalu berbeda dari objek yang satu dengan objek lainnya, juga
tidak bisa dipakai. Sebab, variabel demikian tidak akan pernah berkontribusi terhadap
kesamaan (similarity) yang dipakai sebagai dasar untuk melakukan pengelompokan
subjek.
Tujuan Dasar Cluster (skripsi tesis dan disertasi)
Tujuan utama analisis klaster adalah untuk menempatkan sekumpulan objek ke dalam dua
atau lebih grup berdasarkan kesamaan-kesamaan objek atas dasar berbagai karakteristik.
Melalui prinsip homogenitas grup, menurut Hair, et. al., terdapat tiga sasaran yang
tersedia bagi peneliti, yaitu:
1. Deskripsi taksonomi (taxonomy description). Ini merupakan sasaran tradisional analisis
klaster. Dengan taksonomi, kita mengelompokkan sekumpulan objek secara empiris.
Memang, analisis klaster telah dipakai untuk keperluan-keperluan pengelompokan.
Akan tetapi, kemampuannya tidak sebatas itu. Analisis klaster dapat pula dipakai untuk
memunculkan hipothesis tentang struktur objek-objek yang diteliti. Jadi, sekalipun
banyak dipandang sebagai alat analisis untuk keperluan eksploratori, analisis klaster
dapat pula dipakai untuk tujuan konfirmatori.
2. Simplikasi data (data simplication). Dengan taksonomi, memang kita peroleh grup.
Akan tetapi, berdasarkan struktur yang diperoleh, kita juga bisa menjelaskan profil
setiap grup berdasarkan karakteristik umum yang dimiliki. Kalau analisis faktor
menjelaskan “dimensi” yang mendasari sejumlah variabel, dengan analisis klaster, kita
juga melakukan hal yang sama, yaitu dimensi yang mendasari sejumlah observasi yang
berada pada suatu klaster. tentang hubungan antar observasi yang tidak mungkin diperoleh dengan menganalisis
observasi secara individu. Memang analisis diskriminan dapat digunakan untuk
mengetahui hubungan tersebut secara empiris. Bahkan, secara kualitatif hubungan
tersebut juga bisa diidentifikasi. Akan tetapi analisis klaster seringkali memperlihatkan
kesamaan-kesamaan maupun perbedaan-perbedaan yang tidak terdeteksi metodametoda
lain.
Desain Penelitian (skripsi tesis dan disertasi)
Desain merupakan suatu aspek perancangan yang penting dan
mesti diperhatikan dalam melaksanakan suatu penelitian. Desain
penelitian menuntun peneliti untuk mengikuti langkah-langkah
atau prosedur penelitian yang mesti diikuti dan tidak boleh melenceng
dari langkah-langkah atau prosedur tersebut. Apabila melenceng
dari langkah-langkah atau prosedur yang ada, maka konsistensi
penelitian tidak terwujud dan ini akan menyebabkan penelitian
yang baik tidak akan terwujud.
Dalam penelitian mixed methods research misalnya, Creswell
dan Clark (2005) berpendapat bahwa dalam penelitian mixed method
research khususnya explanatory design procedure, penelitian secara
khusus memberi penekanan yang lebih besar pada kaedah kuantitatif
dibanding kaedah kualitatif.
Sejalan dengan itu, King, Keohane dan Verba, (1994) menyatakan
pula bahwa dalam kaedah penelitian kuantitatif cenderung didasarkan
kepada ukuran berangka (numerical measurements) daripada
aspek gejala yang khusus; yang menggambarkan keadaan tertentu
untuk mencari gambaran umum atau untuk menguji hipotesis
yang terjadi. Kaedah penelitian kuantitatif berupaya untuk mencari
penjelasan dan prediksi yang akan digeneralisasikan kepada seseorang
dan suatu tempat yang lain. Bahkan King, Keohane dan
Verba (1994) dalam Thomas (2003) juga menyatakan bahwa kaedah
penelitian kuantitatif berupaya mencari pengukuran dan analisis
yang dapat diulangi oleh penelitian-penelitian yang lain.
Adapun dalam penelitian kualitatif, sebagaimana diungkapkan
oleh Denzin dan Lincoln (1994) menunjukkan bahwa kaedah penelitian
ini berupaya untuk memperjelas tentang interpretasi mengenai
lingkungan alamiah (natural setting), perasaan dan pandangan
responden ataupun menafsirkan gejala mereka. Karena itulah,
dalam kaedah penelitian kualitatif berupaya untuk mengumpulkan
materi yang dapat dijadikan studi kasus, pengalaman pribadi,
introspektif, cerita hidup dan sebagainya. Dengan kata lain, kaedah penelitian kualitatif ini berupaya untuk memahami kisah-kisah
pribadi dan cara mereka berinteraksi (Denzin dan Lincoln 1994)
dalam Thomas (2003). Sesuai dengan pandangan kedua pakar ini,
Greene (2007) dalam Tashakkori dan Teddlie (2010) menyatakan
bahwa penggunaan metode penelitian gabungan (mixed methods
research) merujuk kepada penggunaan kaedah pelengkap bagi
masing-masing penelitian kualitatif dan kuantitatif yang sama
di seluruh proses penelitian, dengan integrasi yang berlaku pada
analisis data.
Nau (1995) dalam Gratton dan Jones (2010) juga menyatakan
bahwa penggunaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat
menghasilkan produk akhir dengan menyorot (highlight) sumbangan
yang signifikan dari kedua metode yang ada. Sebagai contoh, data
kualitatif (qualitative data) dapat digunakan untuk mendukung dan
menguraikan maksud penelitian kuantitatif (Jayaratne (1993) dalam
Gratton dan Jones (2010) yaitu untuk memberi beberapa penjelasan
terhadap ukuran kuantitatif. Karena itu, mengingat kekuatan dalam
pengumpulan data penelitian kuantitatif lebih banyak bertumpu
pada angket, maka penelitian mixed methods research dilakukan secara
tinjauan dengan menggunakan angket sebagai instrumen utama
dalam penelitian, adapun data kualitatifnya dijadikan sebagai data
pendukung untuk menjelaskan temuan secara kuantitatif dalam
penelitian ini.
Tahapan Simulasi (skripsi tesis dan disertasi)
Proses Tahapan dalam mengembangkan Model dan
simulasi komputer secara umum, sebagai berikut :
a. Memahami sistem yang akan disimulasikan Jika
Pengembang model tidak tau atau belum mengetahui cara
kerja sistem yang akan dimodel simulasikan maka
pengembang perlu meminta bantuan seorang ahli (pakar)
dibidang sistem yang bersangkutan. Data masukan,
keluaran, variable dan parameter masih dalam bentuk
symbol – symbol verbal (kata – kata).
b. Mengembangkan Model matematika dari sistem Apabila
pengembang sudah mengetahui cara kerja sistem yang
bersangkutan, maka tahap berikutnya adalah
memformulasikan model matematika dari sistem. Model
matematika bisa dalam bentuk persamaan diferensial,
persamaan aljabar linear, persamaan logika diskret dan
lain – lain disesuaikan dengan karakterisitik sistem dan
tujuan pemodelan
c. Mengembangkan Model matematika untuk simulasi
Digunakan untuk menyederhanakan model matematika
yang sudah dihasilkan sebelumnya. Agar lebih mudah
dalam menyederhanakan Model matematika, maka dibuatlah suatu Flow Chart untuk merinci tahapan yang
harus dilewati untuk membuat program.
d. Membuat program (software) Beberapa flow chart dari
tahapan sebelumnya kemudian diimplementasikan lebih
lanjut menjadi program (software) computer
e. Menguji, memverifikasi dan memvalidasi keluaran
simulasi Simulasi pada dasarnya adalah menirukan sistem
nyata (realitas) sehingga tolak ukur baik tidaknya simulasi
adalah sejauh mana yang bersangkutan. Pengujian
(testing) dilakukan pada tingkat modul program, untuk
menguji fungsi subsistem. Verifikasi dilakukan untuk
membuktikan bahwa hasil implementasi program
komputer sudah sesuai dengan rancangan model konsep
dari sistem yang bersangkutan. Validasi dilakukan dengan
membandingkan hasil keluaran simulasi dengan data yang
diambil dari sistem nyata (realitas).
f. Mengeksekusi program simulasi untuk tujuan tertentu.
Eksekusi (running) program komputer bisa dilakukan
secara waktu nyata (real time) atau waktu tidak nyata
(offline) tergantung dari tujuan simulasi. Secara umum ada
3 tujuan simulasi, yaitu : untuk mempelajari perilaku
(behavior) sistem, untuk pelatihan (training), untuk
hiburan/permainan (gaming).
Konsep Simulasi (skripsi tesis dan disertasi)
Simulasi sebagai proses pengolahan data
dengan penggunaan rangkaian model-model
simbolik pada pengoperasian sistem tiruan tidak
mengharuskan dan tidak mengajukan penggunaan
formula atau fungsi-fungsi dan persamaan tertentu sebagai model simbolik penyelesaian persoalan,
tetapi sebaliknya simulasi yang terdiri dari tahapantahapan
dan langkah-langkah pengolahan data
haruslah dilengkapi dengan model-model simbolik
yang sesuai memberikan hasil pengoperasian sistem
tiruan dalam bentuk data output yang berguna
untuk penyelesaian persoalan. Simulasi juga tidak
terikat dengan penggunaan model-model sistem
acuan tetapi memerlukan pemodelan untuk
menghasilkan model sistem dan model operasi
sistem yang sesuai dengan tujuan penelitian atau
penyelidikan. Penyusunan model-model pada simulasi
merupakan bentuk aplikasi dari teori, prinsip, dan
pendekatan sistem. Model sistem dan model-model
simbolik dari fungsi atau proses serta prosedur
pengoperasian sistem tiruan haruslah disusun sebagai
perangkat lunak untuk penyelidikan dan analisis
karakteristik sistem. Untuk itu peniruan operasi
sistem ril dilakukan atas elemen-elemen yang
berkaitan dengan aktivitas sistem yaitu masukan dan
komponen- komponen sistem, hubungan dan
interaksi antar komponen sistem, aturan-aturan,
disiplin dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam
aktivitas sistem. Berdasarkan peniruan sistem dan
aktivitas sistem ril yang sesuai, hasil simulasi sistem
dapat diterima dan berlaku syah sebagai data output
yang berguna menunjukkan karakteristik operasional
sistem ril.
Sesuai dengan konsep simulasi sistem tersebut
di atas, solusi untuk suatu persoalan dalam bentuk
keadaan yang kurang baik ataupun keadaan yang
tidak optimal dapat disusun dalam bentuk
rancangan pengembangan sistem dan bentuk
rancangan perbaikan pengelolaan dan pengoperasian
sistem. Solusi untuk mewujudkan keadaan yang
lebih baik dapat diperoleh berdasarkan hasil analisis
dan pengujian rancangan pengembangan dan
perbaikan melalui simulasi sistem
Model konseptual simulasi
menunjukkan simulasi sebagai imitasi sistem melalui
penyusunan model-model yang diperlukan pada pengoperasian sistem maya sebagai tiruan yang sama
ataupun sebagai imitasi modifikasi dari suatu sistem
ril untuk memperoleh karakteristik operasional
sistem sebagai bahan pertimbangan pada penentuan
solusi atas persoalan sistem ril.
Simulasi Penyelesaian Persoalan (skripsi tesis dan disertasi)
Masalah tidak adanya metode yang sesuai
dengan persoalan pada umumnya berkaitan dengan
bentuk persoalan yang unik dan rumit, yang tidak
dapat diselesaikan dengan menggunakan metode dan
model-model baku yang ada. Sebagai contoh adalah
persoalan sistem antrian yang unik
Perumusan persoalan dengan penyesuaian
terhadap metode yang hendak digunakan biasanya
terjadi atas kepentingan untuk memperoleh solusi
seadanya. Namun dengan upaya penyesuaian, solusi
yang diperoleh dapat menyimpang dari yang
semestinya, di samping dapat memunculkan
persoalan baru jika penerapan solusi yang diperoleh
tidak dapat memberikan hasil yang diharapkan dan
bahkan menimbulkan masalah pada penanganan
persoalan. (Napitupulu, 2009).
Tujuan Imitasi pada Simulasi (skripsi tesis dan disertasi)
Menurut pendefinisian pada berbagai kamus,
kata simulasi diartikan sebagai cara mereproduksi
kondisi dari suatu keberadaan dengan menggunakan
model dalam rangka studi pengenalan atau pengujian
atau pelatihan dan yang sejenis lainnya. Simulasi
dalam bentuk pengolahan data merupakan imitasi
dari proses dan input ril yang menghasilkan data
output sebagai gambaran karakteristik operasional
dan keadaan pada sistem. Imitasi dalam simulasi menghasilkan model
representasi dari suatu proses atau operasi dan
keadaan ril. Model sebagai imitasi disusun dalam
bentuk yang sesuai menyajikan sistem ril atas halhal
tertentu yang perlu direpresentasikan dengan
maksud untuk menghadirkan tiruan dari kegiatan
dan sistem ril. Sebagai contoh, model sistem antrian
sebagai imitasi dari sistem pelayanan disusun untuk
menggambarkan posisi dari pelanggan menunggu di
depan stasiun pelayanan.
Tujuan imitasi sistem ril dengan menghadirkan
elemen dan komponen tiruan adalah untuk peniruan
fungsi dan hubungan ril serta interaksi antar objek
dan komponen ril pada sistem tiruan. Komponenkomponen
sistem tiruan hadir dalam bentuk fungsi
dan interaksi imitasi yang disajikan dalam bentuk
rangkaian proses dalam aktivitas dan operasi sistem
yang disimulasi. Operasi tiruan yang berlangsung
dengan penggunaan data input tiruan diperlukan untuk menghasilkan output sebagai gambaran dari
hasil operasi dan keadaan pada sistem yang
disimulasi.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN STATISTIK NON-PARAMETRIK (skripsi tesis dan disertasi)
Keunggulan :
- Tidak membutuhkan asumsi normalitas.
- Secara umum metode statistik non-parametrik lebih mudah dikerjakan dan lebih mudah dimengerti jika dibandingkan dengan statistik parametrik karena ststistika non-parametrik tidak membutuhkan perhitungan matematik yang rumit seperti halnya statistik parametrik.
- Statistik non-parametrik dapat digantikan data numerik (nominal) dengan jenjang (ordinal).
- Kadang-kadang pada statistik non-parametrik tidak dibutuhkan urutan atau jenjang secara formal karena sering dijumpai hasil pengamatan yang dinyatakan dalam data kualitatif.
- Pengujian hipotesis pada statistik non-parametrik dilakukan secara langsung pada pengamatan yang nyata.
- Walaupun pada statistik non-parametrik tidak terikat pada distribusi normal populasi, tetapi dapat digunakan pada populasi berdistribusi normal.
Kelemahan :
- Statistik non-parametrik terkadang mengabaikan beberapa informasi tertentu.
- Hasil pengujian hipotesis dengan statistik non-parametrik tidak setajam statistik parametrik.
- Hasil statistik non-parametrik tidak dapat diekstrapolasikan ke populasi studi seperti pada statistik parametrik. Hal ini dikarenakan statistik non-parametrik mendekati eksperimen dengan sampel kecil dan umumnya membandingkan dua kelompok tertentu.
PENGERTIAN STATISTIK NON PARAMETRIK (skripsi tesis dan disertasi)
Pengertian
Statistik yang digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal dari populasi yang bebas berdistribusi. (Sugiyono, 2014:23) Statistik nonparametrik adalah bagian statistik yang parameter dari populasinya tidak mengikuti suatu distribusi tertentu atau memiliki distribusi yang bebas dari persyaratan, dan variansnya tidak perlu homogen. (Iqbal Hasan, 2005:9) Statistik Non-Parametrik adalah yaitu statistik bebas sebaran (tidak mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Selain itu, statistik non-parametrik biasanya menggunakan skala pengukuran sosial, yakni nominal dan ordinal yang umumnya tidak berdistribusi normal.
Ciri-ciri statistik non-parametrik :
- Data tidak berdistribusi normal
- Umumnya data berskala nominal dan ordinal
- Umumnya dilakukan pada penelitian sosial
- Umumnya jumlah sampel kecil
Syaratnya :
- sampel yang digunakan memiliki ukuran yang kecil
- Data yang digunakan bersifat ordinal, yaitu data-data yang bisa disusun dalam urutan atau klasifikasikan rangkingnya
- Data yang digunakan bersifat nominal yaitu data-data yang dapat diklasifikasikan dalam kategori dan dihitung frekuensinya
- Bentuk distribusi populasi dan tempat pengambilan sampel tidak diketahui menyebar secara nominal
- Ingin menyelesaikan masalah statistik secara cepat tanpa menggunakan alat hitung
Penggunaan statistik non parametrik
- Digunakan dengan mengabaikan segelas asumsi yang melandasi metode statistik parametrik, terutama yang berkaitan dengan distribusi normal
- Digunakan apabila salah satu parameter tidak terpenuhi
- Untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sample) baik untuk data nominal atau diskrit maupun untuk data ordinal atau peringkat rangking
PENGERTIAN STATISTIK PARAMETRIK (skripsi tesis dan disertasi)
Pengertian
Statistik parametrik adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data interval atau rasio, yang diambil dari pupulasi yang berdistribusi normal. (Sugiyono, 2014:23) Statistik parametrik adalah bagian statistik yang parameter dari populasinya mengikuti suatu distribusi tertentu, seperti distribusi normal, dan memiliki varians yang homogen. (Iqbal Hasan, 2005:9).
Statistik parametrik adalah yaitu ilmu statistik yang mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data, yaitu apakah data menyebar secara normal atau tidak. Dengan kata lain, data yang akan dianalisis menggunakan statistik parametrik harus memenuhi asumsi normalitas. Data yang dianalisis adalah data interval atau rasio.
Ciri-ciri statistik parametrik :
- Data dengan skala interval dan rasio
- Data menyebar/berdistribusi normal
Syarat uji parametrik:
- Dari populasi dengan distribusi normal
- Sampel diambil secara random
- Sampel mempunyai varians yang sama
- Skala pengukuran interval atau rasio
Penggunaan statistik parametrik
- Digunakan untuk menganalisa data interval dan rasio, yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal
- Untuk menguji hipotesis deskriptif bila datanya interval atau rasio
PENYAJIAN DATA PADA STATISTIK DESKRIPTIF (skripsi tesis dan disertasi)
Pada statistika deskriptif, yang perlu disajikan adalah:
- Ukuran pemusatan data (measures of central tendency). Ukuran pemusatan data yang sering digunakan adalah distribusi frekuensi. Ukuran statistik ini cocok untuk data nominal dan data ordinal (data kategorik). Sementara nilai mean adalah ukuran pemusatan data yang cocok untuk data continuous. Ukuran deskriptif lain untuk pemusatan data adalah median (nilai tengah) dan modus (nilai yang paling sering muncul).
- Ukuran penyebaran data (measures of spread). Ukuran penyebaran data yang sering digunakan adalah standar deviasi. Ukuran penyebaran data ini cocok digunakan untuk data numerik atau continuous. Sementara untuk data kategorik, nilai range merupakan ukuran yang cocok.
JENIS-JENIS UJI STATISTIK (skripsi tesis dan disertasi)
- Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif bermaksud menyajikan, mengolah dan menganalisa data dari kelompok tertentu sebagaimana adanya dan tidak bermaksud menarik kesimpulan-kesimpulan yang berlaku bagi kelompok-kelompok yang lebih besar. Artinya kesimpulan yang ditarik melalui deskriptif hanya berlaku bagai kelompok sampel yang bersangkutan tanpa dimaksudkan menarik kesimpulan yang berlaku bagi populasi.
Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik sampel ialah: ukuran kecenderungan sentral; Ukuran variasi ; Ukuran letak; koefisien korelasi. Sekalipun statistika deskriptif ini hanya menyajikan karakteristik sampel, namun statistika deskriptif merupakan dasar untuk mengkaji dan melakukan inferensi karakteristik populasi.
- Statistika Inferensial
Statistika inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada seluruh subyek tempat data diambil (populasi) (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;12).
Statistika inferensial adalah statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat umum dari data yang telah disusun dan diolah (M.Subana dkk, 2000;12) Statistika inferensial atau statistika induktif bermaksud menyajikan, menganalisa data dari suatu kelompok untuk ditarik kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yang lebih besar (populasi) disamping berlaku bagi kelompok yang bersangkutan (sampel).
Statistika inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap penelitian kesimpulan inilah yang diinginkan. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika deskriptif, sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan maksimal dari statistika ini.
Yang masih tercakup dalam statistika inferensial adalah statistik parametrik dan non-parametrik.
- Statistik parametrik merupakan statistika inferensial yang mempertimbangkan nilai dari satu parameter populasi atau lebih dan umumnya membutuhkan data yang skala pengukuran minimalnya adalah interval dan rasio.
Statistika parametrik adalah suatu ukuran tentang parameter, artinya ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dari apa yang terdapat di dalam sampel (karakteristik populasi). Satu syarat umum yang harus dipenuhi apabila seorang peneliti akan menggunakan statistika parametrik, yaitu normalitas distribusi. Asumsi ini harus terpenuhi, karena: 1) secara teoretik karakteristik populasi mengikuti model distribusi normal; 2) nilai-nilai baku statistik yang digunakan untuk uji hipotesis didasarkan kepada model distribusi normal. Asumsi-asmsi lain seperti homogenitas, linieritas harus dipenuhi sesuai dengan hipotesis yang akan diuji.
Statistika non parametrik yaitu statistik yang tidak memperhatikan nilai dari satu parameter populasi atau lebih. Statistik non parametrik digunakan karena analisis parametrik tidak konsisten lagi sehingga tidak terikat atau terbebas dari model distribusi dan sampelnya relatif kecil. Pada umumnya validitas pada statistika non parametrik tidak bergantung pada model peluang yang spesifik dari populasi. Data yang dibutuhkan lebih banyak berskala ukuran nominal atau ordinal.
JENIS-JENIS HIPOTESIS (skripsi tesis dan disertasi)
Penelitian Hipotesis dapat diklasifikasikan berdasarkan rumusannya dan proses pemerolehannya.
- Ditinjau dari rumusannya, hipotesis dibedakan menjadi : Hipoteis kerja, yaitu hipotesis sintesis dari hasil kajian teoritis. Hipotesis kerja biasanya disingkat H1 atau Ha. Hipotesis nol atau hipotesis statistik, merupakan lawan dari hipotesis kerjadan sering disingkat Ho. Ada kalanya peneliti merumuskan hipotesis dalam bentuk H1 dan Ho untuk satu permasalahan penelitian. Hal ini didasari atas pertimbangan bahwa Ho sengaja dipersiapkan untuk ditolak sedangkan H1 dipersiapkan untuk diterima (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 171).
- Ditinjau dari proses pemerolehannya, hipotesis dibedakan menjadi Hipotesis induktif, yaitu hipotesis yang dirumuskan berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan teori baru (pada penelitian kualitatif). Hipotesis deduktif, merupakan hipotesis yang dirumuskan berdasarkan teori ilmiah yang telah ada (pada penelitian kuantitatif). Hubungan antara hipotesis dengan observasi dan teori ilmiah pada hipotesis induktif dan deduktif dapat divisualisasikan sebagai berikut (Trochim, 2005).
CIRI-CIRI HIPOTESIS PENELITIAN YANG BAIK (skripsi tesis dan disertasi)
Pernyataan hipotesis yang baik memiliki beberapa kriteria. Berikut ini dua kriteria pernyataan hipotesis baik (Kerlinger, 2006: 30).
Hipotesis adalah pernyataan tetang relasi antara variabel-variabel
Hipotesis mengandung implikasi-implikasi yang jelas untuk pengujian hubungan-hubungan yang dinyatakan tersebut.
Bersadarkan dua kriteria tersebut disimpulkan bahwa pernyataan hipotesis mengandung dua variabel atau lebih yang dapat diukur serta menunjukkan secara jelas dan tegas cara variabel-variabel tersebut berhubungan (Kerlinger, 2006 : 30). Selain itu, Nazir (2005: 152) juga mengemukakan ciri-ciri hipotesis yang baik, yaitu:
- Hipotesis harus menyatakan hubungan antar variabel
- Hipotesis harus sesuai dengan fakta
- Hipotesis harus berhubungan dengan ilmu dan sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan
- Hipotesis harus dapat diuji dengan nalar ataupun dengan alat-alat statistika Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk sederhana dan terbatas untuk mengurangi timbulnya kesalahpahaman pengertian
- Hipotesis harus bisa menerangkan hubungan fakta-fakta dan dapat dikaitkan dengan teknik pengujian
Secara umum, berdasarkan pendapat ahli tersebut, hipotesis yang baik harus menyatakan hubungan antar variabel, sesuai dengan fakta dan ilmu pengetahuan, harus masuk akal dan dapat diuji.
TEKNIK SAMPLING PADA PENELITIAN KUALITATIF (skripsi tesis dan disertasi)
Objek kajian penelitian kualitatif sering bersifat kasuistik. Peneliti tidak mementingkan generalisasi. Oleh karena itu, sampel ditentukan secara purposif (sengaja/dengan pertimbangan) sehingga sampel penelitian tidak perlu mewakili populasi. Adapun pertimbangan penelitian sampel bukan berdasarkan pada aspek keterwakilan populasi didalam sampel. Pertimbangannya lebih pada kemampuan sampel (informan) untuk memasok informasi selengkap mungkin kepada peneliti. Sampel yang digunakan dalam metode penelitian kualitatif adalah sampel kecil, tidak representatif, purposive (snowball), dan berkembang selama proses penelitian. Nasution (1992) mengungkapkan bahwa metode kualitatif sampelnya sedikit dan dipilih menurut tujuan (purpose) penelitian. Penelitian ini sering berupa studi kasus atau multi kasus. Penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi dinamakan situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen, yaitu tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity)
UNIT WAKTU SILABUS (skripsi tesis dan disertasi)
Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan d tingkat satuan pendidikan.
Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.
PENGERTIAN SILABUS (skripsi tesis dan disertasi)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.
Silabus berisikan komponen pokok yang dapat menjawab pertanyaan berikut.: Kompetensi yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran kegiatan yang harus dilakukan untuk menanamkan / membentuk kompetensi tersebut upaya yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik Silabus bermanfaat sebagai pedoman sumber pokok dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, mulai dari pembuatan
PRINSIP PENGEMBANGAN SILABUS ILMIAH (skripsi tesis dan disertasi)
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian. Memadai.
- Cakupan indikator
materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
- Aktual dan Kontekstual.
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor)
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP (skripsi tesis dan disertasi)
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. Dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut (Niron, 2009):
- Mengisi kolom identitas
- Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan
- Menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah
- Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SI, KD, dan Indikator yang telah ditentukan
- Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/pembelajaran yang terdapat dalam Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran.
- Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
- Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan Langkah-langkah pembelajaran berupa rincian skenario pembelajaran yang mencerminkan penerapan strategi pembelajaran termasuk alokasi waktu setiap tahap.
LANGKAH DALAM PENELITIAN GROUNDED THEORY (skripsi tesis dan disertasi)
Langkah yang harus dilakukan peneliti kualitatif yang menggunakan grounded theory, yaitu:
- Peneliti harus bisa memahami atau memiliki gambaran sifat-sifat realitas empiris
- Penelitian dimulai dengan suatu pernyataan dasar mengenai empiris lapangan
- Peneliti menetapkan data yang akan diambil dan teknik/metode
- Peneliti harus melakukan eksplorasi
- Peneliti harus melakukan pemeriksaan di dalam proses inspection
- Peneliti harus mampu mengadakan analisis
- Peneliti harus mampu merekonstruksi penemuan untuk hipotesis baru
DESAIN PENELITIAN KUALITATIF (skripsi tesis dan disertasi)
- Fenomenologi
Istilah fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. Fenomenologi digunakan sebagai perspektif filosofi dan juga digunakan sebagai pendekatan dalam metodologi kualitatif. Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Studi fenomenologi mencoba mencari arti pengalaman dalam kehidupan. Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian, dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian fenomenologi adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut.
- Grounded Theory (Teori Dasar)
Penelitian teori dasar (grounded theory) merupakan penelitian yang diarahkan pada penemuan atau minimal menguatkan suatu teori. Dengan kata lain, grounded theory merupakan prosedur penelitian kualitatif yang sistematis, dimana peneliti menerangkan konsep, proses, tindakan, atau interaksi suatu topik pada level konseptual yang luas. Penelitian dasar dilaksanakan dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, cek dan recek ke lapangan, studi perbandingan antar kategori, hingga verifikasi sampai pada titik jenuh. Strauss dan Corbin mengemukakan bahwa pendekatan teori dasar adalah suatu metode penelitian kualitatif yang menggunakan prosedur sistematis untuk mengembangkan teori secara induktif yang memperoleh teori dasar. Penelitian ini juga bertujuan membangun teori yang dapat dipercaya dan menjelaskan wilayah di bawah studi. Tujuan umum dari penelitian dasar ini yaitu secara induktif memperoleh data, diperlakukan untuk pengembangan teoritis, dan diputuskan secara memadai untuk domainnya dengan memerhatikan sejumlah kriteria evaluatif.
- Studi Kasus
Penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus dalam arti penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Satu fenomena tersebut dapat berupa seorang pemimpin sekolah atau pimpinan pendidikan, sekelompok siswa, suatu program, suatu proses, satu penerapan kebijakan, atau satu konsep.
- Etnografi
Studi mendalam mengenai tingkah laku yang alami yang berikatan dengan kebudayaan atau keseluruhan kelompok sosial. Etnografi mencoba memahami hubungan antara budaya dan tingkah laku dengan budaya dengan keyakinan/ kepercayaan, nilai, konsep, sikap dari sekelompok orang. Etnografi mengungkap apa yang seseorang lakukan dan menjelaskan mengapa mereka melakukan itu. Etnografer (peneliti etnografi) mendeskripsikan, menganalisis dan mengintepretasikan budaya sepanjang waktu menggunakan observasi dan studi lapangan sebagai strategi pengumpulan data primer. Hasil dari penelitian ini berupa gambaran budaya berdasar sudut pandang subyek penelitian yang sama dengan sudut pandang peneliti.
- Penelitian Tindakan (Action Research)
Stringer (1996: 15) mendefinisikan penelitian tindakan sebagai pendekatan kolaboratif untuk menyelidiki, menelaah atau mengkaji dan menemukan sesuatu, yang memungkinkan orang menggunakan tindakan tindakan yang sistematis untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Klarifikasi definisi yang dikemukakan Stringer dapat kita temukan pada definisi yang dipaparkan oleh Rochman Natawidjaja (1997: 2) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah pengkajian terhadap suatu permasalahan dengan ruang lingkung yang tidak terlalu luas yang berkaitan dengan suatu perilaku seseorang atau sekelompok orang teretentu di lokasi tertentu, disertai dengan penelaahan yang teliti terhadap suatu perlakuan tertentu dan mengkaji sampai sejauh mana dampak perlakuan itu trhadap yang sedang diteliti
PENGERTIAN SAMPLING (skripsi tesis dan disertasi)
Pengertian sampling atau metode pengambilan sampel menurut penafsiran beberapa ahli . Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut;
- Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2001: 56).
- Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif. (Margono, 2004)
TAHAP PEMILIHAN SAMPEL (skripsi tesis dan disertasi)
Agar diperoleh sampel yang representatif peneliti perlu menggunakan prosedur pemilihan sampel yang sistematis. Tahapannya adalah sebagai berikut :
- Mengidentifikasi populasi target
- Memilih kerangka pemilihan sampel
- Menentukan metode pemilihan sampel
- Merencanakan prosedur penentuan unit sampel
- Menentukan ukuran sampel
- Menentukan unit sampel
SUMBER KESALAHAN SAMPEL (skripsi tesis dan disertasi)
Secara umum didapati adanya beberapa sumber kesalahan dalam pengambilan sampel. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah:
- Variasi Acak (Random Variation)
Variasi acak merupakan kesalahan sampling yang paling umum dijumpai.
- Kesalahan spesifikasi (mis-specification of sample subject)
Kesalahan yang diakibatkan oleh kekeliruan spesifikasi sangat umum dijumpai dalam pengambilan pendapat untuk pemilihan umum.
- Kesalahan penentuan responden
Sumber kesalahan tambahan dalam survei sampel adalah disebabkan oleh kesalahan penetapan responden dari beberapa anggota sampel. Pada umumnya para peneliti mengasumsikan bahwa responden dan nonresponden mewakili lapisan-lapisan serupa dari populasi padahal sebenarnya ini merupakan kasus yang jarang terjadi.
- Kesalah karena ketidaklengkan cakupan daftar populasi (coverage error).
Salah satu kunci sukses dari pemilihan sampel yang baik adalah ketersediaan daftar unsur populasi (population frame) lengkap yang relevan. Kesalahan karena ketidaklengkapan cakupan daftar unsur populasi (coverage error) timbul karena ketidaktersediaan daftar kelompok tertentu di daftar unsur populasi
- Kesalahan karena ketidaklengkapan respon (Non response error)
Tidak setiap responden berkenan merespon suatu survey. Pengalaman menunjukkan bahwa individu-individu yang berada di kelas ekonomi atas dan bawah cenderung kurang merespon survey dibandingkan dengan mereka yang berada di kelas menengah. Kesalahan karena ketidaklengkapan respon (nonresponse error) muncul dari kegagalan untuk mengumpulkan data dari semua individu dalam sampel.
- Kesalahan penarikan sampel (sampling error)
Diyakini bahwa sampel yang baik merupakan miniature dari populasi. Meskipun demikian pengambilan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antar satu sampel ke sampel lainnya. Dalam hal ini kesalahan penarikan sampel (sampling error) mencerminkan keheterogenan tau peluang munculnya perbedaan dari satu sampel dengan sampel yang lain karena perbedaan individu yg terpilih dari berbagai sampel tersebut. sampling error dapat diperkecil dengan memperbesar ukuran sampel meskipun upaya ini mengakibatkan peningkatan biaya survey.
- Kesalahan pengukuran (Measurement error)
Pada umumnya kuisioner dirancang dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi yang berguna. Data yang diperoleh harus valid dan respon yang benar harus terukur. Permasalahan yang sering timbul adalah ternyata lebih mudah membicarakan bagaimana memroleh pngukuran yang bermakna daripada melaksanakannya.
UKURAN SAMPEL (skripsi tesis dan disertasi)
Ukuran sample tergantung beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya ialah:
- Homogenitas unit-unit sample, secara umum semakin mirip unit-unit sampel; dalam suatu populasi semakin kecil sample yang dibutuhkan untuk memperkirakan parameter-parameter populasi.
- Kepercayaan, mengacu pada suatu tingkatan tertentu dimana peneliti ingin merasa yakin bahwa yang bersangkutan memperkirakan secara nyata parameter populasi yang benar. Semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diingnkan, maka semakin besar ukuran sample yang diperlukan.
- Presisi, mengacu pada ukuran kesalahan standar estimasi. Unutk mendapatkan presisi yang besar dibutuhkan ukuran ssmpel yang besar pula.
- Kekuatan Statsitik, mengacu pada adanya kemampuan mendeteksi perbedaan dalam situasi pengujian hipotesis. Untuk mendpatkan kekuatan yang tinggi, peneliti memerlukan sample yang besar.
- Prosedur Analisa, tipe prosedur analisa yang dipilih untuk analisa data dapat juga mempengaruhi seleksi ukuran sample.
- Biaya, Waktu dan Personil: Pemilihan ukuran sample juga harus memeprtimbangkan biaya, waktu dan personil. Sample besar akan menuntut biaya besar, waktu banyak dan personil besar juga.
KRITERIA SAMPEL YANG BAIK (skripsi tesis dan disertasi)
Sampel yang baik yang memenuhi dua buah kriteria sebagai berikut ini.
- Akurat
Sampel yang akurat (accurate) adalah sampel yang tidak bias. Beberapa cara dapat dilakukan untuk meningkatkan akurat dari sampel sebagai berikut:
- Pemilihan sampel berdasarkan proksi yang tepat.
- Menghindari bias di seleksi sampel
- Pemilihan sampel yang bias (sample selection bias) akan membuat sampel tidak akurat.
- Presisi
Sampel yang mempunyai presisi yang tinggi adalah yang mempunyai kesalahan pengambilan sampel (sampling error) yang rendah. Kesalahan pengambilan sampel (sampling error) adalah seberapa jauh sampel berbeda dari yang dijelaskan oleh populasinya. Presisi diukur dengan standard erro of estimate. Semakin kecil standard error of estimate semakin tingg presisi sampelnya. Presisi dapat ditingkatkan dengan jumlah sampelnya. Semakin besar jumlah sampelnya, semakin kecil kesalahan standar estimasinya
JENIS-JENIS MASALAH DALAM PENELITIAN (skripsi tesis dan disertasi)
Masalah penelitian dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis menurut Sugiyono (1994), antara lain :
- Permasalahan Deskriptif
Permasalahan deskriptif merupakan permasalahan dengan variabel mandiri baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Dalam penelitian ini, peneliti tidak membuat perbandingan variabel yang satu pada sampel yang lain, hanya mencari hubungan variabel yang satu dengan variabel yang lain.
- Permasalahan Komparatif
Permasalahan ini merupakan rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda pada waktu yang berbeda
- Permasalahan Asosiatif
Merupakan rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan, yaitu :
- a) Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama.
- b) Hubungan kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi)
- c) Hubungan interaktif/ resiprocal/ timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen
SUMBER MASALAH DALAM PENELITIAN (skripsi tesis dan disertasi)
Permasalahan dapat berasal dari berbagai sumber. Menurut James H. MacMillan dan Schumacher (Hadjar, 1996 : 40 – 42), masalah dapat bersumber dari :
- Observasi
Masalah dalam penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum memiliki penjelasan memadai dan cara-cara rutin yang dalam melakukan suatu tindakan didasarkan atas otiritas atau tradisi.
- Dedukasi dari teori
Teori merupakan konsep-konsep yang masih berupa prinsip-prinsip umum yang penerapannya belum dapat diketahui selama belum diuji secara empiris. Penyelidikan terhadap masalah yang dianggap dari teori berguna untuk mendapatkan penjelasan empiris praktik tentang teori.
- Kepustakaan
Hasil penelitian mungkin memberikan rekomendasi perlunya dilakukan penelitian ulang (replikasi) baik dengan atau tanpa variasi. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Laporan penelitian sering juga menyampaikan rekomendasi kepada peneliti lain tentang apa yang perlu diteliti lebih lanjut. Hal ini juga menjadi sumber untuk menentukan masalah yang menentukan masalah yang perlu diangkat untuk diteliti.
- Masalah sosial
Masalah sosial yang ada di sekitar kita atau yang baru menjadi berita terhangat (hot news) dapat menjadi sumber masalah penelitian.
- Pengalaman pribadi
Pengalaman pribadi dapat menimbulkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. (Purwanto 2010:109-111).
PENGERTIAN MASALAH DALAM PENELITIAN (skripsi tesis dan disertasi)
Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi. Menurut Suryabrata (1994 : 60) masalah merupakan kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada (what it is) (Suryabrata, 1994: 60). Penelitian dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what can be).
JENIS DAN METODE SAMPLING (skripsi tesis dan disertasi)
Secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua (2) kelompok, yaitu
Probability sampling menurut Sugiyono adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Nonprobability sampling menurut Sugiyono adalah teknik yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
- Probability sampling
Probability sampling menuntut bahwasanya secara ideal peneliti telah mengetahui besarnya populasi induk, besarnya sampel yang diinginkan telah ditentukan, dan peneliti bersikap bahwa setiap unsur atau kelompok unsur harus memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.
- a) Simple random sampling
Menurut Kerlinger (2006:188), simple random sampling adalah metode penarikan dari sebuah populasi atau semesta dengan cara tertentu sehingga setiap anggota populasi atau semesta tadi memiliki peluang yang sama untuk terpilih atau terambil. Menurut Sugiyono (2001:57) dinyatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Margono (2004:126) menyatakan bahwa simple random sampling adalah teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Teknik ini dapat dipergunakan bilamana jumlah unit sampling di dalam suatu populasi tidak terlalu besar.
- b) Proportionate stratified random sampling
Margono (2004: 126) menyatakan bahwa stratified random sampling biasa digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berstrata. Menurut Sugiyono (2001: 58) teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
- c) Disproportionate stratified random sampling
Sugiyono (2001: 59) menyatakan bahwa teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila populasinya berstrata tetapi kurang proporsional.
- d) Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah)
Teknik ini disebut juga cluster random sampling. Menurut Margono (2004: 127), teknik ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten.
- Nonprobability sampling
Non Probability sampling adalah sebuah teknik sampling yang tidak memperhatikan banyak variabel dalam penarikan sampel. Sampel-sampel dari Nonprobability Sampling juga disebut sebagai subjek penelitian dimana hasil dari uji yang dilakukan pada sampling tidak memiliki hubungan dengan populasi. Tujuan penggunaan teknik sampling ini lebih banyak melekat pada materi yang diujikan sedangkan pada random samplin atau probability Sampling, tujuan penelitian melekat pada nilai dari materi pada populasi yang diujikan.
- Sampling sistematis
Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
- Quota sampling
Menurut Sugiyono (2001: 60) menyatakan bahwa sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Menurut Margono (2004: 127) dalam teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Setelah kuota terpenuhi, pengumpulan data dihentikan.
- Sampling aksidental
Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2001: 60). Menurut Margono (2004: 27) menyatakan bahwa dalam teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.
- Purposive sampling
Sugiyono (2001: 61) menyatakan bahwa sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Menurut Margono (2004:128), pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya, dengan kata lain unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian.
- Sampling jenuh
Menurut Sugiyono (2001:61) sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
- Snowball sampling
(Sugiyono, 2001: 61), Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Ibarat bola salju yang menggelinding semakin lama semakin besar.
Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan purposive dan snowball sampling
Ukuran Sampel (skripsi tesis dan disertasi)
Pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi. Namun dalam penelitian yang bersifat psikologi seperti pada penelitian pendidikan, Semakin besar jumlah akan menghasilkan data yang lebih stabil. Selain dari karakteristik peneliti juga harus mempertimbangkan jumlah data yang dibutuhkan untuk keperluan analisis Statistik.
Sebagai contoh jika penelitian yang dilakukan bertujuan untuk membandingkan dua bua grouph dengan satu variabel pembanding, analisis yang dilakukan untuk data yang terdistribusi normal adalah untuk distribusi t mengharuskan minimal jumlah data terdiri dari 30 data karena kurang dari itu tidak menghasilkan analisis yang baik dan tidak lebih dari 60 data.
Beberapa ahli memberikan gambaran mengenai jumlah sampel yang berbeda-beda namun pertimbangan jenis dan bidang penelitian sebaiknya dijadikan acuan untuk memilih ukuran sampel.
Sebagai gambaran pendapat beberapa ahli mengenai jumlah sampel Gay dan Diehl (1992) pada kajian penelitian untuk kelas bisnis dan manajemen memberikan sara ukuran sampel minimal
- Penelitian deskriptif, jumlah sampel minimum adalah 10% dari populasi Penelitian korelasi, jumlah sampel minimum adalah 30 subjek
- Penelitian kausal perbandingan, jumlah sampel minimum adalah 30 subjek per group
- Penelitian eksperimental, jumlah sampel minimum adalah 15 subjek per group
Frankel dan Wallen (1993) pada kajian penelitian evaluasi pendidikan menyarankan Penelitian deskriptif jumlah sampel minimum adalah 100 sampel Penelitian jumlah sampel minimum adalah 50 sampel Penelitian kausal-perbandingan sebanyak 30 sampel untuk setiap group Penelitian eksperimental sebanyak 30 atau 15 per group
Roscoe, Ukuran sampel penelitian dibedakan menjadi 4 (empat), yaitu :
- Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian
Analisis SEM (skripsi tesis dan disertasi)
Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan di implementasikan. Teknik analisis yang dipilih untuk menganalisis data dan menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah The Structural Equation Model (SEM). Untuk menjawab hipotesis digunakan Partial Least Square (PLS). Menurut Ghozali (2016) perhitungan dilakukan dengan menggunakan alat Bantu Smart Partial Least Square (PLS), dikarenakan berbentuk multi jalur dan model yang digunakan berbentuk Reflektif. Model perhitungan dilakukan dengan menggunakan alat bantu Smart PLS dikarenakan dalam penelitian ini memiliki hubungan multi jalur dan berbentuk reflektif. Selain itu dikarenakan sampling kurang dari 100 responden. Model reflektif adalah model yang menunjukan hubungan dari variable laten ke indikatornya. Langkah-langkah pemodelan persamaan struktural berbasis PLS (Ghozali, 2016) adalah sebagai berikut: a. Konseptualisasi model Konseptual model Merupakan langkah awal dalam analisis SEM-PLS (Ghozali, 2016), yang dibagi menjadi dua tahapan, yaitu: 27 1) Merancang model pengukuran (outter model) Outer model sering juga disebut (outer relation atau measurement model) mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel laten. 2) Merancang model structural (inner model) Inner model yang kadang disebut juga dengan (inner relation, structural model dan substantive theory) menggambarkan hubungan antar variabel laten berdasarkan pada substantive theory. b. Evaluasi Model Evaluasi model PLS berdasarkan pada pengukuran prediksi yang mempunyai sifat non parametrik. Model evaluasi PLS dilakukan dengan menilai outer model dan inner model. Model pengukuran atau outer model dilakukan untuk menilai validitas dan reliabilitas model, sedangkan model struktural atau inner model untuk memprediksi hubungan antar variable laten. 1) Pengukuran model (outer model) Outer model sering juga disebut outer relation atau measurement model, mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel laten. Hengky dan Ghozali (2016), evaluasi model pengukuran atau outer model dilakukan untuk menilai validitas dan reabilitas model. Uji validitas di bidang SEM melakukan pengujian validitas convergent dan discriminant
Discriminant validity, prinsip dari validitas discriminant berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur-pengukur konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi dengan tinggi. Cara untuk mengujivaliditas discriminant dengan indikator reflektif yaitu melihat nilai cross loading untuk setiap variabel harus lebih besar dari 0.7 (Fornell, dalam Ghozali, 2016). 28 Reliabilitas dari outermodel diukur dengan menggunakan composite realibility. Composite reliability adalah nilai batas yang dapat diterima. Tingkat reliabilitas komposit (ρc) yang baik adalah ≥ 0.7, walaupun bukan merupakan standar absolut. Nilai Cronbach’s Alpha adalah lebih besar dari 0.6 (Ghozali, 2016)
2) Model struktural (innermodel) Innermodel yang kadang disebut juga dengan inner relation, structural model atau substantive theory, menggambarkan hubungan antar variabel laten berdasarkan pada substantive theory. Inner model dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen atau variabel laten endogen. Menilai PLS dilihat dari R-square untuk setiap variabel laten dependen. Perubahan nilai R-square digunakan untuk menilai pengaruh variabel independen tertentu terhadap variabel laten dependen secara substantif (Ghozali, 2016). 3) Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilihat dari besarnya nilai t-statistik. Signifikansi parameter yang diestimasi memberikan informasi yang sangat berguna mengenai pengaruh antar variabel. Uji Hipotesis untuk outer model dengan indikator reflektif dilakukan dengan melihat nilai T-statistik outer loading dan dibandingkan dengan nilai ttabel = 1.96 pada tingkat signifikansi 5%. Jika T-statistik > t-tabel maka indikator reflektif valid dan reliable sebagai pengukur konstruk. Uji Hipotesis untuk inner model dilakukan dengan melihat nilai Tstatistik, jika T-statistik > t-tabel maka dapat disimpulkan variabel eksogen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel endogen
Uji Validitas dan Reliabilitas (skripsi tesis dan disertasi)
Suatu skala pengukuran disebut valid apabila melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur (Kuncoro, 2013). Dalam penelitian ini, uji validitas dihitung dengan menghitung korelasi antar skor tiap butir pernyataan dengan total skor atau disebut uji korelasi Pearson dengan tingkat toleransi kesalahan sebesar 0,05. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r table. Jika r hitung lebih besar dari r table dan nilai positif maka butir atau pertanyaan atau indicator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2016). Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan Reliabel apabila jawaban dari seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2016). Realibilitas diukur dengan menggunakan Cronbach Alpha. Variabel dikatakan reliable j
Jenis Data (skripsi tesis dan disertasi)
Data adalah semua keterangan yang dijadikan responden, maupun yang berasal dari dokumen, baik dalam bentuk statistik/dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian. Data diperoleh dengan nilai satu atau lebih variabel dalam sampel atau populasi (Kuncoro, 2013). Data dapat diklasifikasikan menjadi data kuantitatif dan data kualitatif. 1. Data Kualitatif Kuncoro (2013) mendefinisikan bahwa data kualitatif adalah yang tidak berbentuk angka dan tidak dapat diukur dalam skala numerik. Namun karena dalam bentuk angka, maka data kualitatif umumnya dapat dikuantitatifkan agar dapat diproses lebih lanjut. 2. Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik atau angka (Kuncoro, 2013). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, karena dalam pengumpulan berupa angka yang diperoleh dari kuesioner
Pengertian SMARTPLS (skripsi tesis dan disertasi)
Pengertian SmartPLS menurut Latan (2012) “merupakan teknik alternative dari SEM berbasis vaiance seperti AMOS dan LISREL. Software ini dikembangkan oleh Institut Of Hamburg Jerman. Aplikasi ini digunakan untuk (grafis) pemodelan jalur dengan variabel laten (LVP). The Pertial Least Squares (PLS) -method (PLS) yang digunakan untuk menganalisis software ini. Smartpls menggunakan bahasa pemrograman JAVA.
Langkah-langkah PLS SEM (skripsi tesis dan disertasi)
a. Langkah 1: Setiap variabel laten disusun didasarkan dengan jumlah berbobot semua variabel manifestnya masing-masing. b. Langkah 2: Setiap variabel laten diestimasi dengan menggunakan jumlah berbobot setiap variabel laten yang berdekatan dengan variabel laten tersebut. c. Langkah 3: untuk inisialisasi semua bobot adalah 1 ( satu ). Kemudian bobot tersebut dihitung ulang dengan didasarkan pada nilai-nilai variabel laten yang diperoleh pada langkah kedua. d. Langkah 4: pengaturan vektor bobot luar dalam suatu matriks bobot luar untuk membuat estimasi nilai-nilai faktor (variabel laten) dengan didasarkan pada variabel-variabel maifesi. Vektor adalah seperangkat variabel yang dapat diwakili dengan menggunakan indeks. Suatu vektor dapat berupa variabel numerik atau string dan variabel tersebut dapat bersifat tetap atau sementara. e. Langkah 5: jika perubahan relatif semua bobot dari suatu iterasi ke iterasi berikutnya menjadi lebih kecil dibandingkan dengan toleransi yang sudah didefinisikan sebelumnya; maka 5 estimasi nilai-nilai faktor yang dilakukan pada langkah ke empat sudah dianggap final. Jika belum, maka langkah diulangi lagi ke langkah dua.
PLS-SEM (skripsi tesis dan disertasi)
Beberapa hal penting yang melandasi SEM menurut Monecke & Leisch (2012) menggunakan PLS diantaranya : SEM menggunakan PLS terdiri tiga komponen, yaitu model struktural, model pengukuran dan skema pembobotan. Bagian ketiga ini merupakan ciri khusus SEM dengan PLS dan tidak ada pada SEM yang berbasis kovarian. 1. SEM menggunakan PLS hanya mengijinkan model hubungan antar variabel yang recursif (sarah) saja. Hal ini sama dengan model analisis jalur (path analysis) 10 tidak sama dengan SEM yang berbasis kovarian yang mengijinkan juga terjadinya hubungan non-recursif (timbal-balik). 2. Pada model struktural, yang disebut juga sebagai model bagian dalam, semua variable laten dihubungkan satu dengan yang lain dengan didasarkan pada teori subtansi. Variable laten dibagi menjadi dua, yaitu eksogenous dan endogenous. Variaabel laten eksogenous adalah variable penyebab atau variable tanpa di dahului oleh variabel lainnya dengan tanda anak panah menuju ke variabel lainnya (variable laten endorgenous)
Partial Least Square (PLS) (skripsi tesis dan disertasi)
Partial Least Square (PLS) dikembangkan sebagai alternatif CBSEM. Secara filosofis, perbedaan antara CBSEM dan PLS menurut Wold dalam Ghozali (2012) adalah orientasi model persamaan struktural yang digunakan untuk menguji teori atau untuk mengembangkan teori (tujuan prediksi). Pendekatan untuk mengestimasi variabel laten dianggap sebagai kombinasi linear dari indikator sehingga menghindarkan masalah indeterminacy dan memberikan definisi yang pasti dari komponen skor Ghozali (2012). Menurut Jogiyanto dan Abdillah (2010) PLS adalah analisis persamaan struktural (SEM) berbasis varian yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus pengujian model struktural. Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan reliabilitas, sedangkan model struktural digunakan untuk uji kausalitas (Pengujian hipotesis dengan model prediksi). Perbedaan mendasar PLS yang merupakan SEM berbasis varian dengan LISREL atau AMOS yang berbasis kovarian adalah tujuan penggunaannya. SEM berbasis konvarian bertujuan untuk mengestimasi model untuk pengujian atau konfirmasi teori, sedangkan SEM varian bertujuan untuk memprediksi 9 model untuk pengembangan teori, karena itu, PLS merupakan alat prediksi kausalitas yang digunakan untuk pengembangan teori. Ada beberapa hal yang membedakan analisis PLS dengan model analisis SEM yang lain: 1. Data tidak harus berdistribusi normal multivariate 2. Dapat digunakan sampe kecil. Minimal sampel > 30 dapat digunakan. 3. PLS selain dapat digunakan untuk mengkonfirmasikan teori, dapat juga digunakan untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antar variabel laten. 4. PLS dapat menganalisis sekaligus konstruk yang di bentuk dengan indikator reflektif dan formatif Ada beberapa program komputer untuk mengestimasi model pada model persamaan struktural yaitu program Smartpls, LISREL, AMOS, EQS, SAS PRODUCCALIS, dan STATISTICA SEPATH
Model Indikator Formatif (skripsi tesis dan disertasi)
Konstruk dengan indikator formatif mempunyai karakteristik berupa komposit, seperti yang digunakan dalam literatur ekonomi yaitu index of sustainable economics welfare, the human development index, dan the quality of life index. Asal usul model formatif dapat ditelusuri kembali pada “operational definition”, dan berdasarkan definisi operasional, maka dapat dinyatakan tepat menggunakan model formatif atau reflesif. Jika η menggambarkan suatu variabel laten dan x adalah indikator, maka: η= x Oleh karena itu, pada model formatif variabel komposit seolah-olah dipengaruhi (ditentukan) oleh indikatornya. Jadi arah hubungan kausalitas seolah-olah dari indikator ke variabel laten. Ciri-ciri model indikator formatif adalah: 1. Arah hubungan kausalitas seolah-olah dari indikator ke konstruk 2. Antar indikator diasumsikan tidak berkorelasi (tidak diperlukan uji konsistensi internal atau Alpha Cronbach) 3. Menghilangkan satu indikator berakibat merubah makna dari konstruk 4. Kesalahan pengukuran diletakkan pada tingkat konstruk (zeta)
Model Indikator Refleksif (skripsi tesis dan disertasi)
Model indikator refleksif dikembangkan berdasarkan pada classical test theory yang mengasumsikan bahwa variasi skor pengukuran konstruk merupakan fungsi dari true score ditambah error. Ciri-ciri model indikator reflektif adalah: 1. Arah hubungan kausalitas seolah-olah dari konstruk ke indikator 2. Antar indikator diarapkan saling berkorelasi (memiliki internal consitency reliability) 3. Menghilangkan satu indikator dari model pengukuran tidak akan merubah makna dan arti konstruk 4. Menghitung adanya kesalahan pengukuran (error) pada tingkat indikator
Gambar Umum PLS (skripsi tesis dan disertasi)
PLS merupakan metode analisis yang powerful karena dapat diterapkan pada semua skala data, tidak membutuhkan banyak asumsi dan ukuran sampel tidak harus besar. PLS selain dapat digunakan sebagai konfirmasi teori juga dapat digunakan untuk membangun hubungan yang belum ada landasan terorinya atau untuk pengujian proposisi. PLS juga dapat digunakan untuk pemodelan structural dengan indiaktor bersifat reflektif ataupun formatif. PLS dibandingkan dengan LISREL mampu menangani dua masalah serius : (a) Solusi yang tidak dapat diterima (inadmissible solution); hal ini terjadi karena PLS berbasis varians dan bukan kovarians, sehingga masalah matriks singularity tidak akan pernah terjadi. Di samping itu, PLS bekerja pada model struktural yang bersifat rekursif, sehingga masalah un-identified, under-identified atau overidentified juga tidak akan terjadi. (b) Faktor yang tidak dapat ditentukan (factor indeterminacy), yaitu adanya lebih dari satu faktor yang terdapat dalam sekumpulan indikator sebuah variabel. Khusus indikator yang bersifat formatif tidak memerlukan adanya common factor sehingga selalu akan diperoleh variabel laten yang bersifat komposit. Dalam hal ini variabel laten merupakan kombinasi linier dari indikator-indikatornya.
Metode Bootstrapping (skripsi tesis dan disertasi)
]Metode bootstrap telah dikembangkan oleh Efron (1979) sebagai alat untuk membantu mengurangi ketidak andalan yang berhubungan dengan kesalahan penggunaan distribusi normal dan penggunaannya. Pada bootstrap dibuat pseudo data (data bayangan) menggunakan informasi dan sifat-sifat dari data asli, sehingga data bayangan memiliki karakteristik yang mirip dengan data asli [9]. Pada metode bootstrap dilakukan pengambilan sampel dengan pengembalian dari sampel data (resampling with replacement) [10].
Structural Equation Modeling (SEM) (skripsi tesis dan disertasi)
Structural Equation Modeling (SEM) merupakan metode analisis multivariat yang dapat digunakan untuk menggambarkan keterkaitan hubungan linier secara simultan antara variabel pengamatan (indikator) dan variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (variabel laten). Variabel laten merupakan variabel tak teramati (unobserved) atau tak dapat diukur (unmeasured) secara langsung, melainkan harus diukur melalui beberapa indikator. Terdapat dua tipe variabel laten dalam SEM yaitu endogen () dan eksogen (ξ)
Skala Pengukuran (skripsi tesis dan disertasi)
Perancangan skala perlu dilakukan peneliti jika penelitian yang dijalankan merupakan riset kuantitatif. Dalam pemberian skala, peneliti harus harus menggunakan angka sesuai jenis skala (Suryani, 2015). Berikut 2 jenis pembagian skala:
1. Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala yang digunakan untuk memberi label, simbol, lambang atau nama suatu kategori. Skala ini memudahkan pengelompokan data menurut kategorinya, sehingga angka yang diberikan pada suatu kategori (misalnya 1, 2, 3 dan seterusnya) tidak memiliki makna matematis, seperti lebih besar, sama atau lebih kecil dari pada kategori lain. Perbedaan angka di sini menunjukkan perbedaan kategori (Suryani, 2015). Berikut contoh skala nominal untuk pertanyaan dalam kuesioner: Jenis kelamin Anda (silahkan beri tanda ) Laki-laki Perempuan
2. Skala Likert
Skala ini pertama kali dikembangkan oleh Rensist Likert, seorang sosiolog dari University of Michigan melalui artikel ”A Technique for the Meaurement of Attitudes” yang dipublikasikan oleh the Archieves of Psychology pada tahun 1932. Bentuk awal slaka Likert adalah lima pilihan jawaban dari sangat tidak setuju sampai dengan tingkat sangat setuju yang merupakan sikap atau persepsi seseorang atas suatu kejadian atau pernyataan yang diberikan dalam instrumen/kuesioner. Dalam perkembangan terkini, skala Likert telah banyak dimodifikasi seperti skala titik (dengan menghilangkan pilihan jawaban netral), atau menggunakan skala 7 sampai 9 titik (Suryani, 2015).
Populasi dan Sampel (skripsi tesis dan disertasi)
Populasi adalah suatu keseluruhan pengamatan atau objek yang menjadi perhatian kita. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi perhatian kita. Populasi menggambarkan sesuatu yang sifatnya ideal atau teoritis, sedangkan sampel menggambarkan sesuatu yang sifatnya nyata atau empiris. Populasi dan sampel masing-masing mempunyai karakteristik atau ciri yang dapat diukur. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Teknik sampling pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling (Prasetyo dkk, 2005): a. Probability Sampling (Pemilihan secara acak) Probability Sampling adalah metode sampling yang setiap anggota populasinya memiliki peluang spesifik dan bukan nol untuk terpilih sebagai sampel. Peluang tersebut dapat sama dan dapat pula tidak sama besarnya dengan anggota populasi lainnya. Jenis-jenis probability sampling yaitu, (Prasetyo dkk, 2005): 1. Sampling acak sederhana Metode pangambilan sampel acak sederhana adalah metode yang digunakan untuk memilih sampel dari populasi sehingga setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama besar untuk diambil sebagai sampel. Ini berarti bahwa semua anggota populasi menjadi anggota dari kerangka sampel. 2. Sampling acak sistematis Metode pengambilan acak sistematis adalah metode untuk mengambil sampel secara sistematis dengan interval atau jarak tertentu dari suatu kerangka sampel yang telah diurutkan. Dengan demikian tersedianya suatu populasi sasaran yang tersusun merupakan prasyarat penting bagidimungkinkannya pelaksanaan pengambilan sampel dengan metode acak sistematis. 3. Sampling acak stratifikasi Metode pengambilan acak stratifikasi adalah metode pengambilan sampel dengan cara membagi populasi kedalam kelompok-kelompok yang homogenyang disebut strata, kemudian sampel diambil secara acak dari tiap strata tersebut. 4. Sampling klaster atau cluster sampling Metode pengambilan sampel klaster adalah metode yang digunakan untuk memilih sampel yang berupa kelompok dari beberapa kelompok yaitu setiap kelompok terdiri atas beberapa unit yang lebih kecil atau element. Jumlah elemen dari masing-masing kelompok bisa sama maupun berbeda. b. Nonprobability Sampling (pemilihan tidak acak). Nonprobability Sampling setiap unsur dalam populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel dalam penarikan sampel probabilita, kesempatan yang mempunyai peranan besar sedangkan dalam penarikan sampel Nonprobability sampling, kesempatan yang mempunyai peranan besar, sedangkan dalam penarikan sampel Nonprobability sampling yang berperan adalah kemampuan atau pengetahuan peneliti terhadap populasi penelitiannya.
Jenis teknik sampling dari Nonprobability sampling dalam, (Prasetyo dkk, 2005) yaitu: 1. Accidental sampling atau kebetulan Pada pengambilan sampel dengan cara Accidental sampling, sampel diambil dari ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkannya, sampel dipilih karena sampel ada pada tempat dan waktu yang tepat. 2. Judgment sampling Sampel diambil berdasarkan kriteria-kriteria berupa suatu pertimbangan tertentu yang telah dirumuskan terlebih dahulu oleh peneliti. 3. Quota sampling Quota sampling adalah purposive sampling yang mengambil persentase yang mengambil persentase sampelnya sesuai dengan persentase jumlah dipopulasinya. Quota sampling sampelnya harus mempunyai karakteristik yang dimiliki oleh populasinya. 4. Snowball sampling Cara mengambil sampel dengan cara ini adalah mengumpulkan sampel dari responden yang berasal dari referensi suatu jaringan. 5. Sampel jenuh Sampel jenuh adalah teknik pengumpulan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan apabila jumlah populasi relatif kecil.
Sumber Data Primer (skripsi tesis dan disertasi)
Data primer merupakan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti. Metode atau pendekatan yang dapat dilakukan dalam proses pengumpulan data bersifat primer ini dapat menggunakan angket atau kuesioner, wawancara, pengamatan, tes, dokumentasi dan sebagainya (Suryani, 2015). Instrumen pengumpulan data sendiri merupakan alat yang digunakan untuk pengumpan data, yaitu dapat berupa lembar cek list. Kuesioner (angket terbuka atau tertutup), pedoman wawancara, camera photo, video camera, buku catatan, dan lain sebagainya (Suryani, 2015).
1. Metode kuesioner
Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan tau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya metode kuesioner dapat dilakukan melalui tatap muka langsung, maupun melalui kuesioner surat (baik melalui surat dalam bentuk kertas maupun surat elektronik). Kuesioner yang diberikan secara langsung memiliki kelebihan, yaitu: a. Peneliti dapat secara langsung bertatap muka dengan responden sehingga tujuan penelitian dan kegunaan penelitian dapat disampaikan secara langsung sehingga dapat meningkatkan mengurangi keraguan responden dan motivasi untuk menjawab secara jujur. b. Peneliti dapat memeriksa langsung kelengkapan isi dari kuesioner yang diberikan. c. Penyebaran kuesioner yang dilakukan secara serentak yang dilakukan oleh tim survei dapat mengumpulkan data dalam waktu yang singkat dan relatif murah dibandingkan metode wawancara. d. Peneliti dapat secara langsung memberikan penjelasan jika pernyataan atau pertanyaan yang tidak dipahami oleh responden
2. Metode observasi
Observasi merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar. Metode observasi digolongkan menjadi dua yaitu: a. Participant observation, yaitu peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. b. Non-participant observation, yaitu penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Kelemahan metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa. 3. Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung anta pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data, wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan. Wawancara terbagai menjadi wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Wawancara terstruktur yaitu peneliti telah mengetahui pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, 23 kamera foto dan material lainnya yang dapat membantu kelancaran wawancara. Sedangkan wawancara secara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.
Pengumpulan Data (skripsi tesis dan disertasi)
Data digunakan untuk mengukur nilai satu atau lebih variabel dalam sampel atau populasi. Data merupakan cerminan dari suatu variabel menurut klasifikasinya seperti berdasarkan sifatnya, sumbernya, cara memperolehnya, dan waktu pengumpulannya (Suryani, 2015). 1. Data Menurut Jenisnya Data menurut jenisnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif (non-metric) seperti jenis kelamin, pendidikan, warna, suku dan sebagainya. Sedangkan kuantitatif (metric) adalah data berbentuk angka. 2. Data Menurut Sifatnya Data menurut sifatnya dikelompoknya menjadi dua yaitu data diskrit dan kontiniu. Data diskrit adalah data dalam bentuk bilangan bulat. Sedangkan data kontiniu adalah data yang mempunyai nilai yang terletak dalam seluruh interval. 3. Data Menurut Sumbernya Data menurut subernya dikelompokkan menjadi dua yaitu data internal dan data eksternal. Data internal adalah data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan di dalam sebuah organisasi. Sedangkan data eksternal adalah data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan di luar organisasi. 4. Data Menurut Cara Memperolehnya a. Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh organisasi atau perorangan langsung dari objeknya. Pengumpulan data tersebut dilakukan secara khusus untuk mengatasi masalah riset yang sedang diteliti. 21 b. Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain, biasanya sudah dalam bentuk publikasi. 5. Data Menurut Waktu Pengumpulannya Data menurut waktu pengumpulannya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu crosss-section, time series dan data panel. Data cross-section adala data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu yang dapat menggambarkan keadaan atau kegiatan pada waktu tertentu. Time series (data berskala) adalah daya yang dikumpulkan dalam waktu ke waktu untuk memberikan gambaran tentang perkembangan suatu kegiatan selama periode spesifik yang diamati. Data berskala sering kali disebut pula sebagai data historis. Sedangkan data panel adalah data gabungan time series dan cross section
.Uji Hipotesis PLS (skripsi tesis dan disertasi)
Untuk pengujian seluruh hipotesis maka digunakan metode Partial Least Square (PLS). Partial Least Square (PLS) merupakan metode analisis yang powerfull oleh karena tidak didasarkan banyak asumsi (Ghozali, 2014). Dengan metode PLS maka model yang diuji dapat mempergunakan asumsi: data tidak harus berdistribusi normal, skala pengukuran dapat berupa nominal, ordinal, interval maupun rasio, jumlah sampel tidak harus besar, indikator tidak harus dalam bentuk refleksif (dapat berupa indikator refleksif dan formatif) dan model tidak harus berdasarkan pada teori (Ghozali, 2014). Dengan uji t, yaitu untuk menguji signifikansi konstanta dan variabel independen yang terdapat dalam persamaan tersebut secara individu apakah berpengaruh terhadap nilai variabel dependen (Ghozali, 2014). Untuk pengujian ini dilakukan dengan melihat output dengan bantuan program aplikasi SmartPLS. Jika nilai T hitung < T tabel, maka Hipotesis nol ditolak, (koefisien regresi signifikan). Dalam pengujian hipotesis tingkat signifikansi yang digunakan adalah 95% ( = 0.05). Nilai T tabel dengan tingkat signifikansi 95% adalah 1.96. Model 19 persamaan struktural dalam penelitian ini akan diselesaikan dengan program SmartPLS 3.0
Model Struktural atau Inner Model (skripsi tesis dan disertasi)
Dalam menilai model struktural dengan PLS, dimulai dengan melihat nilai R-Square untuk setiap variabel laten endogen sebagai kekuatan prediksi dari model struktural. Perubahan nilai R-Square dapat digunakan untuk menjelaskan pengaruh substantive atau yang paling pokok. Nilai R-Square 0.67, 0.33, 0.19 dapat disimpulkan bahwa model dikatakan baik, moderate dan lemah (Ghozali, 2014)
Model Pengukuran atau Outer Model (skripsi tesis dan disertasi)
Dalam PLS model pengukuran atau outer model dengan indikator refleksif dievaluasi dengan convergent validity dan discriminat validity dari indikatornya serta composite reliability untuk blok indikator. Sedangkan indikator formatif dievaluasi berdasarkan pada substantive content-nya yaitu membandingkan besarnya relative weight dan melihat siginifikansi dari ukuran weight tersebut (Ghozali, 2014). Variabel laten yaitu variabel yang tidak dapat diukur langsung (harus dengan indikator atau kuesioner). Sedangkan indikator refleksif adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel laten. Jadi model indikator refleksif adalah 17 konstruk atau variabel laten diijelaskan oleh indikator atau arah hubungan dari konstruk ke indikator. Indikator-indikator mengukur hal yang sama tentang konstruk, sehingga antar indikator harus memiliki korelasi yang tinggi. Jika salah satu indikator dibuang, maka konstruk akan terpengaruh. Dalam model indikator formatif dipandang sebagai variabel yang mempengaruhi variabel laten. Jadi model indikator formatif yaitu indikator mempengaruhi konstruk atau hubungannya dari indikator ke konstruk, antar indikator diasumsikan tidak saling berkorelasi sehinga satu indikator dibuang tidak akan mempengaruhi konstruk (Ghozali, 2014). Pengujian outer model dilakukan dalam 4 tahap yaitu: 1. Convergent Validity Convergent validity dari model pengukuran dengan indikator refleksif dinilai berdasarkan korelasi antara item score atau component score dengan construct score yang dihitung dengan PLS. Ukuran refleksif individual dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari 0.70 dengan konstruk yang ingin diukur. Namun demikian untuk penelitian awal dari pengembangan skala pengukuran nilai loading 0.50 sampai dengan 0.60 dianggap cukup (Ghozali, 2014). 2. Discriminant Validity Discriminat validity dari model pengukuran dengan indikator refleksif dinilai berdasarkan cross loading pengukuran dengan konstruk. Jika korelasi konstruk dengan item pengukuran lebih besar daripada ukuran konstruk lainnya, maka hal itu menunjukkan bahwa konstruk laten memprediksi ukuran pada blok mereka lebih baik daripada ukuran pada blok lainnya (Ghozali, 2014). 3. Square root of Average Variance Extracted (AVE) Setiap konstruk dengan korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model. Jika nilai akar AVE setiap konstruk lebih besar daripada nilai korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model, maka dikatakan memiliki nilai discriminant validity yang baik (Ghozali, 2014). 18 4. Compositre Reliability Penilaian yang biasa digunakan untuk menilai reliabilitas konstruk dan dinyatakan reliable jika nilai composite reliability dan cronbach alpha di atas 0.70 untuk penelitian bersifat konfirmasi dan 0.60-0.70 masih dapat diterima untuk penelitian yang bersifat exploratory atau penyelidikan (Ghozali, 2014).
Partial Least Square (PLS) (skripsi tesis dan disertasi)
Sebagai alternatif covariance based SEM, pendekatan covariance based atau component based dengan PLS orientasi analisis bergeser dari menguji model kausalitas atau teori ke covariance based predictive model. CBSEM lebih berorientasi pada model building yang dimaksudkan untuk menjelaskan covariance dari semua observed indikators, sedangkan tujuan PLS adalah prediksi. Variabel laten didefinisikan sebagai jumlah dari indikatornya. Algoritma PLS ingin mendapatkan the best weight estimate untuk setiap blok indikator dari setiap variabel laten. Hasil komponen skor untuk setiap variabel laten didasarkan pada estimated indicator weight yang memaksimumkan variance explained untuk variabel dependent atau laten, observe atau keduanya (Ghozali, 2014). Partial least square (PLS) merupakan metode analisis yang powerfull oleh karena tidak didasari banyak asumsi. Data tidak harus terdistribusi normal multivariate (indikator dengan skala kategori, ordinal, interval, sampai ratio dapat digunakan pada model yang sama), sampel tidak harus besar. Walapun PLS dapat juga digunakan untuk mengkonfirmasi teori, tetapi dapat juga digunakan untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antar variabel laten. Oleh karena lebih menitik beratkan pada data dan dengan prosedur estimasi yang terbatas, maka mispersifikasi model tidak begitu berpengaruh terhadap estimasi parameter. Dibandingkan dengan CBSEM, component based SEM–PLS menghindari dua 15 masalah serius yaitu inadmisable solution dan factor indeterminacy (Ghozali, 2014). PLS dapat menganalisis sekaligus konstruk yang dibentuk dengan indikator refletif dan indikator formatif dan hal ini tidak mungkin dijalankan dalam CBSEM karena akan terjadi unidentified model. Oleh karena algoritma dalam PLS menggunakan analisis series ordinary least square, maka identifikasi model bukan masalah dalam model rekursif dan juga tidak mengasumsikan bentuk distribusi tertentu dari pengukuran variabel. Lebih jauh efesiensi perhitungan algoritma mampu mengestimasi model yang besar dan komplek dengan ratusan variabel laten dan ribuan indikator (Ghozali, 2014). Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa jika model struktur dan model pengukuran yang dihipotesiskan benar dalam artian menjelaskan covariance semua indikator dan kondisi data serta sample size terpenuhi, maka covariance based SEM memberikan estimasi optimal dari parameter model. Ini ideal untuk konfirmasi model dan estimasi kebenaran parameter populasi. Namun demikian tergantung dari tujuan si peneliti dan pandangan epistemic dari data ke teori, properti data yang ada, tingkat pengetahuan teoritis dan pengembangan pengukuran, pendekatan PLS mungkin lebih cocok
Structural Equation Model (SEM) (skripsi tesis dan disertasi)
Structural Equation Model (SEM) adalah suatu teknik statistik yang mampu menganalisis variabel laten, variabel indikator dan kesalahan pengukuran secara langsung. Teknik ini dilakukan untuk menjelaskan secara menyeluruh hubungan antar variabel yang ada dalam penelitian. SEM digunakan bukan untuk merancang suatu teori, tetapi lebih ditujukan untuk memeriksa dan membenarkan suatu model. SEM terbagi atas 2 jenis varian, yaitu SEM covariance based dan SEM componenet based (Ghozali, 2014). SEM memiliki dua tujuan utama dalam analisisnya, tujuan yang pertama yaitu menentukan apakah model possible (masuk akal) atau fit, atau dengan kata lain menguji fit suatu model yaitu kesesuaian model dengan data empiris. Tujuan kedua yaitu menguji berbagai hipotesis yang telah dibangun sebelumnya. SEM memiliki 4 perbedaan dengan regresi biasa dan teknik multivariate lainnya yaitu: 1. SEM membutuhkan lebih dari sekedar perangkat statistik yang didasarkan atas regresi biasa dan analisis varian. 14 2. Regresi biasa, umumnya, menspesifikan hubungan kausal antara variabel-variabel teramati, sedangkan pada model variabel laten SEM, hubungan kausal terjadi di antara variabel-variabel tidak teramati atau variabel-varibel laten. 3. SEM selain memberikan informasi tentang hubungan kausal simultan di antara variabel-variabelnya, juga memberikan informasi tentang muatan faktor dan kesalahan-kesalahan pengukuran. 4. Estimasi terhadap multiple interrelated dependence relationships. pada SEM sebuah variabel bebas pada satu persamaan bisa menjadi variabel terikat pada persamaan lain.
Data yang diuji dalam PLS (skripsi tesis dan disertasi)
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah item-item yang ada dalam kuesioner mampu mengukur peubah yang didapatkan dalam penelitian ini. (Ghozali, 2006). Maksudnya untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner dilihat jika pertanyaan dalam kuesioner tersebut mampu mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
b. Uji Reabilitas
Instrumen dikatakan reliabel terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten meskipun diuji berkali-kali. Jika hasil dari Cronbach alpha > 0,60 maka data tersebut mempunyai keandalan yang tinggi. (Ghozali, 2006).
c. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan metoode Partial Least Square (PLS). PLS merupakan metode alternatif analisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) yang berbasis varians. Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan metode resampling Bootstrap. Statistik uji yang digunakan adalah statistic t atau uji t. Kriteria pengujian untuk variabel laten eksogen berpengaruh terhadap variabel laten endogen apabila t-hitung > t-tabel dengan nilai t-tabel sebesar 1.96 (pada taraf nyata 5%) untuk P Values < 0.05. P Values merupakan ukuran probabilitas kekuatan dan bukti unuttuk menolak atau menerima hipotesis. Semakin kecil nilai P maka akan semakin kuat bukti tersebut untuk menolak Hipotesis
Estimasi Pada PLS (skripsi tesis dan disertasi)
Langkah selanjutnya untuk mengestimasi setelah mengembangkan model adalah dengan menguji kriteria pada setiap indikator yang ada. Model jalur yang telah dikembangkan kemudian diuji dnega perhitungan algoritma yang telah tersedia di dalam program. Apabila ada indikator dengan loading factor dibawah 0.70 maka indikator tersebut perlu dikeluarkan atau dibuang dari model dan dilakukan estimasi ulang. Setelah semua indikator sudah memenuhi syarat maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji hubungan dengan menu Bootstrapping pada program di software Smart-PLS.Hasil output hubungan dan signifikansi setiap variabel akan muncul dan kemudian diidentifikasi. (Ghozali, 2006).
Spesifikasi dan EValuasi Model (skripsi tesis dan disertasi)
Model Analisis jalur semua variabael laten dalam PLS terdiri dari tiga set hubungan yaitu Outer Model yang menspesifikasi hubungan variabel laten dengan indikator lainnya yang merupakan nilai kasus dari variabel laten yang dapat diestimasi, Inner Model yang menspesfikasi hubungan antar variabel laten. a. Evaluasi Goodness-of-fit Outer Model Goodness of fit Outer model refleksif meliputi convergent validity, discriminant validity, dan composite reliability. Sedangkan untuk Outer model formatif dievaluasi dengan signifikansi dari pembobotan (weight). Goodness of fit Outer model refleksif adalah sebagai berikut:
1. Convergent Validity Convergent Validity mengukur besarnya korelasi antara konstrak dengan variabel laten. Dalam evaluasi Convergent Validity dari pemeriksaan individual item Realibility dapat dilihat dari nilai Standardized loading factor. Standardized loading factor menggambarkan besarnya korelasi antara setiap item pengukuran (indicator) dengan konstraknya. Nilai loading factor diatas 0,7 dapat dikatakan ideal artinya bahwa indicator tersebut dikatakan valid sebagai indicator yang mengukur konstak. Meskipun demikian, nilai Standardized loading factor diatas 0,5 dapat diterima, sedangkan nilai Standardized loading factor dibawah 0,5 dapat dikeluarkan dari model. (Chin & Marcolin, 1996). 2. Discriminant Validity Discriminant validity dari model reflektif dievaluasi melalui cross loading, kemudian membandingkan nilai AVE dengan kuadrat nilai kolerasi antar konstrak (atau membandingkan square root average variance extracted (akar AVE) dengan korelasi antar kontrak). Ukuran cross loading adalah membandingkan korelasi indicator dengan kontraknya dan kontrak dari blok lainnya. Bila kolerasi antara indikator dengan kontraknya lebih tinggi dari kolerasi dengan kontrak blok lainnya, hal ini menunjukkan kontrak tersebut memprediksi ukuran pada blok mereka dengan lebih baik dari blok lainnya. Ukuran discriminant validity lainnya adalah bahwa nilai akar AVE harus lebih tinggi daripada kolerasi antara kontrak dengan kontrak lainnya atau nilai AVE lebih tinggi dari kuadrat kolerasi antar kontrak merupakan pengukuran indikator dengan variabel latennya. Fornell dan Lacrker (1981) menyatakan ukuran AVE ini dapat juga digunakan untuk mengukur reliabitilas component score variable 20 laten dan hasilnya lebih konservatif dibandingkan dengan composite reliability. (Sofyan & Kurniawan, 2011)
3. Composite Reliability Composite reliability lebih baik dalam mengukur internal consistency dibandingkan cornbach’s alpha dalam model SEM dikarenakan composite reliability tidak mengasumsikan kesamaan boot dari setiap indikator. Cronbach’s alpha cenderung menaksir lebih rendah contruct reliability dibandingkan composite reliability. Interpretasi composite reliability sama dengan cronbach’s alpha. Nilai batas 0,7 keatas berarti dapat diterima dan diatas 0,8 dan 0,9 berarti sangat memuaskan. (Sofyan & Kurniawan, 2011)
b. Evaluasi Goodness-of-fit Inner model Goodness of Fit inner model diukur menggunakan R-square variabel laten dependen dengan interpretasi yang sama dengan regresi. Hasil R-square 0.67 dapat diindikasikan baik, 0,33 dapat diindikasikan sebagai moderat, dan 0.19 sebagai hasil yang lemah. Q- 21 Square predictive relevance untuk model struktural, megukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Nilai Q-square > 0 menunjukkan model memiliki predictive relevance; sebaliknya jika nilai Q-Square ≤ 0 menunjukkan model kurang memiliki predictive relevance
Di mana 𝑅1², 𝑅2² … 𝑅𝑝² adalah R-square variabel endogen dalam model persamaan. Besaran 𝑄 2 memiliki nilai dengan rentang 0 < 𝑄 2 < 1, dimana semakin mendekati 1 berarti model semakin baik. Besaran 𝑄 2 ini setara dengan koefisien determinasi total pada analisis jalur (path analysis)
Analisa model struktutal Partial Least Square (PLS) (skripsi tesis dan disertasi)
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan software SmartPLS. Partial Least Square dapat digunakan untuk memprediksi ada atau tidaknya hubungan yang terjadi antara variabel laten satu dengan variabel laten lainnya dengan situasi kompleksitas yang tinggi dan dukungan teori yang rendah. (Ghozali, 2006). Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square dengan alasan karena penelitian ini 18 menggunakan hasil dari jawaban kuesioner sebagai sumber data. Teknik analisis yang digunakan ini berguna untuk mengetahui pengaruh retail service quality dengan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Berikut adalah pemaparan prosedur yang dipakai dalam metode PLS secara umum. (Ghozali, 2006)
Identifikasi Indikator pada SEM-Partial Least Square (SEM-PLS) (skripsi tesis dan disertasi)
SmartPLS bertujuan untuk memprediksi suatu model dan mengkonfirmasi teori yang telah ada, tetapi bisa juga digunakan untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan antar peubah atau variabel laten. Model analisis jalur semua variabel laten dalam smartPLS terdiri dari tiga set hubungan: a. Inner model yang menspesifikasi hubungan antar variabl laten (structural model). Inner model menggambarkan hubungan antar variabel laten berdasarkan substantive theory. b. Outer model yang menspesifikasi hubungan antara variabel laten dengan indikator atau variabel manifestnya (measurment model). Outer model juga mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel latennya. 17 c. Weight relation di mana nilai kasus dari variabel laten dapat diestimasi. Tanpa kehilangan generalisasi, dapat diasumsikan bahwa variabel laten dan indikator atau manifest variabel diskala zero means dan unit variance sehingga parameter lokasi dapat dihilangkan dalam model. Pengolahan dalam penelitian ini menggunakan model Structural Equation Model (SEM) dengan smartPLS. Hubungan kausalitas model SEM ini untuk lebih jelasnya dapat dilihat melalui diagram path. Ada beberapa hal yang membedakan analisis PLS dengan model analisis SEM yang lain: a. Data tidak harus berdistribusi normal. b. Dapat digunakan sampel kecil. Minimal sampel>30 dapat digunakan. c. PLS selain dapat digunakan untuk mengkonfirmasikan teori, dapat juga digunakan untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antar variabel laten. d. PLS dapat menganalisis sekaligus konstruk yang dibentuk dengan indikator reflektif dan formatif. e. PLS mampu mengestimasi model yang besar dan kompleks dengan ratusan variabel laten dan ribuan indicator. (Sanjiwani & Jayanegara, 2015).
Partial Least Square (PLS) (skripsi tesis dan disertasi)
Menurut Ghozali (2006), Partial Least Square (PLS) merupakan orientasi model persamaan struktural yang digunakan untuk menguji teori atau untuk mengembangkan teori (tujuan prediksi). (Ghozali, 2006). PLS ini adalah pendekatan alternatif yang bergeser dari pendekatan Structur Equation Modelling (SEM) berbasis kovarian (mengukur besarnya hubungan antara dua variabel) menjadi berbasis varian (ukuran korelasi antara dua variabel acak yang sama). PLS ini sering diterapkan karena tiga alasan yaitu diatribusi data, ukuran sampel, dan penggunaan indikator formatif. Dinyatakan oleh Wold dalam Ghozali (2006), metode ini merupakan metode yang sangat kuat, karena tidak didasarkan oleh banyak asumsi, data tidak harus terdistribusi dengan normal multivariate (indikator dengan skala kategori sampai rasio dapat digunakan pada model yang sama) dan untuk bahan sampel tidak harus besar dengan minimal sampel 30-50 sudah dapat diaplikasikan dan sudah layak untuk dijadikan sampel penelitian. (Ghozali, 2006). Sedangkan, menurut Wold dalam Hoyle (1999), PLS merupakan metode analisis yang “powerfull” karena dapat diterapkan pada semua skala data, tidak membutuhkan banyak asumsi dan ukuran sampel tidak harus besar. (Ghozali, 2006). Walaupun PLS dapat juga digunakan untuk mengkonfirmasi teori, tetapi dapat juga digunakan untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antara variabel laten. Selain dapat digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antar variabel dengan landasan teori lemah atau belum ada, PLS juga dapat digunakan untuk pengujian hipotesis. PLS merupakan pendekatan yang lebih tepat untuk tujuan prediksi. Konstrak terbagi menjadi 16 dua, yaitu konstrak eksogen dan konstrak endogen. Konstrak eksogen merupakan konstrak penyebab, konstrak yang tidak dipengaruhi oleh konstrak lainnya. Konstrak eksogen memberikan efek kepada konstrak lainnya, sedanhkan konstrak endogen merupakan konstrak yang dijelaskan oleh konstrak eksogen. Konstrak endogen adalah efek dari konsrrak eksogen. (Yamin dan Kurniawan, 2010)
Analisis N Vivo
Pada Nvivo sumber data yang dianalisis dapat dibagi menjadi empat yaitu pertama sumber data penulisan internal (internals), kedua sumber data penulisan eksternal (eksternal), ketiga catatan-catatan penulisan selama pengumpulan data (memos) dan terakhir keempat yaitu kerangka matriks (framework matrices). Internal sources dalam konteks ini adalah semua sumber data penulisan kualitatif yang dapat dimasukkan dalam Nvivo, misalnya rekaman, wawancara, transkrip wawancara, catatan selama melakukan penulisan, foto, tabel data survei, isi website tertentu, data bases dan video. External sources merupakan materi penulisan yang tidak dapat dimasukkan secara langsung dalam Nvivo, misalnya buku referensi dari perpustakaan atau jurnal versi cetak. Memos adalah sumber data penulisan berupa catatan penulis selama melakukan penulisan. Framework matrices merupakan ringkasan hasil observasi terhadap partisipan tertentu dan tema dalam proyek yang sudah dibuat dalam tabel matriks (Bandur, 2016) ϰϬ Selain itu, NVivo juga memastikan pengkodean yang mudah, efektif dan efisien yang membuat pengambilan menjadi lebih mudah (Zamawe, 2015). Sehingga dalam NVivo, semua sumber disimpan bersama di bawah satu atap, meskipun file terletak di tempat yang berbeda dalam proyek yang sama, tautan yang dibuat memudahkan pengambilan sementara dalam pengkodean manual. Pada NVivo menurut (Neill, 2013) terdapat beberapa manfaat, seperti dapat membuat auditable footprint, lebih eksplisit dan reflektif, serta meningkatkan transparansi.
Sejarah N Vivo
Nvivo pada mulanya dikembangkan pada tahun 1981 oleh programer Tom Richards dengan nama Non-Numerical Unstructured Data Indexing Searching and Theorizing (NUDIST). Sejak tahun 2002, NUDIST diganti dengan Nvivo. “N adalah singkatan dari NUDIST dan Vivo diambil dari in-vivoெ yang berarti melakukan koding berdasarkan data yang hidup (nyata) dialami partisipan di lapangan. Penamaan Nvivo menunjukkan fungsi utama software untuk melakukan koding data dengan efektif dan efisien. NVivo adalah sofware analisa data kualitatif yang dikembangkan oleh Qualitative Solution and Research ϯϵ (QSR) international. QSR sendiri adalah perusahaan pertama yang mengembangkan software analisa data kualitatif. Nvivo berawal dari kemunculan software NUD*IST (Nonnumeric Unstructured Data, Index Searching, and theorizing) pada tahun 1981 (Bazeley dan Jackson, 2007). Dalam penulisan ini, penulis memilih menggunakan NVivo 11 plus dalam analisa data. Dengan demikian, kunci untuk mendapatkan presentasi data dalam bentuk tabel, grafik, diagram, dan model bagi penulis kualitatif yang menggunakan Nvivo ialah bagaimana melakukan koding terhadap sumber data penulisan.
Manfaat Penelitian Kuantitatif
1. Manfaat Teoretis
Manfaat teoretis merupakan manfaat yang berhubungan dengan pengembangan ilmu, dalam hal ini adalah ilmu linguistik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam pengembangan ilmu bahasa, khususnya dalam bidang pragmatik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan mengenai studi tentang pelanggaran prinsip kesantunan dan implikatur percakapan berdasarkan pelanggaran prinsip kesantunan khususnya dalam tuturan yang bersifat komedi.
2. Manfaat Praktis
Manfaat praktis merupakan manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini oleh peneliti itu sendiri dan pembaca. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pembaca mengenai pemahaman terhadap percakapan di dalam komik berbahasa Jawa ngapak, terutama dalam memahami prinsip kesantunan dan implikatur percakapan berdasarkan pelanggaran prinsip kesantunan dalam komik Banyumasan. Dengan cara menganalisis secara langsung tuturan yang ada di dalam komik tersebut. Selain itu, penelitian ini dapat bermanfaat sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya.
Macam-Macam Metode Penelitian Kuantitatif Selanjutnya
1. Korelasi
Metode Korelasional merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif yang digunakan dalam evaluasi. Terutama untuk mendeteksi sejauh mana variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefesian korelasi.
Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti korelasional adalah penelitian dengan tujuan untuk mendeteksi tingkat kaitan variasi-variasi yang ada dalam suatu faktor dengan variasi-variasi dalam faktor yang lain dengan berdasarkan pada koefisien korelasi.
2. Deskriptif
Metode deskriptif merupakan salah satu macam-macam metode penelitian kuantitatif dengan suatu rumusan masalah yang memadu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti deskriptif ini bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat.
3. Kausal Komparatif
Metode penelitian kausal komparatif merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif. Nama populer dari macam-macam metode penelitian kuantitatif ini adalah ex-post facto. Metode Kausal komperatif digunakan dalam evaluasi untuk mengetahui kemungkinan hubungan sebab-akibat.
Proses dari macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti kasual komparatif adalah dengan pengamatan terhadap akibat yang ada dengan mencari faktor-faktor penyebabnya. Melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, kemudian mencari kemungkinan variabel penyebabnya.
4. Komparatif
Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti yang komparatif berfungsi membandingkan dua perlakuan atau lebih dari suatu variable, atau beberapa variabel sekaligus. Tujuan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif ini untuk melihat perbedaan dua atau lebih situasi, peristiwa, kegiatan, atau program.
Perbandingan yang dilihat dari bagaimana seluruh unsur dalam komponen penelitian terkait antara satu sama lain. Perhitungan yang digunakan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif adalah berupa persamaan dan perbedaan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung hasil. Bagaimana unsur pembentuk hasil penelitian dapat menjadi latar belakang dari hasil penelitian tersebut.
Macam-Macam Metode Penelitian Kuantitatif
1. Korelasi
Metode Korelasional merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif yang digunakan dalam evaluasi. Terutama untuk mendeteksi sejauh mana variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefesian korelasi.
Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti korelasional adalah penelitian dengan tujuan untuk mendeteksi tingkat kaitan variasi-variasi yang ada dalam suatu faktor dengan variasi-variasi dalam faktor yang lain dengan berdasarkan pada koefisien korelasi.
2. Deskriptif
Metode deskriptif merupakan salah satu macam-macam metode penelitian kuantitatif dengan suatu rumusan masalah yang memadu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti deskriptif ini bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat.
3. Kausal Komparatif
Metode penelitian kausal komparatif merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif. Nama populer dari macam-macam metode penelitian kuantitatif ini adalah ex-post facto. Metode Kausal komperatif digunakan dalam evaluasi untuk mengetahui kemungkinan hubungan sebab-akibat.
Proses dari macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti kasual komparatif adalah dengan pengamatan terhadap akibat yang ada dengan mencari faktor-faktor penyebabnya. Melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, kemudian mencari kemungkinan variabel penyebabnya.
4. Komparatif
Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti yang komparatif berfungsi membandingkan dua perlakuan atau lebih dari suatu variable, atau beberapa variabel sekaligus. Tujuan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif ini untuk melihat perbedaan dua atau lebih situasi, peristiwa, kegiatan, atau program.
Perbandingan yang dilihat dari bagaimana seluruh unsur dalam komponen penelitian terkait antara satu sama lain. Perhitungan yang digunakan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif adalah berupa persamaan dan perbedaan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung hasil. Bagaimana unsur pembentuk hasil penelitian dapat menjadi latar belakang dari hasil penelitian tersebut.
Contoh Metode Penelitian Sosial
Contoh metode penelitian sosial ada berbagai macam. Model penelitian yang kerap dilakukan adalah metoda longitudinal, studi kasus, etnografi, pengamatan, wawancara, eksperimental, survey dan metoda deskriptif. Dengan banyaknya pilihan contoh metode penelitian akan memudahkan para peneliti untuk memilih jenis metode yang tepat bagi riset yang tengah dilakukannya.
Metode riset sosial adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan bahan dan data. Kemudian data diolah secara sistematis dan ilmiah. Hingga dapat ditarik sebuah kesimpulan tentang fakta di sosial dan pemecahannya.
Berikut ini contoh-contoh metode penelitian sosial yang bisa anda terapkan pada penelitian yang tengah anda laksanakan.
1.Metode Penelitian Deskriptif
Metode ini hanya bersifat menggambarkan sesuatu yang tengah terjadi di masyarakat. Para pakar sering menyebutnya sebagai metode naratif. Hal utama yang didapatkan tulisan atau wawancara deskriptif yang menguraikan objek yang tengah diriset secara mendalam.
Penelitian ini akan memberikan gambaran apa yang menjadi fenomena di masyarakat , apa saja pemicunya dan bagaimana cara mengatasinya. Selain menggunakan metode narasi seringkali diperkuat dengan observasi secara langsung.
2.Metode Penelitian Survey
Metode riset sosial yang tak kalah populer adalah metode survey. Beberapa permasalahan sosial di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan baik menggunakan metode survey.
Namun sama seperti metode penelitian yang lainnya, tingkat keakuratan data tidak seratus persen. Tingkat kesalahan masih ada tapi sangat kecil prosentasenya. Contoh metode penelitian survey dapat dilakukan dengan menggunakan teknik angket maupun kuisioner.
Macam-Macam Metode Penelitian Sosial
Setiap ilmu bisa diteliti dan melahirkan ilmu baru lainnya. Dengan adanya penelitian maka ilmu-ilmu akan berkembang lebih bagus lagi. Inilah salah satu manfaat dari adanya metode riset sosial. Yang melakukan penelitian disebut peneliti. Sedangkan yang diteliti adalah objek masalah
Berikut ini macam-macam metode penelitian sosial yang umum berlaku dan banyak digunakan.
1.Metode Penelitian Kuantitatif
Metode kuantitatif adalah sebuah sistem riset untuk mendapatkan jawaban atas setiap masalah yang dihadapi dengan cara elegan, sistematis, dan ilmiah. Metode ini berlawanan dengan metode riset dan pengalaman. Untuk mengumpulkan data bagi penelitian menggunakan sistem gabungan. Untuk hipotesa yang dihasilkan cenderung pada arti khusus ketimbang umum.
Yang membedakan antara metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif adalah dari segi pendekatannya. Pengumpulan bahan atau data dari metode penelitian kuantitatif bersifat terukur. Contoh metode riset sosial jenis ini seperti frekuensi tindakan, besaran gaji, teknik korelasi, gambaran statistik, dan lain-lain.
2.Metode Penelitian Kualitatif
Metode penelitian kualitatif adalah riset yang dilakukan berdasarkan fakta di lapangan yang meliputi banyak hal. Seperti dalam mengumpulkan bahan menggunakan teknik visual, interaksional atau wawancara, historis, mengamati, teks sumber referensi, perjalanan hidup, introspeksi, pengalaman, dan studi kasus empiris.
Demikianlah macam-macam metode penelitian sosial maupun pengertian teknik penelitian kuantitatif dan kualitatif. Persamaannya sangat jelas dan juga perbedaannya. Namun yang membedakannya sangat mudah karena metode penelitian kuantitatif mendasarkan pada penelitian yang bersifat keluasan data.
Contoh penelitian yang pas bagi metode ini adalah populasi. Hal ini berbeda dengan metode penelitian kualitatif yang lebih memfokuskan pada kualitas penelitian dan data. Para peneliti fenomena sosial akan membiasakan diri pada penggunaan metode riset sosial yang tepat bagi suatu masalah. Ia bisa menggunakan metode penelitian kualitatif maupun kuantitatif.
Syarat-Syarat Penelitian Sosial
Penelitian sosial tak dapat dilakukan secara terburu-buru. Semua harus dilakukan secara sistematis dan terdapat beberapa persyaratan sebagai berikut, antara lain :
- Mengikuti kaidah ilmiah yang logis atau masuk akal
- Terencana
- Terstruktur
- Sistematis
- Empiris
Manfaat Penelitian Sosial
Teknik penelitian sosial adalah sebuah riset yang dilakukan secara sistematis dan tersusun dengan baik. Penelitian ini sangat populer dengan beragam manfaat. Lalu apa saja manfaat penelitian sosial? Berikut ini kumpulan manfaat metode penelitian sosial bagi masyarakat secara umum, antara lain:
- Media untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih sempurna. Kemudian ilmu itu bisa dikembangkan lebih lanjut lagi
- Menjelaskan secara sistematis atau sebuah kejadian yang terdapat di sosial masyarakat beserta pemecahan solusinya
- Memberikan penjelasan lengkap tentang peristiwa yang berlangsung di masyarakat. Dari mulai penyebab, dan cara mengatasinya.
Definisi Metode Penelitian Sosial
Definisi teknik penelitian sosial adalah sebuah teknik penelitian yang dipergunakan oleh para peneliti untuk mendapatkan informasi atau fakta dalam rangka menemukan solusi atas setiap permasalahan yang telah terjadi berdasarkan metoda sistematis dan ilmiah.
Metode penelitian dimulai dari menentukan objek yang akan diriset. Untuk teknik riset sosial maka yang diteliti adalah objek sosial. Kemudian mencari data-data terhadap objek sosial tersebut. Dilanjutkan dengan mengolah data sampai didapatkan sebuah kesimpulan.
Metode riset sosial bukan hal asing lagi bagi mereka yang menempuh pendidikan tinggi dalam bidang kuliah ilmu sosial atau mahasiswa jurusan sosial. Seperti fakultas sosiologi atau budaya. Para mahasiswa akan terbiasa melakukan penelitian sosial yang dibukukan dalam bentuk makalah, skripsi maupun laporan.
Teknik penelitian ini merupakan hal wajib yang digunakan untuk meneliti sebuah fenomena sosial. Banyak permasalahan sosial yang bisa diselesaikan dengan baik setelah menggunakan teknik penelitian sosial. Dari mulai kenakalan kalangan pelajar SMP, SMA dan Mahasiswa sudah dibiasakan dalam melakukan penelitian.
Pengertian Metode Penelitian
Dengan penjelasan inilah, dapat dikatakan pengertian metode penelitian sangat luas. Beberapa pakar mencoba memberikan definisinya. Berikut ini pandangan para pakar mengenai definisi metode penelitian yang sebaiknya anda tahu.
1.Kamus Webster
Metode penelitian merupakan bagian dari proses untuk menyelidiki suatu objek tertentu untuk mendapatkan pengetahuan darinya secara terencana dan ilmiah.
2.Carter Good
Metode penelitian adalah upaya yang dilakukan untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang terjadi. Sehingga bisa didapatkan kesimpulan atas fakta-fakta yang telah terjadi secara terstruktur dan sistematis.
3.Sanafiah Anwar
Metode penelitian adalah suatu kegiatan untuk menemukan masalah dan memecahkan masalah tersebut secara ilmiah.
PENELITIAN MENURUT TINGKAT EKSPLANASI
PENELITIAN DESKRIPTIF
adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain.
Contoh : Penelitian mengenai penggunaan teknologi computer di beberapa SD di pedesaan
PENELITIAN KOMPARATIF
Merupakan suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.
Contoh : Penelitian mengenai kualitas air tanah di pedesaan dibandingkan di perkotaan.
PENELITIAN ASSOSIATIF
Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Contoh : Penelitian mengenai hubungan kelengkapan media pembelajaran dengan motivasi belajar siswa
PENELITIAN TERAPAN
Menurut Jujun S. Suriasimnatri, penelitian terapan bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang bersifat praktis. Gay prnah mengatakan bahwa, penelitian terapan bertujuan untuk menguji, menerapkan serta mengevaluasi masalah praktis. Jadi, penelitian terapan ini bersifat praktis dan aplikatif karena penelitian ini berasal dari masalah yang nyata bukan dari masalah yang mendasar.
PENELITIAN MURNI
Penelitian murni atau juga disebut penelitian dasar memiliki tujuan untuk mengembangkan teori yang tidak memiliki sifat praktis. Menurut Jujun S. Suriasumnatri, penilitian murni bertujuan untuk menemukan ilmu pengetahuan yang baru yang belum pernah di teliti.
PENELITIAN BERDASARKAN PADA TUJUAN
A. PENELITIAN EKSPLORATORIS
Penelitian yang dilakukan karena ada masalah yang sangat jarang untuk di teliti. Sesuatu yang para peneliti tidak banyak melakukan penelitian.
B. PENELITIAN DESKRIPTIF
Tujuan penelitian ini adalah agar dapat memberikan sebuah penjelasan yang sangat rinci tentang masalah sosial yang bisa di jadikan sebagai objek penelitian. Kekuatan dari penelitian ini ada pada kualitas dan kuantitas kalimat yang di paparkan dalam hasil penelitian. Jika semakin banyak data maka akan semakin bagus sebuah penelitian tersebut.
C. PENELITIAN EKSPLANATORIS
Tujuan dari penelitian eksplanatoris adalah menguji sebuah teori ataupun hipotesa agar dapat memperkuat maupun sebaliknya dari penelitian sebelumnya.
Kegunaan Metodologi Penelitian Berdasarkan Jenisnya
Apa itu metodologi penelitian? Ternyata memiliki kegunaan yang luar biasa dalam dunia penelitian. Jika selama ini metodologi penelitian hanya untuk kepentingan akademis. Ternyata solusi atau hasil penelitian secara akademis, dapat memberikan solusi dan perubahan banyak ranah. Tidak hanya di ranah pendidikan, tetapi juga di ranah sosial, kedokteran. Salah satunya untuk kepentingan berikut kita simak.
1. Penelitian Murni : Mengembangkan Teori
Jadi kegunaan penelitiaan murni sebagai penelitian dasar yang sering digunakan untuk mengembangkan teori yang sudah ada menjadi lebih komprehensif dan lebih lengkap. Penelitian murni ini berbeda dengan penelitian terapan.
2. Penelitian terapan : Memecahkan Masalah pada Kehidupan Praktis
Jadi penelitian terapan adalah metodologi penelitian yang mendasarakan pada tingkat kegunannya. Penelitian ini lebih fokus pada memecahkan masalah pada kehidupan praktis.
Memecahkan masalah berdasarkan kejadian secara real di lingkungan sosial. Dengan kata lain, metode penelitian satu ini lebih tepat sasaran bagi masyarakat sekitar, karena tidak berpedoman pada teori (dimana untuk beberapa kasus, secara teoritis justru membatasi pengambilan solusi).
3. Penelitian aksi : Membuat Tindakan Khusus Sesuai Dengan Teori
Barangkali kamu jarang mendengar metodologi penelitian yang satu ini. Jadi penelitian aksi ini adalah penelitian yang ditujukan untuk membuat tindakan khusus sesuai dengan teori. Jadi telaah teoritis inilah yang dijadikan acuan atau pencarian solusi atas permasalahan yang ada.
Jadi memang metodologi tidak hanya sebagai pemecah masalah yang sifatnya studi kasus dan akademis. Tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Misalnya, bisa mengentaskan angka kemiskinan, memberikan solusi atas permasalahan kasus yang menghambat produktivitas warga, bisa menemukan obat dibidang kedokteran dan masih banyak kegunaan metodologi penelitian.
Jenis dan Contoh Metodelogi Penelitian
1. Metode Kualitatif
Metode kualitatif, yang merupakan metode riset yang memberikan penjelasan lebih analisis dan bersifat subjektif. Pada metode ini peneliti menggunakan perspektif dari partisipan sebagai gambaran yang diutamakan dalam memperoleh hasil penelitian.
Pada metode kualitatif biasanya menggunakan teknik penelitian berupa ovservasi, ekspreimen dan wawancara terbuka.
Jika pada metode kuantitatif datanya bersifat angka/skala, pada kualitatif datanya dapat berupa pendapat atau hasil pencatatan di lapangan.
2. Metode Kuantitatif
Kedua, kebalikan dari kualitatif, yaitu metode kuantitatif. Yaitu metode yang dilakukan secara sistematis dan menggunakan model-model yang bersifat matematis. Hipotesa dan teori yang digunakan biasanya berkaitan dengan fenomena alam. Sifat penelitian ini adalah objektif, dan analitis.
Untuk memperoleh data-data penelitian biasa digunakan beberapa metode seperti tes, pengujian dan wawancara terstruktur. Data penelitian yang di dapat berupa angka, skala maupun grafik yang bisa dihitung.
3. Metode Survey
Ketiga, metode survey adalah metode penelitian yang dikemas dan disusun berbentuk opini. Metode penelitian satu ini pun dimanfaatkan untuk membuat gambaran umum melalui sampel beberapa orang loh.
4. Metode Ekspos Facto
Keempat, metode ekspos facto, adalah metode penelitian yang berhubungan sebab –akibat.
5. Metode Deskriptif
Kelima, metode deskriptif metode penelitian yang mengambarkan peristiwa secara langsung ataupun tidak langsung. apa itu metodologi penelitian deskriptif dibagi menjadi dua, yaitu metode longitudinal dan cross sectional.
Tujuan Metodologi Penelitian
Tujuan metode penelitian diharapkan peneliti dapat memperoleh hasil penelitian yang berkompeten, berkredibel, tepat dan tentu saja dapat dipertanggungjawabkan. Setidaknya dari penelitian yang dilakukan akan menjawab permasalahan yang sedang diteliti oleh penulis.
Dilihat dari segi jenis, metodologi penelitian pada dasarnya memiliki tiga kemanfaatan. Pertama, memperoleh pengetahuan atau penemuan baru. Kedua, dapat dimanfaatkan untuk membuktikan atau menguji kebenaran yang telah ada. Ketiga, membantu dalam mengembangkan pengetahuan lebih kaya dan lebih banyak.
Apa itu metodologi penelitian?
Metodologi penelitian merupakan cara bagaimana kita melakukan penelitian. Penelitian adalah upaya untuk mendapatkan informasi dan melakukan investigasi data, guna mendapatkan ilmu pengetahuan atau menemukan ilmu baru.
Apa itu metodologi penelitian? Secara etimologi, metodologi penelitian akan menjelaskan secara teknis. Misalnya akan mengungkap cara, metode atau trik. Karena konteksnya adalah melakukan penelitian, maka dasar yang paling fundamental yang harus kamu miliki adalah mengetahui proses menjalankan penelitian.
Dalam arti sederhana lain metode penelitian dapat diartikan sebagai proses memilih cara yang spesifik untuk menyelesaikan permasalahan dalam menjalankan riset. Selama menjalankan riset membutuhkan waktu yang panjang, maka diperlukan yang namannya cara yang lebih sistematis.
Contoh Metode Penelitian Skripsi
Metodologi Penelitian Dan Rencana Tindakan Mengenai Kebijakan Prasekolah Siprus
Untuk lebih memahami kebijakan prasekolah Siprus dan terutama untuk belajar tentang pendidikan musik pada usia dini, empat pendidik Siprus diwawancarai.
Individu-individu ini memiliki berbagai perspektif dan pengalaman yang mencakup bidang-bidang dari berbagai tahap pendidikan: seorang guru kepala taman kanak-kanak; seorang guru TK; seorang kepala sekolah dari sekolah bahasa Inggris swasta (dari usia lima tahun sampai usia 18 tahun) kepala sekolah sebuah konservatori; seorang guru sekolah dasar.
Semua wawancara dilakukan selama dua bulan antara Juli 2010 dan Agustus 2010. Tujuan utama dari wawancara evaluasi ini adalah untuk membantu kami memahami betapa pentingnya pendidikan musik di Siprus dan untuk menyoroti kelemahan sistem pendidikan Siprus, mengenai materi musik, staf pendidikan, materi yang dapat digunakan dalam program musik prasekolah di masa depan.4.1 Metode
Alat penelitian yang berlaku dari investigasi ini didasarkan pada metodologi Wawancara Kualitatif untuk memperluas pemahaman TK dan pemikiran pendidik tentang pendidikan musik di Siprus. Meskipun berbagai hal dibahas dalam wawancara, fokusnya adalah pada pendapat aktual responden tentang kelemahan sistem pendidikan saat ini berdasarkan pengalaman mereka.
Untuk tujuan ini, serangkaian pertanyaan dibuat untuk memeriksa program baru atau perkembangan sekolah dan menyarankan perbaikan. Wawancara sangat berguna untuk mendapatkan cerita di balik pengalaman peserta dan dapat mengejar informasi mendalam tentang topik tersebut
Para pendidik dipanggil untuk menjawab serangkaian pertanyaan terbuka dan tertutup dalam urutan tertentu. Wawancara dilakukan secara individual sehingga setiap pendidik tidak akan terpengaruh oleh yang lain dan itu berlangsung sekitar sepuluh menit.
Contoh Metode Penelitian Deskriptif
Membandingkan Kinerja Siswa:
Lembaga akademik mungkin ingin 2 membandingkan kinerja siswa SMP-nya dalam bahasa Inggris dan Matematika. Ini dapat digunakan untuk mengklasifikasikan siswa berdasarkan 2 kelompok besar, dengan satu kelompok akan melanjutkan studi sementara kursus, sedangkan kursus studi lain di bidang Seni & Humaniora.
Siswa yang lebih mahir dalam matematika akan didorong untuk masuk ke STEM dan sebaliknya. Lembaga juga dapat menggunakan data ini untuk mengidentifikasi titik lemah siswa dan bekerja pada cara untuk membantu mereka.
Klasifikasi Ilmiah
Selama klasifikasi ilmiah utama tanaman, hewan, dan elemen tabel periodik, karakteristik dan komponen masing-masing subjek dievaluasi dan digunakan untuk menentukan bagaimana mereka diklasifikasikan.
Sebagai contoh, makhluk hidup dapat diklasifikasikan ke dalam kerajaan Plantae atau hewan kerajaan tergantung pada sifatnya. Klasifikasi lebih lanjut dapat mengelompokkan hewan menjadi mamalia, potongan, vertebra, invertebra, dll.
Semua klasifikasi ini merupakan hasil dari penelitian deskriptif yang menggambarkan apa itu
Kebiasaan manusia
Ketika mempelajari perilaku manusia berdasarkan faktor atau peristiwa, peneliti mengamati karakteristik, perilaku, dan reaksi, kemudian gunakan jika ingin menyimpulkan. Perusahaan yang mau menjual ke pasar sasaran perlu terlebih dahulu mempelajari perilaku pasar.
Ini dapat dilakukan dengan mengamati bagaimana targetnya bereaksi terhadap produk pesaing, kemudian menggunakannya untuk menentukan perilaku mereka.
Contoh Metode Penelitian Karya Ilmiah
Contoh metode penelitian karya ilmiah:
Pertimbangkan bagaimana metode ilmiah berlaku dalam percobaan sederhana ini dengan air beku di bawah dua kondisi berbeda.
Tentukan Tujuan: Saya ingin tahu apakah air membeku lebih cepat dengan sendirinya atau dengan gula yang ditambahkan.
Bangun Hipotesis: Hipotesis nol adalah bahwa tidak akan ada perbedaan dalam berapa lama air membeku, apakah gula ditambahkan atau tidak. Hipotesis alternatif adalah bahwa akan ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam waktu pembekuan antara kedua skenario.
Uji Hipotesis dan Kumpulkan Data: Isi dua wadah identik dengan jumlah air suhu ruangan yang sama. Tambahkan jumlah gula yang diukur ke salah satu wadah. Masukkan kedua wadah ke dalam freezer. Secara berkala 15 menit, buka freezer dan amati status air di setiap wadah. Lanjutkan sampai keduanya benar-benar beku. Tuliskan waktu yang dibutuhkan untuk setiap wadah air untuk mencapai tingkat beku sepenuhnya.
Menganalisis Data: Lihatlah waktu yang dibutuhkan untuk setiap wadah air untuk membeku. Apakah air yang ditambahkan gula membutuhkan waktu yang lebih lama atau lebih singkat untuk dibekukan?
Menarik Kesimpulan: Berdasarkan hasil percobaan Anda, sampai pada kesimpulan apakah air dengan gula membeku lebih cepat, lebih lambat, atau pada tingkat yang sama dengan air tanpa gula ditambahkan.
Komunikasikan Hasil: Laporkan temuan Anda dalam bentuk laporan tertulis sebagai presentasi lisan.
Dalam kasus percobaan ini, Anda dapat memilih untuk memvariasikan jumlah gula yang ditambahkan (selama langkah 3 dari metode ilmiah di atas) untuk melihat apakah itu mengubah hasil juga. Ini bisa menjadi eksperimen yang lebih kuat karena Anda akan memiliki data tambahan untuk dilaporkan.
Contoh Metode Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kuantitatif digunakan untuk mengukur masalah dengan cara menghasilkan data numerik atau data yang dapat diubah menjadi statistik yang dapat digunakan. Ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, perilaku, dan variabel yang ditetapkan lainnya – dan menggeneralisasi hasil dari populasi sampel yang lebih besar.
Penelitian Kuantitatif menggunakan data terukur untuk merumuskan fakta dan mengungkap pola dalam penelitian. Metode pengumpulan data kuantitatif jauh lebih terstruktur daripada metode pengumpulan data kualitatif.
Beberapa contoh penelitian kuantitatif adalah:
Jika organisasi mana pun ingin melakukan survei kepuasan pelanggan (CSAT), templat survei kepuasan pelanggan dapat digunakan.
Melalui survei ini, suatu organisasi dapat mengumpulkan data kuantitatif dan metrik atas itikad baik merek atau organisasi di benak pelanggan berdasarkan berbagai parameter seperti kualitas produk, harga, pengalaman pelanggan, dll. Data ini dapat dikumpulkan dengan meminta pertanyaan skor promotor bersih (NPS), pertanyaan tabel matriks, dll. yang menyediakan data dalam bentuk angka yang dapat dianalisis dan dikerjakan.
Contoh lain dari penelitian kuantitatif adalah sebuah organisasi yang melakukan suatu acara, mengumpulkan umpan balik dari para peserta acara tentang nilai yang mereka lihat dari acara tersebut.
Dengan menggunakan templat survei peristiwa, organisasi dapat mengumpulkan umpan balik yang dapat ditindaklanjuti tentang tingkat kepuasan pelanggan selama berbagai fase acara seperti penjualan, sebelum dan sesudah acara, kemungkinan merekomendasikan organisasi kepada teman dan kolega mereka, preferensi hotel untuk acara mendatang dan pertanyaan serupa lainnya.
Contoh Metode Penelitian Kualitatif
Pendekatan Apa yang dilibatkan?
Teori Beralas: Para peneliti mengumpulkan data yang kaya tentang topik yang menarik dan mengembangkan teori secara induktif.
Etnografi: Peneliti membenamkan diri dalam kelompok atau organisasi untuk memahami budaya mereka.
Tindakan Penelitian: Para peneliti dan peserta secara kolaboratif menghubungkan teori dengan praktik untuk mendorong perubahan sosial.
Penelitian Fenomenologis: Para peneliti menyelidiki suatu fenomena atau peristiwa dengan menggambarkan dan menafsirkan pengalaman hidup para partisipan.
Peneliti Naratif: Peneliti memeriksa bagaimana cerita diceritakan untuk memahami bagaimana peserta memahami dan memahami pengalaman mereka.
Metode Penelitian Kualitatif
Setiap pendekatan penelitian melibatkan penggunaan satu atau lebih metode pengumpulan data. Ini adalah beberapa metode kualitatif yang paling umum:
Pengamatan: merekam apa yang telah Anda lihat, dengar, atau temui dalam catatan lapangan yang terperinci.
Wawancara: secara pribadi mengajukan pertanyaan kepada orang-orang dalam percakapan satu lawan satu.
Kelompok fokus: mengajukan pertanyaan dan menghasilkan diskusi di antara sekelompok orang.
Survei: mendistribusikan kuesioner dengan pertanyaan terbuka.
Penelitian sekunder: mengumpulkan data yang ada dalam bentuk teks, gambar, rekaman audio atau video, dll.
Contoh Penelitian
Untuk meneliti budaya perusahaan teknologi besar, Anda memutuskan untuk mengambil pendekatan etnografi. Anda bekerja di perusahaan selama beberapa bulan dan menggunakan berbagai metode untuk mengumpulkan data:
Anda membuat catatan lapangan dengan pengamatan dan merefleksikan pengalaman Anda sendiri tentang budaya perusahaan.
Anda mendistribusikan survei terbuka kepada karyawan di semua kantor perusahaan melalui email untuk mengetahui apakah budaya bervariasi di seluruh lokasi.
Anda melakukan wawancara mendalam dengan karyawan di kantor Anda untuk mempelajari tentang pengalaman dan perspektif mereka secara lebih rinci.
Peneliti kualitatif sering menganggap diri mereka “instrumen” dalam penelitian karena semua pengamatan, interpretasi, dan analisis disaring melalui lensa pribadi mereka sendiri.
Untuk alasan ini, ketika menulis metodologi Anda untuk penelitian kualitatif, penting untuk merenungkan pendekatan Anda dan menjelaskan dengan seksama pilihan yang Anda buat dalam mengumpulkan dan menganalisis data.
Cara Memilih Metode Penelitian
Metode penelitian adalah prosedur khusus untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Mengembangkan metode penelitian Anda adalah bagian integral dari desain penelitian Anda. Saat merencanakan metode Anda, ada dua keputusan penting yang akan Anda buat.
Pertama, putuskan bagaimana Anda akan mengumpulkan data. Metode Anda bergantung pada jenis data apa yang Anda butuhkan untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda:
Kualitatif vs kuantitatif: Apakah data Anda berbentuk kata atau angka?
Primer vs. sekunder: Apakah Anda akan mengumpulkan data asli sendiri, atau akankah Anda menggunakan data yang telah dikumpulkan oleh orang lain?
Deskriptif vs. eksperimental: Apakah Anda akan mengukur sesuatu seperti apa adanya, atau akankah Anda melakukan percobaan?
Kedua, putuskan bagaimana Anda akan menganalisis data.
Untuk data kuantitatif, Anda dapat menggunakan metode analisis statistik untuk menguji hubungan antar variabel.
Untuk data kualitatif, Anda dapat menggunakan metode seperti analisis tematik untuk menafsirkan pola dan makna dalam data. Berikut beberapa contoh metode penelitian:
Metode penelitian eksperimen semu atau kuasi eksperimental
Metode yang satu ini adalah sebuah metode yang mana memiliki sebuah pengukuran perlakuan, dampak, unit eksperimen. Namun, tidak memakai penugasan acak untuk bisa membuat sebuah perbandingan dalam rangka pengambilan kesimpulan dari perubahan yang nantinya di timbulkan oleh perlakukan. Itulah sebabnya, metode ini kerap di sebut dengan sebagai eksperimen pura- pura.
Penelitian berdasarkan pada manfaat
- Penelitian murni, penelitian ini pada umumnya di sebuat juga dengan penelitian dasar. Dimana penelitian murni ini memiliki tujuan agar dapat mengembangkan sebuah teori serta tidak melihat bagaimana manfaat yang langsung memiliki sifat praktis. Jujun S. Suriasumnatri mengungkapkan jika penelitian yang murni merupakan sebuah penelitian yang memiliki tujuan menemukan sebuah ilmu pengetahuan yang baru yang belum pernah di teliti sebelumnya.
- Penelitian terapan, jujun S. Suriasumnatri mengungkapkan jika penelitian terapan memilki tujuan untuk dapat memecahkan problem- problem dari kehidupan yang praktis. Gay juga menyatakan jika penelitian terapan di laksanakan dengan tujuan menguji, menerapkan dan juga mengevaluasi dari masalah praktis. Jadi, penelitian terapan ini memiliki sifat praktis dan juga aplikatif karena penelitian yang berangkat dari sebuah masalah riil dan bukan masalah yang memiliki sifat mendasar.
- Penelitian aksi, penelitian ini biasanya di sebut dengan action research yang memiliki tujuan agar dapat menyelesaikan masalah dengan cara melaksanakan beberapa tindakan yang khusus yang juga sudah melalui teritis yang sebelumnya. Hal ini di harapkan untuk bisa memperoleh solusi yang terbaik sehingga masalah dalam penelitian bisa teratasi.
- Penelitian kebijakan, ialah sebuah penelitian yang memiliki tujuan yang dapat menentukan sesuatu hal kebijakan yang berdasarkan dengan data dan fakta sesuai di lapangan. Hasil dari sebuah penelitian ini adalah peraturan, keputusan undang- undang dan semua hal yang berhubungan dengan hukum.
- Penelitian evaluasi, merupakan sebuah penelitian yang memiliki tujuan agar dapat memberikan sebuah penelitian pada program yang tertentu, kegiatan dan juga sebuah kebijakan yang bisa ditujukan supaya bisa mengintervensi masyarakat.
Penelitian berdasarkan pada tujuan
- Penelitian eksploratoris, ialah penelitian yang di laksanakan karena ada masalah yang memang sangat jarang untuk di teliti. Hal yang di teliti adalah suatu yang baru yang mana para peneliti- peneliti tidak banyak yang melakukan penelitian.
- Penelitian deskriptif, menunjukkan jika tujuan penelitian ialah agar bisa memberikan sebuah penjelelasan yang kian rinci lagi serta lebih mendalam tentang suatu masalah sosial yang dapat di jadikan sebagai objek penelitian. Kekuatan dari penelitian deskriptif ini ada dalam kualitas dan kuantitas kalimat yang nantinya akan di paparkan di dalam bab hasil sebuah penelitian. Jika semakain banyak data di dalam bentuk kalimat yang dapat di suguhkan dalam sebuah penelitian agar semakin bagus.
- Penelitian eksplanatoris, mempunyai sebuah tujuan agar bisa menguji suatu teori maupun hipotesa agar dapat memperkuat maupun menolak dari sebuah teori dari penelitian yang sudah di teliti.
Tujuan penelitian secara praktis
Tujuan penelitian secara praktis ialah mencari serta menemukan ilmu yang bisa di gunakan langsung di dalam kehidupan. Penelitian yang sepert ini sering di sebuat dengan applied research. Tujuan penelitian secara parktis juga ada beberapa hal yang di perlu di ketahui, yakni:
- Tujuan eksploratif, yakni merupakan kegiatan dari penelitian yang di lakukan karena memiliki tujuan agar bisa menemukan pengetahuan yang baru dan juga belum ada penelitian sebelumnya.
- Tujuan verifikatif, maksudnya adalah kegiatan penelitian ini memiliki sebuah tujuan untuk menguji dan membuktikan dari sebuah kebenaran ilmu pengetahuan yang telah ada.
- Tujuan pengembangan, yaitu kegiatan penelitian yang di laksanakan dengan tujuan agar bisa mengembangkan dan menggali lebih dalam dari sebuah penelitian dan pengetahuan yang sudah di lakukan sebelumnya.
Tujuan penelitian secara teoritis
Tujuan penelitian secara teoritis adalah sebuah usaha agar dapat mengetahui suatu hal. Namun, pengetahuan yang di dapatkan dari sebuah penelitian tidak akan di gunakan secara langsung dan secara praktis. Penelitian juga memiliki nama lain yakni pure research dan basic research.
Tujuan Penelitian
Apapun jenis penelitian pastinya memiliki sebuah tujuan penelitian, penelitian tanpa adanya sebuah tujuan maka tidak ada hasil dan juga kesimpulan. Jadi, tujuan dari penelitian merupakan rumusan hasli dari penelirian yang sudah di rumuskan oleh para peneliti sejak awal, dengan cara analisis latar belakang permasalahan di dalam penelitian.
Tujuan- tujuan secara umum dari penelitian:
- Agar bisa mendapatkan sebuah pengetahuan maupun penemuan yang baru.
- Untuk bisa membuktikan dan menuji dari kebenaran dari bidang ilmu yang telah ada.
- Supaya dapat mengembangkan ilmu yang telah ada.
Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang-orang serta perilaku yang diamati.
Sebuah penelitian kualitatif memiliki ciri atau karakteristik sebagai berikut:
- Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data
- Memiliki sifat deskriptif analitik
- Menekankan pada proses, bukan hasil
- Bersifat induktif (berdasarkan fakta di lapangan)
- Mengutamakan makna
Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan, menguji, dan menentukan hubungan antar variabel dengan memilah permasalahan menjadi bagian yang dapat diukur atau dinyatakan dalam bentuk angka.
Penelitian kuantitatif menggunakan instrumen penelitian atau alat pengumpul data yang menghasilkan data numerikal (angka).
Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsi
Berdasarkan fungsinya, peneilitan dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu penelitian dasar, terapan, dan evaluatif.
1. Penelitian Dasar
Penelitian dasar memiliki cakupan topik penelitian tentang ilmu pengetahuan eksakta, perilaku, atau sosial.
Penelitian jenis ini bertujuan untuk menguji teori, dalil, ataupun prinsip dasar dari sebuah ilmu pengetahuan.
2. Penelitian Terapan
Penelitian terapan adalah penelitian yang topiknya mencakup bidang terapan seperti kedokteran, teknologi, pendidikan, dll.
Penelitian jenis ini bertujuan untuk menguji kegunaan teori dalam suatu bidang tertentu.
3. Penelitian Evaluatif
Penelitian evaluatif adalah jenis penelitian yang meneliti pelaksanaan berbagai kegiatan, produk, atau program pada suatu lembaga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur manfaat, sumbangan, serta kelayakan dari kegiatan, produk, atau program yang sedang dijalankan.
Metode Penelitian Menurut Para Ahli
Istilah “penelitian” sendiri sebenarnya bisa memiliki pengertian yang beragam.
Berikut ini adalah pengertian penelitian menurut para ahli.
1. David H. Penny
Penelitian merupakan pemikiran yang sistematis tentang berbagai jenis masalah yang dalam pemecahannya memerlukan pengumpulan fakta-fakta.
2. J. Suprapto MA
Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu yang dilakukan untuk mendapatkan fakta-fakta dengan sabar, hati-hati, dan sistematis.
3. Sutrisno Hadi MA
Penelitian adalah sebuah usaha untuk menemukan, mengembangkan, serta menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan.
4. Mohammad Ali
Penelitian adalah sebuah cara untuk memahami suatu hal dengan melakukan penyelidikan melalui bukti-bukti yang muncul dan dilakukan secara hati-hati sehingga dapat diperoleh pemecahannya.
5. Sugiyono
Penelitian adalah sebuah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
metode Studi Kasus
Jenis metodologi penelitian studi kasus salah satu penelitian yang gado-gado. kenapa gado-gado? Karena dalam pengambilan data, kamu bisa melakukan beberapa cara sekaligus. Kamu bisa dengan melakukan wawancara, pemeriksaan dokumen hingga bisa juga melakukan observasi. Meskipun caranya bisa dilakukan menggunakan beberapa cara, penelitian tersebut juga perlu diberikan batasan.
Metode Longitudinal
Jenis metodologi penelitian yang kedua adalah metode longitudinal. Metode longituginal adalah metode penelitian dengan cara mengumpulkan data melalui survei. Sebenarnya tidak hanya menggunakan survei saja, ada beberapa cara lain, namun paling banyak menggunakan metode survei.
Jadi sampel yang sudah kamu tentukan nantinya akan diberikan lembar kuisioner atau angket yang harus ia isi. Setelah itu, peneliti memberikan jeda waktu (terkait rentang waktu sesuai dengan keinginan peneliti: prinsipnya rentang waktu jangan terlalu pendek). Setelah diberi rentang waktu yang cukup, maka kamu pun bisa memberika surbei kedua, ketiga (sesuai yang kamu inginkan, mau berapa survei). Meskipun tidak ada aturan baku, umumnya survei ini hanya dilakukan sebanyak dua kali.
Hasil jawaban dari survei bisa kamu dapatkan dan diklasifikasikan. Nah, kelemahan metode survei angket, kadang subjek yang tidak mood, sering dijawab asal. Untuk menghindari hal tersebut, kamu pun harus berhati-hati. jika kamu sudah menemukan hasil angket, kamu pun bisa melakukan pengolahan data dan analisis. Terkait analisis, kamu pun bisa menggunakan pengolah data dan manual, ini tergantung dari selera dan penguasaan ilmu yang kamu miliki.
metode Eksperimental
Jenis metodologi penelitian yang pertama adalah metodologi eksperimental. Sesuai dengan istilahnya bahwa metodologi eksperimental merupakan upaya untuk mengumpulkan data. Jadi kamu tidak hanya akan memaparkan tentang survei, cara dan hasil wawancara saja. TEtapi juga mengumpulkan data observasi juga.
Karena sifat metodologi eksperimental adalah melihat respons atau objek penelitian yang berbeda-beda. Umumnya metodologi eksperiment dibaig menjadi dua kelompok. Pertama kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberi perlakuan untuk melihat tanggapan dan hasil dari apa yang sedang kamu teliti.
Dengan kata lain, kelompok eksperimen sebagai subjek penelitian. Begitupun dengan kelompok kontrol, juga tetap diberi perlakuan. Hanya saja pada kelompok kontrol sifatnya sebagai kontrol dari hasil kelompok eksperimen.
Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebenarnya memiliki karakteristik yang mirip dan hampir sama loh. Nah, agar memudahkan pemahaman, pada kelompok eksperimen akan menerima perlakuan dari peneliti, sedangkan kelompok kontrol tidak.
Pengertian Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode”
yang artinya cara yang tepat untuk melakukan
sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau
pengetahuan. Jadi, metodologi artinya cara
melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran
secara saksama untuk mencapai suatu tujuan.
Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk
mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis
sampai menyusun laporannya.
Metodologi penelitian terdiri dari kata metodologi
yang berarti ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk
memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah
ditetapkan sebelumnya. Sejalan dengan makna penelitian
tersebut di atas, penelitian juga dapat diartikan sebagai
usaha/kegiatan yang mempersyaratkan keseksamaan atau
kecermatan dalam memahami kenyataan sejauh mungkin
sebagaimana sasaran itu adanya.
Pengertian Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode”
yang artinya cara yang tepat untuk melakukan
sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau
pengetahuan. Jadi, metodologi artinya cara
melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran
secara saksama untuk mencapai suatu tujuan.
Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk
mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis
sampai menyusun laporannya.1
Metodologi penelitian terdiri dari kata metodologi
yang berarti ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk
memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah
ditetapkan sebelumnya. Sejalan dengan makna penelitian
tersebut di atas, penelitian juga dapat diartikan sebagai
usaha/kegiatan yang mempersyaratkan keseksamaan atau
kecermatan dalam memahami kenyataan sejauh mungkin
sebagaimana sasaran itu adanya.
Pengertian Metodologi Penelitian
“Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode” yang artinya cara yang tepat
untuk melakukan sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi,
metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara saksama
untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk mencari,
mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya.
Tentang istilah “Penelitian” banyak para sarjana yang mengenukakan pendapatnya,
seperti :
a. David H. Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang
pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
b. J. Suprapto MA
Penelitian ialah penyelididkan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan
untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta
sistematis.
c. Sutrisno Hadi MA
Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat didefinisikan sebagai usaha untuk
menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
d. Mohammad Ali
Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu dengan melalui penyelidikan atau
melalui usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang
dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.
Dari batasan-batasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan
metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang
membicarakan/mempersoalkan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian sampai
menyusun laporannya) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah.
PTK
PTK (Classroom Action Research) memiliki peranan yang sangat penting
dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila diimplementasikan
dengan baik dan benar.
Kurt Lewin dalam Kunandar (2012, hlm. 42) mengatakan bahwa “Penelitian tindakan
adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap, yakni perencanaan,
tindakan, pengamatan, dan refleksi”.
Carr dan Kemmis dalam Kunandar (2012, hlm. 43) mengatakan bahwa:
Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksif diri kolektif yang
dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan
penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka serta
pemahaman mereka terhadap praktik-praktik mereka dan terhadap situasi
tempat praktik-praktik tersebut dilakukan.
Berdasarkan pendapat diatas penelitian tindakan penelitian refleksif adalah untuk
meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari classroom action research, yaitu
action research yang dilakukan di kelas. Action research, sesuai dengan arti katanya,
diterjemahkan menjadi penelitian tindakan; menurut Carr dan Kemmis dalam I.G.A.K
Wardani dkk (2006, hlm. 1.4) didefinisikan sebagai berikut:
Action research is a form of self reflective enquiry undertaken by
participants (teachers, student or principals, for example) in social (including
educational) situations in order to improve the rationality and justice of (a)
their own social or educational practices, (2) their understanding of these
practices, and the situations (and institutions) in which the practices are
carried out.
I.G.A.K Wardani, dkk (2006, hlm. 1.4) menemukan sejumlah ide pokok sebagai
berikut:
1. Penelitian tindakan adalah satu bentuk inkuiri atau penyelidikan yang
dilakukan melalui refleksi diri.
2. Penelitian tindakan dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang
diteliti, seperti guru, siswa atau kepala sekolah.
3. Penelitian tindakan dilakukan dalam situasi sosial, termasuk situasi
pendidikan.
4. Tujuan penelitian tindakan adalah memperbaiki: dasar pemikiran dan
kepantasan dari praktek-praktek, pemahaman terhadap praktek tersebut,
serta situasi atau lembaga tempat praktek tersebut dilaksanakan.
Dari keempat ide pokok di atas dapat kita simpulkan bahwa penelitian
tindakan merupakan penelitian dalam bidang sosial, yang menggunakan refleksi diri
sebagai metode utama, dilakukan oleh orang yang terlibat di dalamnya, serta bertujuan
untk melakukan perbaikan dalam berbagai aspek.
