Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena
populeritasnya belum lama, dinakam metode postpositivistik karena berlandaskan
pada filsafat postpositivisme. Metode ini disebut juga sebagai metode artistik, karna
proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode
interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi
terhadap data yang ditemukan dilapangan.
Metode pnelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena
penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting); disebut juga
sebagai metode etnografi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan
untuk oenelitian bidang antropologi budaya; disebut sebagai metde kualitatif, karena
data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.
Filsafat postpositivisme sering juga disebbut sebagai paradigma interpretif
dan konstruktif, yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistik/utuh,
kompleks, dinamis, penuh makna, dan hubungan gejala bersifat interaktif
(reciprocal). Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. Obyek yang alamiah
adalah obyek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan
kehadirian peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. Dalam
penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti
itu sendiri.
Sugiyono (2013, hlm. 15) mengatakan bahwa:
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan
pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek
yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah
sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara
purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi
(gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian
kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Pengertian Kuantitatif
Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah
cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian.
Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan filsafat
positivisme. Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi
kaidah-kaidah ilmiah yaitu kongkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis.
Metode ini juga disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka
dan analisis menggunakan statistik.
Sugiyono (2013, hlm. 14) mengatakan bahwa:
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya
dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument
penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk
menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Model penelitian
Sugiyono (2013, hlm. 12) menyatakan bahwa “Metode penelitian
eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh
treatment (perlakuan) tertentu”. Misalnya pengaruh ruang ber AC terhadap efektivitas
pembelajaran.
Sugiyono (2013, hlm. 12) menyatakan bahwa “Metode survey digunakan
untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi
peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan
mnegedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya (perlskusn tidsk
seperti dalam eksperimen).
Sugiyono (2013, hlm. 12) menyatakan bahwa “Metode penelitian
naturalistic/kualitatif, digunakan untuk meneliti pada tempat yang alamiah, dan
penelitian tidak membuat perlakuan, karena peneliti dalam mengumpulkan data
bersifat emic, yaitu berdasarkan pandangan dari sumber data, bukan pandangan
peneliti.
Jenis-jenis metode penelitian
Jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan, tujuan, dan
tingkat kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti. Berdasarkan tujuan, metode
penelitian dapat diklasifikasikan menjadi penelitian dasar (basic research), penelitian
terapan (applied research) dan penelitian pengembangan (research and development)
Borg and Gall dalam Sugiyono (2013, hlm. 9) menyatakan bahwa,
“Penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). merupakan metode
penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk
yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran”.
Jujun S. Suriasumantri dalam Sugiyono (2013, hlm. 9) menyatakan bahwa
“Penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan
pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui, sedangkan penelitian
terapan adalah bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.
Hubungan antara penelitian dasar, penelitian pengembangan (R&D) dan penelitian
terapan”.
Pengertian Metode Penelitian
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Sugiyono (2013, hlm. 3) menyatakan bahwa:
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmun,
yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian
itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh
penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat
diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan
mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya, proses yang
digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang
bersifat logis.
Data yang Digunakan Dalam Metode Penelitian
Dalam metode penelitian pasti tidak lepas yang namanya data, data yaitu, sekumpulan informasi yang perlu diolah lebih lanjut untuk mendapatkan kunci yang bisa dijadikan untuk pengambilan keputusan dalam suatu permasalahan. Data menjadi sangat penting, sebab diperoleh dengan pengukuran terhadap objek yang diberi nilai.
Data yang baik sebaiknya memenuhi persyaratan sebagai berikut:
- Data harus bersifat objektif, yaitu harus sesuai dengan keadaan di lapangan.
- Data bisa mewakili atau representatif.
Menurut jenis data yang digunakan dalam setiap metode penelitian biasanya dibedakan menjadi dua garis besar, yaitu:
-
Data kualitatif
Data jenis ini penyajiannya tidak menggunakan angka, sebagai contoh penelitian berkaitan dnegan sikap konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh perbankan syariah “Berkah” sangat negative, layanan yang diberikan oleh BMT sungguh memuaskan, produk perbankan syariah yang digemari msyarakat DIY adalah tabungan wadiah dan lain sebagainya.
-
Data kuantitatif
Data jenis ini biasanya disajikan dalam bentuk angka, grafik, dan umumnya menggunakan rumus statisika dalam perhitungannya. Misalkan, rata-rata jumlah pembiayaan yang dijalankan oleh Bank syariah sebesar 20%, penjualan buku “Pengantar Akutansi” dalam rata-rata bulan ini mencapai angka 25%, dan lain sebagainya.
Jenis Metode Penelitian
Metode riset sendiri ada beberapa jenis dan umumnya peneliti menggunakan metode riset tersebut dengan cara masing-maisng disesuaikan dengan masalah yang di ambil. Dengan demikian data dari lapangan juga mengikuti metode yang digunakan, sehingga tidak heran jika tidak semua orang menguasai banyak metode penelitian. Umumnya peneliti akan lebih memehami jenis metode yang memang dia kuasai, tetapi tidak bisa dipungkiri ada yang menguasai segala jenis metode tersebut.
-
Penelitian historis
Penelitian ini biasanya digunakan dengan melakukan penyelidikan, pemahaman, dan penjelasan terhadap suatu keadaan di masa lalu. Contoh permasalahan tentang: perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir.
-
Penelitian korelasional
Penelitian ini biasanya identik dengan membandingkan antara satu variable dengan variabel yang lainnya dalam penelitian tersebut. Contoh permasalahannya tentang: bagaimanakan hubungan antara relegiusitas dengan sikap terhadap bunga bank.
-
Penelitian kausal kontributif
Penelitian ini biasanya digunakan sebagai petunjuk arah antara hubungan variabel bebas dengan variabel terikat, juga seberapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Contoh permasalahannya tentang: pengaruh dari pendapatan, pendidikan, pandangan terhadap bunga bank, pemaham produk terhadap minat menabung di bank, dan lain sebagainya.
-
Penelitian eksperimental
Penelitian ini bias anya digunakan untuk menguji satu variabel terhadap dampak munculnya variabel yang lain. Contoh permasalahannya tentang: penerapan incentive compatible constraints terhadap masalah agency pada pembiayaan mudharabah.
-
Metode deskriptif
Metode riset ini mempunyai tujuan menjelaskan peristiwa tertentu yang sedang terjadi di masa sekarang dan pada masa lampau. Ada dua jenis metode riset dalam metode deskriptif ini, yaitu Longitudinal atau sepanjang aktu serta Cross Sectional atau dalam waktu tertentu. Contoh permasalahannya tentang: bagaimana tingkat kepuasaan nasabah terhadap pelayanan bank syariah?
Metode Penelitian Kualitatif
-
Menerapkan pola pikir induksi (empiris-rasional), sehingga menghasilkan grounded theory, yakni teori yang timbul sesuai data, bukan dari hipotesis.
-
Mengutamakan perspektif partisipan.
-
Menggunakan rancangan penelitian yang berkembang selama penelitian berlangsung. Hal tersebut berbeda dengan metode kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian baku.
-
Pengumpulan data didasarkan pada prinsip fenomenologis, yakni dengan memahami suatu gejala atau fenomena yang dihadapi secara mendalam.
-
Peneliti berperan sebagai alat pengumpul data. Artinya, peneliti merupakan bagian yang terpisahkan dengan objek yang diteliti.
Metode Penelitian Kuantitatif
-
Menerapkan pola pikir deduktif untuk memahami sebuah fenomena dengan menggunakan konsep yang bersifat khusus.
-
Menggunakan logika positivistik dan menghindari segala sesuatu yang bersifat subjektif.
-
Peneliti menempatkan diri sebagai bagian yang terpisah dengan objek yang diteliti.
-
Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran menggunakan alat yang baku dan objektif.
-
Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi, terlepas dari konteks waktu dan situasi.
Pengertian Metode Penelitian Dari Para Ahli
Supaya lebih mengerti tentang metode penelitian, maka yang bisa dilakukan adalah menelisik pengertian dari para ahli, yaitu:
-
Menurut Prof. Dr. Sugiyono
Metode penelitian adalah suatu cara atau proses ilmiah dengan tujuan memperoleh data dengan kegunaan dan tujuan tertentu.
-
Menurut Muhiddin Sirat
Metode riset merupakan cara yang digunakan untuk menentukan beberapa topik serta penentuan judul dalam suatu penelitian.
-
Menurut Prof M.E. Winarno
Metodologi penelitian merupakan kegiatan secara ilmiah dilakukan menggunakan teknik yang sistematik dan teliti.
-
Menurut Hery Rahyubi
Metode riset yaitu salah satu model yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar untuk tercapainya proses yang baik.
-
Menurut Nasir
Metode riset adalah cara yang utama dan umumnya digunakan oleh peniliti dengen tujuan mencapai pemecahan masalah serta menemukan jawaban atas masalah yang ada.
Jenis Metode Penelitian
-
Rasional, yakni kegiatan penelitian harus dilakukan secara masuk akal.
-
Empiris, artinya langkah yang dilakukan bisa diamati sekaligus dirasakan oleh indra manusia. Dengan kata lain, orang lain pun dapat mengamati cara-cara yang dilakukan oleh peneliti.
-
Sistematis, yakni penelitian yang dilakukan menggunakan langkah yang sesuai dengan panduan penelitian.
Pengertian Metode Penelitian
Contoh Metode Penelitian
Berikut ini merupakan beberapa contoh metode penelitian berdasarkan cara pengumpulan datanya.
1. Observasi
Observasi adalah contoh metode penelitian pertama. Observasi juga sering digabungkan dengan metode lainnya dalam satu penelitian karena metode ini yang paling sering digunakan dalam berbagai topik penelitian. Dalam metode observasi pengamatan akan dilakukan dalam beberapa periode waktu tertentu untuk memperoleh data primer atau sekunder.
Data yang dihasilkan dari metode observasi bersifat sekunder. Data sekunder umumnya bersifat pelengkap atau biasanya dijadikan alat pengujian untuk data primer yang sudah didapatkan. Adapun contoh metode observasi yaitu:
-
Analisis Sikap Pembeli Minyak terhadap Harga Minyak yang Dijual di Minimarket xxx
-
Pengaruh Kualitas Layanan Cafe xxx terhadap Kepuasan Masyarakat di Kota xxx
-
Keputusan Manajemen Bisnis Apotek dalam Memilih Jenis Vitamin di Kota xxx
-
Competitive Positioning Majalah xxx di Era Digital
2. Wawancara
Contoh metode penelitian kedua yaitu wawancara. Jika seorang individu atau kelompok tertentu dijadikan subjek penelitian, biasanya akan dilakukan metode wawancara untuk mendapatkan data oleh peneliti.
Namun, pemilihan subjek penelitian tidak bisa asal dan harus dilakukan secara cermat. Jika pemilihan subjek penelitian tidak tepat, maka hasilnya akan meragukan.
Penelitian sosial kuantitatif merupakan salah satu contoh metode wawancara, jika hasil wawancara dijadikan data primer oleh peneliti. Adapun contoh penelitian yang menggunakan metode berikut yaitu:
-
Nilai Multikulturalisme dalam Film Cheng-Cheng Po
-
Identitas Pemuda Kristen Batak dalam Aktivitas Gereja HKBP
-
Interpretasi Simbol Budaya Masyarakat Lokal Desa xxx
-
Pemahaman Remaja Terhadap Pelecehan Seksual di Lingkungan Sekolah
3. Kuisioner
Kuesioner juga termasuk contoh metode penelitian. Adapun kuesioner dibuat peneliti dengan tujuan merumuskan pertanyaan yang merujuk pada instrumen penelitian. Selain itu, teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian adalah sumber dari pertanyaan yang dibuat.
Walaupun sering digunakan dalam penelitian kuantitatif, tetapi kuesioner juga tak jarang digunakan pada jenis penelitian lainnya, dimana biasanya hanya berupa data pendukung atau sekunder. Hal ini dikarenakan riset yang dilakukan menggunakan metode kuesioner dibuat tanpa dilandasi konsep dan teori (murni pemikiran peneliti saja).
Adapun contoh penelitian yang menggunakan metode kuisioner yaitu:
-
Survei Tentang Pendidikan Karakter Melalui Bimbingan Guru BK
-
Produktivitas Kerja Karyawan di Perusahaan xxx
-
Minat Mahasiswa Komunikasi terhadap Bidang Pekerjaan Jurnalistik
-
Keterampilan Guru dan Prestasi Akademik Siswa di SMA xxx
4. Studi Pustaka
Contoh metode penelitian lainnya yaitu studi pustaka. Metode ini pada umumnya merujuk pada penelitian yang bersumber dari literatur atau karya sastra seperti buku.
Biasanya peneliti mencari terlebih dahulu sejumlah buku yang relevan pada topik penelitian. Kemudian membacanya satu persatu untuk mendapatkan data yang diinginkan. Selain buku, peneliti juga mengandalkan hasil riset atau penelitian lain dengan memiliki topik pembahasan serupa.
Dikarenakan contoh metode penelitian studi pustaka menggunakan gaya literatur atau membaca, metode ini juga bisa disebut sebagai penelitian literatur. Contoh penelitian yang menggunakan metode studi pustaka yaitu:
-
Kompetensi Guru Matematika dalam Mengatasi Minat Belajar Siswa di SMK xxx
-
Teknik Pengelolaan Limbah pada Industri Tekstil
-
Penerapan Strategi Pembelajaran Daring dalam Mata Pelajaran Matematika
-
Meningkatkan Minat Belajar Siswa SMA terhadap Mata Pelajaran Kimia
Jenis Metode Penelitian Secara Umum
Berdasarkan cara menganalisis, mengolah, serta menarik kesimpulannya, metode penelitian dibagi menjadi 3 yaitu, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan campuran. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai macam-macam metode penelitian.
1. Kuantitatif
Dalam metode ini, sampel diteliti menggunakan instrumen berupa alat ukur. Dimana analisa datanya bersifat statistik atau kuantitatif, dan bertujuan untuk menguji atau membuktikan hipotesis yang sudah ditetapkan. Secara umum, metode kuantitatif dibagi menjadi 2, di antaranya.
a. Metode Survei
Metode survei adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan data tentang keyakinan, pendapat, hubungan variabel atau karakteristik perilaku melalui sampel yang diambil dari populasi tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan (wawancara maupun kuesioner).
b. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode yang dipakai guna mengetahui pengaruh variabel independen (perlakuan atau treatment) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang terkendali.
Kondisi terkendali ini dimaksudkan supaya tidak ada variabel lain (selain variabel treatment) yang mempengaruhi variabel dependen. Agar dapat mengendalikan kondisi, digunakanlah kelompok kontrol. Penelitian menggunakan metode ini sering dilakukan di laboratorium.
2. Kualitatif
Metode ini biasa digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alami. Dimana analisa datanya bersifat induktif. Dan teknik pengumpulan datanya dilakukan secara triangulasi atau gabungan. Creswell dalam Sugiyono (2012) mengungkapkan bahwa metode kualitatif dibagi menjadi 5, yaitu:
a. Phenomenological Research
Salah satu jenis metode penelitian kualitatif adalah Phenomenological Research. Untuk mengetahui fenomena esensial partisipan, peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi partisipan.
b. Grounded Theory
Berikutnya adalah Grounded Theory. Peneliti dapat menarik generalisasi dari apa yang dianalisa atau diamati secara induktif, tentang proses, interaksi, atau tindakan berdasarkan pandangan partisipan yang diteliti.
c. Ethnography
Jenis lainnya yaitu Ethnography. Dimana peneliti melakukan studi terhadap budaya suatu golongan dalam kondisi yang alami, baik melalui wawancara dan observasi.
d. Case Studies
Case studies adalah jenis metode penelitian dimana peneliti melakukan eksplorasi mendalam terhadap kejadian, aktivitas, proses atau program baik secara individu maupun kelompok. Peneliti akan melakukan pengambilan data menggunakan berbagai prosedur dalam waktu yang berkesinambungan.
e. Narrative Research
Terakhir, yang termasuk jenis metode penelitian kualitatif adalah Narrative Research. Peneliti akan melakukan studi terhadap individu atau kelompok untuk mendapatkan data berupa sejarah perjalanan hidupnya. Data tersebut kemudian akan disusun menjadi laporan naratif kronologis oleh peneliti.
3. Kombinasi
Pengertian metode penelitian kombinasi adalah metode yang digunakan untuk meneliti kondisi objek, baik itu buatan (laboratorium) maupun alami. Dimana peneliti dapat menggunakan instrumen pengukuran serta teknik pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara maupun gabungan (triangulasi). Serta analisa datanya bersifat deduktif dan induktif.
Apa itu Metode Penelitian?
Pengertian metode penelitian adalah prosedur, tata cara atau langkah-langkah ilmiah yang digunakan untuk memperoleh data sebagai pemenuhan tujuan penelitian. Artinya kegiatan ini merupakan penyelidikan sistematis terhadap suatu fenomena.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian metode penelitian adalah prosedur atau cara sistematis yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan kebenaran dari suatu fenomena melalui pertimbangan logis dan disokong oleh data faktual sebagai bukti konkret (objektif, bukan asumsi pribadi).
Tujuan Penelitian Secara Praktis
Sedangkan secara praktis, tujuan penelitian ini ialah mencari serta menemukan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan langsung di dalam kehidupan. Penelitian jenis ini disebut juga dengan applied research.
Menurut para ahli, selain tujuan praktis diatas, masih ada beberapa tujuan penelitian praktis lainnya yaitu antara lain di bawah ini:
Tujuan Eksploratif
Tujuan eksploratif artinya ialah kegiatan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang belum ada sebelumnya.
Misalnya adalah penelitian yang pada akhirnya menemukan teori baru bahwa ekstrak mangga dapat menurunkan kadar kolesterol. Dimana sebelumnya belum pernah ada teori dari penelitian yang menyatakan hal tersebut.
Tujuan Verifikatif
Tujuan verifikatif merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menguji atau membuktikan kebenaran dari pengetahuan yang telah ada sebelumnya.
Misalnya penelitian yang membuktikan apakah benar mentimun dapat menurunkan tekanan darah manusia. Dimana sebelumnya telah ada teori dari penelitian yang menyatakan hal tersebut.
Tujuan Pengembangan
Yang terakhir adalah tujuan pengembangan, yang artinya adalah kegiatan penelitian yang dilakukan dengan tujuan mengembangkan atau menggali lebih dalam lagi dari pengetahuan atau penelitian yang sudah ada sebelumnya.
Misalnya tentang penelitian mentimun yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
Teori tentang hal tersebut sudah ada. Namun disini peneliti mengembangkan lagi penelitian yang bertujuan untuk menilai seberapa besar atau efektifkah mentimun tersebut dapat menurunkan tekanan darah manusia pada berbagai kelompok umur.
Tujuan Penelitian Secara Teoritis
Secara teoritis, tujuan penelitian merupakan usaha yang dilakukan untuk mengetahui satu hal. Pengetahuan yang diperoleh dari jenis penelitian seperti ini tidak dapat dimanfaatkan secara langsung atau secara praktis. Sehingga nama lain dari penelitian seperti ini disebut sebagai basic research.
Tujuan Penelitian Secara Umum
Tujuan penelitian secara umum adalah di bawah ini:
- Untuk memperoleh pengetahuan atau penemuan baru.
- Untuk membuktikan atau menguji kebenaran dari pengetahuan yang sudah ada.
- Untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.
Macam-Macam Metode Penelitian Berdasarkan Sifat Masalahnya
Jenis-Jenis Metode penelitian Menurut Suryabrata (1983), berdasarkan sifat-sifat masalahnya dapat diklasifikasikan antara lain:
- Historis,
- Deskriptive,
- Perkembangan,
- Kasus,
- Korelasional,
- Experimental,
- Quasi Experemintal,
- Kausal Komparatif, dan
- Tindakan.
Jenis Metode Penelitian Secara Umum
Jika anda sudah masuk ke dalam tahap metode penelitian, maka anda akan dihadapkan pada 2 hal yang sangat penting. Yaitu apakah anda akan melakukan metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif atau metode penelitian campuran (combined atau mixed).
Pengertian Metode Penelitian Menurut Para Ahli
Pengertian metode penelitian menurut para ahli yang pertama yaitu menurut Nasir. Nasir menjelaskan bahwa metode dari penelitian ialah cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan & menentukan jawaban atas masalah yang diajukan.
Pengertian menurut para ahli yang kedua yaitu menurut Winarno. Winarno menjelaskan bahwa metode dari penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan teknik yg teliti & sistematik.
Pengertian menurut para ahli yang ketiga yaitu menurut Muhiddin Sirat. Muhiddin Sirat menjelaskan bahwa metode penelitian merupakan suatu langkah memilih masalah & penentuan judul penelitian.
Pengertian metode dari penelitian menurut para ahli yang keempat yaitu menurut Sugiyono. Sugiyono menjelaskan bahwa metode sebuah penelitian adalah langkah ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan & kegunaan tertentu.
Alasan memilih metode kualitatif
Sale, et al. (2002) menyatakan bahwa penggunaan metode dipengaruhi oleh dan mewakili paradigma yang merefleksikan sudut pandang atas realitas. Lebih lanjut, Kasinath (2013) mengemukakan ada tiga alasan untuk menggunakan metode kualitatif, yaitu (a) pandangan peneliti terhadap fenomena di dunia (a researcher’s view of the world), (b) jenis pertanyaan penelitian (nature of the research question), dan (c) alasan praktis berhubungan dengan sifat metode kualitatif (practical reasons associated with the nature of qualitative methods).
Sementara itu, menurut McCusker, K., & Gunaydin, S. (2015), pemilihan penggunaan metode kualitatif dalam hal tujuan penelitiannya adalah untuk memahami bagaimana suatu komunitas atau individu-individu dalam menerima isu tertentu. Dalam hal ini, sangat penting bagi peneliti yang menggunakan metode kualitatif untuk memastikan kualitas dari proses penelitian, sebab peneliti tersebut akan menginterpretasi data yang telah dikumpulkannya.
Metode kualitatif membantu ketersediaan diskripsi yang kaya atas fenomena. Kualitatif mendorong pemahaman atas substansi dari suatu peristiwa. Dengan demikian, penelitian kualitatif tidak hanya untuk memenuhi keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran/penjelasan, tetapi juga membantu untuk mendapatkan penjelasan yang lebih dalam (Sofaer, 1999). Dengan demikian, dalam penelitian kualitatif, peneliti perlu membekali dirinya dengan pengetahuan yang memadai terkait permasalahan yang akan ditelitinya.
Creswell (2007, p. 45-47) menyebutkan beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang baik, antara lain:
- peneliti menggunakan prosedur mendapatkan data yang tepat.
- Peneliti membatasi penelitian di dalam asumsi dan karakteristik dari pendekatan kualitatif.
- Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitiannya.
- Peneliti memulai penelitian dengan satu fokus.
- Penelitian berisi metode yang rinci, pendekatan yang tepat dalam pengumpulan data, analisis data, dan penulisan laporan.
- Peneliti menganalisis data menggunakan pemisahan analisis dalam beberapa level.
- Peneliti menulis secara persuasif, sehingga pembaca dapat merasakan pengalaman yang sama.
- Proses penelitian dengan pendekatan kualitatif
Penelitian kualitatif dimulai dengan ide yang dinyatakan dengan pertanyaan penelitian (research questions). Pertanyaan penelitian tersebut yang nantinya akan menentukan metode pengumpulan data dan bagaimana menganalisisnya. Metode kualitatif bersifat dinamis, artinya selalu terbuka untuk adanya perubahan, penambahan, dan penggantian selama proses analisisnya (Srivastava, A. & Thomson, S.B., 2009).
Dalam hal pengumpulan data, Gill et. al. (2008) mengemukakan terdapat beberapa macam metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yaitu observasi, analisis visual, studi pustaka, dan interview (individual atau grup). Namun demikian, yang paling popular adalah menggunakan metode interview dan focus group discussion (FGD). Selanjutnya data yang berhasil dikumpulkan, dianalisis untuk dapat memahami dan mendapatkan kesimpulan dalam penelitian tersebut.
Untuk analisis data sendiri, terdapat empat permasalahan yang ditemui dalam menganalisis data (Li & Seal, 2007), yaitu:
- not knowing where to begin analyzing a large amount of material or how to relate research questions to data.
- ambiguous definition of coding categories
- reporting or recording of data, often involving the omission of line numbers in transcripts or the names of speakers.
- inaccurate or overinterpretation of data.
Selanjutnya, untuk mengantisipasi permasalahan dalam analisis data, Li & Seal (2007) memberikan lima strategi dalam analisis data, yaitu:
- connecting, was characterized by the need to establish a rigorous and valid connection between statements made by the researcher and the actual data.
- Separating, was characterized by the need to separate participants’ categories (emic analysis) from researchers categories (etic analysis) and from the views of other authors.
- Contrasting, was characterized by advice on adopting a systematic approach to identify regular features or differences across settings.
- Quantifying, was characterized by advice about counting or establishing the size of selection of data needed to sustain arguments.
- Deleting, was charactized by advice to get rid of irrelevant materials.
Jenis-Jenis Metode Penelitian
Secar umum ada tiga metode penelitian yang umum digunakan terutama dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Ketiga metode penelitian itu terdiri dari, metode penelitian kuantitatif, metode penelitian kualitatif, dan metode penelitian kombinasi (mixed methods).
1. Metode Penelitian Kuantitatif
Metode penelitian kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivisme, dipakai untuk meneliti pada populasi ataupun sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan alat ukur (instrumen) penelitian, analisa data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji dan membuktikan hipotesis yang telah dibuat/ditetapkan.
Secara umum metode kuantitatif terdiri atas metode survey dan metode eksperimen.
- Metode Survei
Metode penelitian survei adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data yang terjadi pada masa lampau atau saat ini, tentang keyakinan, pendapat, karakteristik perilaku, hubungan variabel dan untuk menguji beberapa hipotesis tentang variabel sosiologis dan psikologis dari sampel yang diambil dari populasi tertentu. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (wawancara atau kuisioner) dan hasil penelitian cenderung untuk digeneralisasikan.
- Metode Eksperimen
Metode eksperimen merupakan metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (treatment/perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang terkendalikan. Kondisi dikendalikan agar tidak ada variabel lain (selain variabel treatment) yang mempengaruhi variabel dependen. Agar kondisi dapat dikendalikan, maka dalam penelitian eksperimen menggunakan kelompok kontrol. Penelitian eksperimen sering dilakukan di laboratorium.
2. Metode Penelitian Kualitatif
Landasan Metode penelitian adalah filsafat postpositivisme. Digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (lawan eksperimen), dimana peneliti sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). Analisis data bersifat induktif/kualitatif. Hasil penelitian kualitatif menekankan makna dari pada generalisasi.
Menurut Creswell dalam Sugiyono (2012), metode penelitian kualitatif dibagi menjadi lima macam yaitu phenomenological research, grounded theory, ethnography, case study dan narrative research.
4. Metode Penelitian Deskriptif
Pengertian Metode penelitian deskriptif adalah prosedur penelitian atau pemecahan masalah yang diselidiki dengan gambaran subjek atau objek yang digunakan berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya.
5. Metode Penelitian Pengembangan
Pengertian Metode Penelitian pengembangan (Litbang) atau sering juga disebut dengan istilah Research & Development (R&D), merupakan jenis penelitian yang umumnya banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Secara umum pengertian penelitian pengembangan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk memperoleh data sehingga dapat dipergunakan untuk menghasilkan, mengembangkan dan memvalidasi produk.
Penelitian pengembangan difungsikan sebagai dasar untuk bangunan/konstruksi model dan teori. Kata penelitian merujuk pada proses pemecahan masalah dan menemukan fakta secara terorganisir sedangkan pengembangan merujuk kepada usaha peningkatan kemampuan teoritis, konseptual dan moral sesuai kebutuhan melalui latihan dan pendidikan.
Pengertian Metode Penelitian Menurut para Ahli
Menurut Sugiyono Pengertian metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dapat dideskripsikan, dibuktikan, dikembangkan dan ditemukan pengetahuan, teori, untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam kehidupan manusia (Sugiyono: 2012).
Metode penelitian menurut Prof. M.E Winarno adalah sebuah kegiatan ilmiah yang dilakukan menggunakan teknik yang cermat dan sistematis.
Metode Penelitian menurut Muhammad Nasir, metode penelitian merupakan hal yang penting bagi seorang peneliti untuk mencapai sebuah tujuan, serta dapat menemukan jawaban dari masalah yang di ajukan.
Contoh Metode Penelitian
Judul: Dampak Bencana Banjir terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Waru, Sidoarjo
Oleh: Reni Kumalawati, Bambang Tedjo, Yunida Rosalina, Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Surabaya
Publikasi : Jurnal Pendidikan Geografi
Metode Penelitian:
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2010).
Metode Penelitian Kuantitatif
Hasil metodologi penelitian kuantitatif berupa hipotesis. Instrumen, statistik, dan hipotesis pada umumnya ditemukan pada:
1. Survei
Metode survei digunakan untuk mendapatkan data tentang karakteristik sesuatu. Metode ini juga digunakan untuk menguji beberapa hipotesis atas sampel yang diambil dari suatu populasi. Teknik pengumpulan data adalah dengan kuisioner atau wawancara. Hasil dari metodologi penelitian ini berupa generalisasi.
2. Eksperimen
Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (perlakuan/treatment) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang dikendalikan. Agar kondisi dapat dikendalikan, dalam penelitian eksperimen dibutuhkan kelompok kontrol. Metodologi penelitian ini sering dilakukan di laboratorium.
