Contoh metode penelitian karya ilmiah:
Pertimbangkan bagaimana metode ilmiah berlaku dalam percobaan sederhana ini dengan air beku di bawah dua kondisi berbeda.
Tentukan Tujuan: Saya ingin tahu apakah air membeku lebih cepat dengan sendirinya atau dengan gula yang ditambahkan.
Bangun Hipotesis: Hipotesis nol adalah bahwa tidak akan ada perbedaan dalam berapa lama air membeku, apakah gula ditambahkan atau tidak. Hipotesis alternatif adalah bahwa akan ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam waktu pembekuan antara kedua skenario.
Uji Hipotesis dan Kumpulkan Data: Isi dua wadah identik dengan jumlah air suhu ruangan yang sama. Tambahkan jumlah gula yang diukur ke salah satu wadah. Masukkan kedua wadah ke dalam freezer. Secara berkala 15 menit, buka freezer dan amati status air di setiap wadah. Lanjutkan sampai keduanya benar-benar beku. Tuliskan waktu yang dibutuhkan untuk setiap wadah air untuk mencapai tingkat beku sepenuhnya.
Menganalisis Data: Lihatlah waktu yang dibutuhkan untuk setiap wadah air untuk membeku. Apakah air yang ditambahkan gula membutuhkan waktu yang lebih lama atau lebih singkat untuk dibekukan?
Menarik Kesimpulan: Berdasarkan hasil percobaan Anda, sampai pada kesimpulan apakah air dengan gula membeku lebih cepat, lebih lambat, atau pada tingkat yang sama dengan air tanpa gula ditambahkan.
Komunikasikan Hasil: Laporkan temuan Anda dalam bentuk laporan tertulis sebagai presentasi lisan.
Dalam kasus percobaan ini, Anda dapat memilih untuk memvariasikan jumlah gula yang ditambahkan (selama langkah 3 dari metode ilmiah di atas) untuk melihat apakah itu mengubah hasil juga. Ini bisa menjadi eksperimen yang lebih kuat karena Anda akan memiliki data tambahan untuk dilaporkan.
