Analisis SEM (skripsi tesis dan disertasi)

Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan di implementasikan. Teknik analisis yang dipilih untuk menganalisis data dan menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah The Structural Equation Model (SEM). Untuk menjawab hipotesis digunakan Partial Least Square (PLS). Menurut Ghozali (2016) perhitungan dilakukan dengan menggunakan alat Bantu Smart Partial Least Square (PLS), dikarenakan berbentuk multi jalur dan model yang digunakan berbentuk Reflektif. Model perhitungan dilakukan dengan menggunakan alat bantu Smart PLS dikarenakan dalam penelitian ini memiliki hubungan multi jalur dan berbentuk reflektif. Selain itu dikarenakan sampling kurang dari 100 responden. Model reflektif adalah model yang menunjukan hubungan dari variable laten ke indikatornya. Langkah-langkah pemodelan persamaan struktural berbasis PLS (Ghozali, 2016) adalah sebagai berikut: a. Konseptualisasi model Konseptual model Merupakan langkah awal dalam analisis SEM-PLS (Ghozali, 2016), yang dibagi menjadi dua tahapan, yaitu: 27 1) Merancang model pengukuran (outter model) Outer model sering juga disebut (outer relation atau measurement model) mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel laten. 2) Merancang model structural (inner model) Inner model yang kadang disebut juga dengan (inner relation, structural model dan substantive theory) menggambarkan hubungan antar variabel laten berdasarkan pada substantive theory. b. Evaluasi Model Evaluasi model PLS berdasarkan pada pengukuran prediksi yang mempunyai sifat non parametrik. Model evaluasi PLS dilakukan dengan menilai outer model dan inner model. Model pengukuran atau outer model dilakukan untuk menilai validitas dan reliabilitas model, sedangkan model struktural atau inner model untuk memprediksi hubungan antar variable laten. 1) Pengukuran model (outer model) Outer model sering juga disebut outer relation atau measurement model, mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel laten. Hengky dan Ghozali (2016), evaluasi model pengukuran atau outer model dilakukan untuk menilai validitas dan reabilitas model. Uji validitas di bidang SEM melakukan pengujian validitas convergent dan discriminant

Discriminant validity, prinsip dari validitas discriminant berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur-pengukur konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi dengan tinggi. Cara untuk mengujivaliditas discriminant dengan indikator reflektif yaitu melihat nilai cross loading untuk setiap variabel harus lebih besar dari 0.7 (Fornell, dalam Ghozali, 2016). 28 Reliabilitas dari outermodel diukur dengan menggunakan composite realibility. Composite reliability adalah nilai batas yang dapat diterima. Tingkat reliabilitas komposit (ρc) yang baik adalah ≥ 0.7, walaupun bukan merupakan standar absolut. Nilai Cronbach’s Alpha adalah lebih besar dari 0.6 (Ghozali, 2016)

2) Model struktural (innermodel) Innermodel yang kadang disebut juga dengan inner relation, structural model atau substantive theory, menggambarkan hubungan antar variabel laten berdasarkan pada substantive theory. Inner model dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen atau variabel laten endogen. Menilai PLS dilihat dari R-square untuk setiap variabel laten dependen. Perubahan nilai R-square digunakan untuk menilai pengaruh variabel independen tertentu terhadap variabel laten dependen secara substantif (Ghozali, 2016). 3) Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilihat dari besarnya nilai t-statistik. Signifikansi parameter yang diestimasi memberikan informasi yang sangat berguna mengenai pengaruh antar variabel. Uji Hipotesis untuk outer model dengan indikator reflektif dilakukan dengan melihat nilai T-statistik outer loading dan dibandingkan dengan nilai ttabel = 1.96 pada tingkat signifikansi 5%. Jika T-statistik > t-tabel maka indikator reflektif valid dan reliable sebagai pengukur konstruk. Uji Hipotesis untuk inner model dilakukan dengan melihat nilai Tstatistik, jika T-statistik > t-tabel maka dapat disimpulkan variabel eksogen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel endogen