Manfaat Penelitian Kuantitatif

1. Manfaat Teoretis

Manfaat teoretis merupakan manfaat yang berhubungan dengan pengembangan ilmu, dalam hal ini adalah ilmu linguistik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam pengembangan ilmu bahasa, khususnya dalam bidang pragmatik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan mengenai studi tentang pelanggaran prinsip kesantunan dan implikatur percakapan berdasarkan pelanggaran prinsip kesantunan khususnya dalam tuturan yang bersifat komedi.

2. Manfaat Praktis

Manfaat praktis merupakan manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini oleh peneliti itu sendiri dan pembaca. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pembaca mengenai pemahaman terhadap percakapan di dalam komik berbahasa Jawa ngapak, terutama dalam memahami prinsip kesantunan dan implikatur percakapan berdasarkan pelanggaran prinsip kesantunan dalam komik Banyumasan. Dengan cara menganalisis secara langsung tuturan yang ada di dalam komik tersebut. Selain itu, penelitian ini dapat bermanfaat sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya.

Macam-Macam Metode Penelitian Kuantitatif Selanjutnya

1. Korelasi

Metode Korelasional merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif yang digunakan dalam evaluasi. Terutama untuk mendeteksi sejauh mana variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefesian korelasi.

Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti korelasional adalah penelitian dengan tujuan untuk mendeteksi tingkat kaitan variasi-variasi yang ada dalam suatu faktor dengan variasi-variasi dalam faktor yang lain dengan berdasarkan pada koefisien korelasi.

2. Deskriptif

Metode deskriptif merupakan salah satu macam-macam metode penelitian kuantitatif dengan suatu rumusan masalah yang memadu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti deskriptif ini bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat.

3. Kausal Komparatif

Metode penelitian kausal komparatif merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif. Nama populer dari macam-macam metode penelitian kuantitatif ini adalah ex-post facto. Metode Kausal komperatif digunakan dalam evaluasi untuk mengetahui kemungkinan hubungan sebab-akibat.

Proses dari macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti kasual komparatif adalah dengan pengamatan terhadap akibat yang ada dengan mencari faktor-faktor penyebabnya. Melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, kemudian mencari kemungkinan variabel penyebabnya.

4. Komparatif

Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti yang komparatif berfungsi membandingkan dua perlakuan atau lebih dari suatu variable, atau beberapa variabel sekaligus. Tujuan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif ini untuk melihat perbedaan dua atau lebih situasi, peristiwa, kegiatan, atau program.

Perbandingan yang dilihat dari bagaimana seluruh unsur dalam komponen penelitian terkait antara satu sama lain. Perhitungan yang digunakan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif adalah berupa persamaan dan perbedaan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung hasil. Bagaimana unsur pembentuk hasil penelitian dapat menjadi latar belakang dari hasil penelitian tersebut.

Macam-Macam Metode Penelitian Kuantitatif

1. Korelasi

Metode Korelasional merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif yang digunakan dalam evaluasi. Terutama untuk mendeteksi sejauh mana variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefesian korelasi.

Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti korelasional adalah penelitian dengan tujuan untuk mendeteksi tingkat kaitan variasi-variasi yang ada dalam suatu faktor dengan variasi-variasi dalam faktor yang lain dengan berdasarkan pada koefisien korelasi.

2. Deskriptif

Metode deskriptif merupakan salah satu macam-macam metode penelitian kuantitatif dengan suatu rumusan masalah yang memadu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti deskriptif ini bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat.

3. Kausal Komparatif

Metode penelitian kausal komparatif merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif. Nama populer dari macam-macam metode penelitian kuantitatif ini adalah ex-post facto. Metode Kausal komperatif digunakan dalam evaluasi untuk mengetahui kemungkinan hubungan sebab-akibat.

Proses dari macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti kasual komparatif adalah dengan pengamatan terhadap akibat yang ada dengan mencari faktor-faktor penyebabnya. Melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, kemudian mencari kemungkinan variabel penyebabnya.

4. Komparatif

Macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti yang komparatif berfungsi membandingkan dua perlakuan atau lebih dari suatu variable, atau beberapa variabel sekaligus. Tujuan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif ini untuk melihat perbedaan dua atau lebih situasi, peristiwa, kegiatan, atau program.

Perbandingan yang dilihat dari bagaimana seluruh unsur dalam komponen penelitian terkait antara satu sama lain. Perhitungan yang digunakan macam-macam metode penelitian kuantitatif seperti komparatif adalah berupa persamaan dan perbedaan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung hasil. Bagaimana unsur pembentuk hasil penelitian dapat menjadi latar belakang dari hasil penelitian tersebut.

Contoh Metode Penelitian Sosial

Contoh metode penelitian sosial ada berbagai macam. Model penelitian yang kerap dilakukan adalah metoda longitudinal, studi kasus, etnografi, pengamatan, wawancara, eksperimental, survey dan metoda deskriptif. Dengan banyaknya pilihan contoh metode penelitian akan memudahkan para peneliti untuk memilih jenis metode yang tepat bagi riset yang tengah dilakukannya.

Metode riset sosial adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan bahan dan data. Kemudian data diolah secara sistematis dan ilmiah. Hingga dapat ditarik sebuah kesimpulan tentang fakta di sosial dan pemecahannya.

Berikut ini contoh-contoh metode penelitian sosial yang bisa anda terapkan pada penelitian yang tengah anda laksanakan.

1.Metode Penelitian Deskriptif

Metode ini hanya bersifat menggambarkan sesuatu yang tengah terjadi di masyarakat. Para pakar sering menyebutnya sebagai metode naratif. Hal utama yang didapatkan tulisan atau wawancara deskriptif yang menguraikan objek yang tengah diriset secara mendalam.

Penelitian ini akan memberikan gambaran apa yang menjadi fenomena di masyarakat , apa saja pemicunya dan bagaimana cara mengatasinya. Selain menggunakan metode narasi seringkali diperkuat dengan observasi secara langsung.

2.Metode Penelitian Survey

Metode riset sosial yang tak kalah populer adalah metode survey. Beberapa permasalahan sosial di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan baik menggunakan metode survey.

Namun sama seperti metode penelitian yang lainnya, tingkat keakuratan data tidak seratus persen. Tingkat kesalahan masih ada tapi sangat kecil prosentasenya. Contoh metode penelitian survey dapat dilakukan dengan menggunakan teknik angket maupun kuisioner.

Macam-Macam Metode Penelitian Sosial

Setiap ilmu bisa diteliti dan melahirkan ilmu baru lainnya. Dengan adanya penelitian maka ilmu-ilmu akan berkembang lebih bagus lagi. Inilah salah satu manfaat dari adanya metode riset sosial. Yang melakukan penelitian disebut peneliti. Sedangkan yang diteliti adalah objek masalah

Berikut ini macam-macam metode penelitian sosial yang umum berlaku dan banyak digunakan.

1.Metode Penelitian Kuantitatif

Metode kuantitatif adalah sebuah sistem riset untuk mendapatkan jawaban atas setiap masalah yang dihadapi dengan cara elegan, sistematis, dan ilmiah. Metode ini berlawanan dengan metode riset dan pengalaman. Untuk mengumpulkan data bagi penelitian menggunakan sistem gabungan. Untuk hipotesa yang dihasilkan cenderung pada arti khusus ketimbang umum.

Yang membedakan antara metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif adalah dari segi pendekatannya. Pengumpulan bahan atau data dari metode penelitian kuantitatif bersifat terukur. Contoh metode riset sosial jenis ini seperti frekuensi tindakan, besaran gaji, teknik korelasi, gambaran statistik, dan lain-lain.

2.Metode Penelitian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif adalah riset yang dilakukan berdasarkan fakta di lapangan yang meliputi banyak hal. Seperti dalam mengumpulkan bahan menggunakan teknik visual, interaksional atau wawancara, historis, mengamati, teks sumber referensi, perjalanan hidup, introspeksi, pengalaman, dan studi kasus empiris.

Demikianlah macam-macam metode penelitian sosial maupun pengertian teknik penelitian kuantitatif dan kualitatif. Persamaannya sangat jelas dan juga perbedaannya. Namun yang membedakannya sangat mudah karena metode penelitian kuantitatif mendasarkan pada penelitian yang bersifat keluasan data.

Contoh penelitian yang pas bagi metode ini adalah populasi. Hal ini berbeda dengan metode penelitian kualitatif yang lebih memfokuskan pada kualitas penelitian dan data. Para peneliti fenomena sosial akan membiasakan diri pada penggunaan metode riset sosial yang tepat bagi suatu masalah. Ia bisa menggunakan metode penelitian kualitatif maupun kuantitatif.

Syarat-Syarat Penelitian Sosial

Penelitian sosial tak dapat dilakukan secara terburu-buru. Semua harus dilakukan secara sistematis dan terdapat beberapa persyaratan sebagai berikut, antara lain :

  1. Mengikuti kaidah ilmiah yang logis atau masuk akal
  2. Terencana
  3. Terstruktur
  4. Sistematis
  5. Empiris

Manfaat Penelitian Sosial

Teknik penelitian sosial adalah sebuah riset yang dilakukan secara sistematis dan tersusun dengan baik. Penelitian ini sangat populer dengan beragam manfaat. Lalu apa saja manfaat penelitian sosial? Berikut ini kumpulan manfaat metode penelitian sosial bagi masyarakat secara umum, antara lain:

  1. Media untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih sempurna. Kemudian ilmu itu bisa dikembangkan lebih lanjut lagi
  2. Menjelaskan secara sistematis atau sebuah kejadian yang terdapat di sosial masyarakat beserta pemecahan solusinya
  3. Memberikan penjelasan lengkap tentang peristiwa yang berlangsung di masyarakat. Dari mulai penyebab, dan cara mengatasinya.

Definisi Metode Penelitian Sosial

Definisi teknik penelitian sosial adalah sebuah teknik penelitian yang dipergunakan oleh para peneliti untuk mendapatkan informasi atau fakta dalam rangka menemukan solusi atas setiap permasalahan yang telah terjadi berdasarkan metoda sistematis dan ilmiah.

Metode penelitian dimulai dari menentukan objek yang akan diriset. Untuk teknik riset sosial maka yang diteliti adalah objek sosial. Kemudian mencari data-data terhadap objek sosial tersebut. Dilanjutkan dengan mengolah data sampai didapatkan sebuah kesimpulan.

Metode riset sosial bukan hal asing lagi bagi mereka yang menempuh pendidikan tinggi dalam bidang kuliah ilmu sosial atau mahasiswa jurusan sosial. Seperti fakultas sosiologi atau budaya. Para mahasiswa akan terbiasa melakukan penelitian sosial yang dibukukan dalam bentuk makalah, skripsi maupun laporan.

Teknik penelitian ini merupakan hal wajib yang digunakan untuk meneliti sebuah fenomena sosial. Banyak permasalahan sosial yang bisa diselesaikan dengan baik setelah menggunakan teknik penelitian sosial. Dari mulai kenakalan kalangan pelajar SMP, SMA dan Mahasiswa sudah dibiasakan dalam melakukan penelitian.

Pengertian Metode Penelitian

Dengan penjelasan inilah, dapat dikatakan pengertian metode penelitian sangat luas. Beberapa pakar mencoba memberikan definisinya. Berikut ini pandangan para pakar mengenai definisi metode penelitian yang sebaiknya anda tahu.

1.Kamus Webster

Metode penelitian merupakan bagian dari proses untuk menyelidiki suatu objek tertentu untuk mendapatkan pengetahuan darinya secara terencana dan ilmiah.

2.Carter Good

Metode penelitian adalah upaya yang dilakukan untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang terjadi.  Sehingga bisa didapatkan kesimpulan atas fakta-fakta yang telah terjadi secara terstruktur dan sistematis.

3.Sanafiah Anwar

Metode penelitian adalah suatu kegiatan untuk menemukan masalah dan memecahkan masalah tersebut secara ilmiah.

PENELITIAN MENURUT TINGKAT EKSPLANASI

PENELITIAN DESKRIPTIF

adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain.

Contoh : Penelitian mengenai penggunaan teknologi computer di beberapa SD di pedesaan

PENELITIAN KOMPARATIF

Merupakan suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.

Contoh : Penelitian mengenai kualitas air tanah di pedesaan dibandingkan di perkotaan.

PENELITIAN ASSOSIATIF

Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.

Contoh : Penelitian mengenai hubungan kelengkapan media pembelajaran dengan motivasi belajar siswa

PENELITIAN TERAPAN

Menurut Jujun S. Suriasimnatri, penelitian terapan bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang bersifat praktis. Gay prnah mengatakan bahwa, penelitian terapan bertujuan untuk menguji, menerapkan serta mengevaluasi masalah praktis. Jadi, penelitian terapan ini bersifat praktis dan aplikatif karena  penelitian ini berasal dari masalah yang nyata bukan dari masalah yang mendasar.

Contoh Penelitian Murni adalah Penelitian pendidikan yang berkaitan tentang bagaimana meningkatkan minat baca siswa, penelitian yang berkaitan dengan factor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa untuk belajar

PENELITIAN MURNI

Penelitian murni atau juga disebut penelitian dasar memiliki tujuan untuk mengembangkan teori yang tidak memiliki sifat praktis. Menurut Jujun S. Suriasumnatri, penilitian murni bertujuan untuk menemukan ilmu pengetahuan yang baru yang belum pernah di teliti.

Contoh Penelitian Murni adalah Penelitian tentang gen, DNA, penelitian yang berhubungan dengan penemuan dan pengembangan ilmu

PENELITIAN BERDASARKAN PADA TUJUAN

A. PENELITIAN EKSPLORATORIS

Penelitian yang dilakukan karena ada masalah yang sangat jarang untuk di teliti. Sesuatu yang para peneliti tidak banyak melakukan penelitian.

B. PENELITIAN DESKRIPTIF

Tujuan penelitian ini adalah agar dapat memberikan sebuah penjelasan yang sangat rinci tentang masalah sosial yang bisa di jadikan sebagai objek penelitian. Kekuatan dari penelitian ini ada pada kualitas dan kuantitas kalimat yang di paparkan dalam hasil penelitian. Jika semakin banyak data maka akan semakin bagus sebuah penelitian tersebut.

C. PENELITIAN EKSPLANATORIS

Tujuan dari penelitian eksplanatoris adalah menguji sebuah teori ataupun hipotesa agar dapat memperkuat maupun sebaliknya dari penelitian sebelumnya.

Kegunaan Metodologi Penelitian Berdasarkan Jenisnya

Apa itu metodologi penelitian? Ternyata memiliki kegunaan yang luar biasa dalam dunia penelitian. Jika selama ini metodologi penelitian hanya untuk kepentingan akademis. Ternyata solusi atau hasil penelitian secara akademis, dapat memberikan solusi dan perubahan banyak ranah. Tidak hanya di ranah pendidikan, tetapi juga di ranah sosial, kedokteran. Salah satunya untuk kepentingan berikut kita simak.

1. Penelitian Murni : Mengembangkan Teori

Jadi kegunaan penelitiaan murni sebagai penelitian dasar yang sering digunakan untuk mengembangkan teori yang sudah ada menjadi lebih komprehensif dan lebih lengkap. Penelitian murni ini berbeda dengan penelitian terapan.

2. Penelitian terapan : Memecahkan Masalah pada Kehidupan Praktis

Jadi penelitian terapan adalah metodologi penelitian yang mendasarakan pada tingkat kegunannya. Penelitian ini lebih fokus pada memecahkan masalah pada kehidupan praktis.

Memecahkan masalah berdasarkan kejadian secara real di lingkungan sosial. Dengan kata lain, metode penelitian satu ini lebih tepat sasaran bagi masyarakat sekitar, karena tidak berpedoman pada teori (dimana untuk beberapa kasus, secara teoritis justru membatasi pengambilan solusi).

3. Penelitian aksi : Membuat Tindakan Khusus Sesuai Dengan Teori

Barangkali kamu jarang mendengar metodologi penelitian yang satu ini. Jadi penelitian aksi ini adalah penelitian yang ditujukan untuk membuat tindakan khusus sesuai dengan teori. Jadi telaah teoritis inilah yang dijadikan acuan atau pencarian solusi atas permasalahan yang ada.

Jadi memang metodologi tidak hanya sebagai pemecah masalah yang sifatnya studi kasus dan akademis. Tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Misalnya, bisa mengentaskan angka kemiskinan, memberikan solusi atas permasalahan kasus yang menghambat produktivitas warga, bisa menemukan obat dibidang kedokteran dan masih banyak kegunaan metodologi penelitian.

Jenis dan Contoh Metodelogi Penelitian

 

1. Metode Kualitatif

Metode kualitatif, yang merupakan metode riset yang memberikan penjelasan lebih analisis dan bersifat subjektif. Pada metode ini peneliti menggunakan perspektif dari partisipan sebagai gambaran yang diutamakan dalam memperoleh hasil penelitian.

Pada metode kualitatif biasanya menggunakan teknik penelitian berupa ovservasi, ekspreimen dan wawancara terbuka.

Jika pada metode kuantitatif datanya bersifat angka/skala, pada kualitatif datanya dapat berupa pendapat atau hasil pencatatan di lapangan.

2. Metode Kuantitatif

Kedua, kebalikan dari kualitatif, yaitu metode kuantitatif. Yaitu metode yang dilakukan secara sistematis dan menggunakan model-model yang bersifat matematis. Hipotesa dan teori yang digunakan biasanya berkaitan dengan fenomena alam. Sifat penelitian ini adalah objektif, dan analitis.

Untuk memperoleh data-data penelitian biasa digunakan beberapa metode seperti tes, pengujian dan wawancara terstruktur. Data penelitian yang di dapat berupa angka, skala maupun grafik yang bisa dihitung.

3. Metode Survey

Ketiga, metode survey adalah metode penelitian yang dikemas dan disusun berbentuk opini. Metode penelitian satu ini pun dimanfaatkan untuk membuat gambaran umum melalui sampel beberapa orang loh.

4. Metode Ekspos Facto

Keempat, metode ekspos facto, adalah metode penelitian yang berhubungan sebab –akibat.

5. Metode Deskriptif

Kelima, metode deskriptif metode penelitian yang mengambarkan peristiwa secara langsung ataupun tidak langsung. apa itu metodologi penelitian deskriptif dibagi menjadi dua, yaitu metode longitudinal dan cross sectional.

Tujuan Metodologi Penelitian

 

Tujuan metode penelitian diharapkan peneliti dapat memperoleh hasil penelitian yang berkompeten, berkredibel, tepat dan tentu saja dapat dipertanggungjawabkan. Setidaknya dari penelitian yang dilakukan akan menjawab permasalahan yang sedang diteliti oleh penulis.

Dilihat dari segi jenis, metodologi penelitian pada dasarnya memiliki tiga kemanfaatan. Pertama, memperoleh pengetahuan atau penemuan baru. Kedua, dapat dimanfaatkan untuk membuktikan atau menguji kebenaran yang telah ada. Ketiga, membantu dalam mengembangkan pengetahuan lebih kaya dan lebih banyak.

Apa itu metodologi penelitian? 

Metodologi penelitian merupakan cara bagaimana kita melakukan penelitian. Penelitian adalah upaya untuk mendapatkan informasi dan melakukan investigasi data, guna mendapatkan ilmu pengetahuan atau menemukan ilmu baru.

Apa itu metodologi penelitian? Secara etimologi, metodologi penelitian akan menjelaskan secara teknis. Misalnya akan mengungkap cara, metode atau trik. Karena konteksnya adalah melakukan penelitian, maka dasar yang paling fundamental yang harus kamu miliki adalah mengetahui proses menjalankan penelitian.

Dalam arti sederhana lain metode penelitian dapat diartikan sebagai proses memilih cara yang spesifik untuk menyelesaikan permasalahan dalam menjalankan riset. Selama menjalankan riset membutuhkan waktu yang panjang, maka diperlukan yang namannya cara yang lebih sistematis.

Contoh Metode Penelitian Skripsi

Metodologi Penelitian Dan Rencana Tindakan Mengenai Kebijakan Prasekolah Siprus

Untuk lebih memahami kebijakan prasekolah Siprus dan terutama untuk belajar tentang pendidikan musik pada usia dini, empat pendidik Siprus diwawancarai.

Individu-individu ini memiliki berbagai perspektif dan pengalaman yang mencakup bidang-bidang dari berbagai tahap pendidikan: seorang guru kepala taman kanak-kanak; seorang guru TK; seorang kepala sekolah dari sekolah bahasa Inggris swasta (dari usia lima tahun sampai usia 18 tahun) kepala sekolah sebuah konservatori; seorang guru sekolah dasar.

Semua wawancara dilakukan selama dua bulan antara Juli 2010 dan Agustus 2010. Tujuan utama dari wawancara evaluasi ini adalah untuk membantu kami memahami betapa pentingnya pendidikan musik di Siprus dan untuk menyoroti kelemahan sistem pendidikan Siprus, mengenai materi musik, staf pendidikan, materi yang dapat digunakan dalam program musik prasekolah di masa depan.4.1 Metode

Alat penelitian yang berlaku dari investigasi ini didasarkan pada metodologi Wawancara Kualitatif untuk memperluas pemahaman TK dan pemikiran pendidik tentang pendidikan musik di Siprus. Meskipun berbagai hal dibahas dalam wawancara, fokusnya adalah pada pendapat aktual responden tentang kelemahan sistem pendidikan saat ini berdasarkan pengalaman mereka.

Untuk tujuan ini, serangkaian pertanyaan dibuat untuk memeriksa program baru atau perkembangan sekolah dan menyarankan perbaikan. Wawancara sangat berguna untuk mendapatkan cerita di balik pengalaman peserta dan dapat mengejar informasi mendalam tentang topik tersebut

Para pendidik dipanggil untuk menjawab serangkaian pertanyaan terbuka dan tertutup dalam urutan tertentu. Wawancara dilakukan secara individual sehingga setiap pendidik tidak akan terpengaruh oleh yang lain dan itu berlangsung sekitar sepuluh menit.

Contoh Metode Penelitian Deskriptif

 

Membandingkan Kinerja Siswa:

Lembaga akademik mungkin ingin 2 membandingkan kinerja siswa SMP-nya dalam bahasa Inggris dan Matematika. Ini dapat digunakan untuk mengklasifikasikan siswa berdasarkan 2 kelompok besar, dengan satu kelompok akan melanjutkan studi sementara kursus, sedangkan kursus studi lain di bidang Seni & Humaniora.

Siswa yang lebih mahir dalam matematika akan didorong untuk masuk ke STEM dan sebaliknya. Lembaga juga dapat menggunakan data ini untuk mengidentifikasi titik lemah siswa dan bekerja pada cara untuk membantu mereka.

Klasifikasi Ilmiah

Selama klasifikasi ilmiah utama tanaman, hewan, dan elemen tabel periodik, karakteristik dan komponen masing-masing subjek dievaluasi dan digunakan untuk menentukan bagaimana mereka diklasifikasikan.

Sebagai contoh, makhluk hidup dapat diklasifikasikan ke dalam kerajaan Plantae atau hewan kerajaan tergantung pada sifatnya. Klasifikasi lebih lanjut dapat mengelompokkan hewan menjadi mamalia, potongan, vertebra, invertebra, dll.

Semua klasifikasi ini merupakan hasil dari penelitian deskriptif yang menggambarkan apa itu

Kebiasaan manusia

Ketika mempelajari perilaku manusia berdasarkan faktor atau peristiwa, peneliti mengamati karakteristik, perilaku, dan reaksi, kemudian gunakan jika ingin menyimpulkan. Perusahaan yang mau menjual ke pasar sasaran perlu terlebih dahulu mempelajari perilaku pasar.

Ini dapat dilakukan dengan mengamati bagaimana targetnya bereaksi terhadap produk pesaing, kemudian menggunakannya untuk menentukan perilaku mereka.

Contoh Metode Penelitian Karya Ilmiah

Contoh metode penelitian karya ilmiah:

Pertimbangkan bagaimana metode ilmiah berlaku dalam percobaan sederhana ini dengan air beku di bawah dua kondisi berbeda.

Tentukan Tujuan: Saya ingin tahu apakah air membeku lebih cepat dengan sendirinya atau dengan gula yang ditambahkan.

Bangun Hipotesis: Hipotesis nol adalah bahwa tidak akan ada perbedaan dalam berapa lama air membeku, apakah gula ditambahkan atau tidak. Hipotesis alternatif adalah bahwa akan ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam waktu pembekuan antara kedua skenario.

Uji Hipotesis dan Kumpulkan Data: Isi dua wadah identik dengan jumlah air suhu ruangan yang sama. Tambahkan jumlah gula yang diukur ke salah satu wadah. Masukkan kedua wadah ke dalam freezer. Secara berkala 15 menit, buka freezer dan amati status air di setiap wadah. Lanjutkan sampai keduanya benar-benar beku. Tuliskan waktu yang dibutuhkan untuk setiap wadah air untuk mencapai tingkat beku sepenuhnya.

Menganalisis Data: Lihatlah waktu yang dibutuhkan untuk setiap wadah air untuk membeku. Apakah air yang ditambahkan gula membutuhkan waktu yang lebih lama atau lebih singkat untuk dibekukan?

Menarik Kesimpulan: Berdasarkan hasil percobaan Anda, sampai pada kesimpulan apakah air dengan gula membeku lebih cepat, lebih lambat, atau pada tingkat yang sama dengan air tanpa gula ditambahkan.

Komunikasikan Hasil: Laporkan temuan Anda dalam bentuk laporan tertulis sebagai presentasi lisan.

Dalam kasus percobaan ini, Anda dapat memilih untuk memvariasikan jumlah gula yang ditambahkan (selama langkah 3 dari metode ilmiah di atas) untuk melihat apakah itu mengubah hasil juga. Ini bisa menjadi eksperimen yang lebih kuat karena Anda akan memiliki data tambahan untuk dilaporkan.

Contoh Metode Penelitian Kuantitatif

 

Penelitian Kuantitatif digunakan untuk mengukur masalah dengan cara menghasilkan data numerik atau data yang dapat diubah menjadi statistik yang dapat digunakan. Ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, perilaku, dan variabel yang ditetapkan lainnya – dan menggeneralisasi hasil dari populasi sampel yang lebih besar.

Penelitian Kuantitatif menggunakan data terukur untuk merumuskan fakta dan mengungkap pola dalam penelitian. Metode pengumpulan data kuantitatif jauh lebih terstruktur daripada metode pengumpulan data kualitatif.

Beberapa contoh penelitian kuantitatif adalah:

Jika organisasi mana pun ingin melakukan survei kepuasan pelanggan (CSAT), templat survei kepuasan pelanggan dapat digunakan.

Melalui survei ini, suatu organisasi dapat mengumpulkan data kuantitatif dan metrik atas itikad baik merek atau organisasi di benak pelanggan berdasarkan berbagai parameter seperti kualitas produk, harga, pengalaman pelanggan, dll. Data ini dapat dikumpulkan dengan meminta pertanyaan skor promotor bersih (NPS), pertanyaan tabel matriks, dll. yang menyediakan data dalam bentuk angka yang dapat dianalisis dan dikerjakan.

Contoh lain dari penelitian kuantitatif adalah sebuah organisasi yang melakukan suatu acara, mengumpulkan umpan balik dari para peserta acara tentang nilai yang mereka lihat dari acara tersebut.

Dengan menggunakan templat survei peristiwa, organisasi dapat mengumpulkan umpan balik yang dapat ditindaklanjuti tentang tingkat kepuasan pelanggan selama berbagai fase acara seperti penjualan, sebelum dan sesudah acara, kemungkinan merekomendasikan organisasi kepada teman dan kolega mereka, preferensi hotel untuk acara mendatang dan pertanyaan serupa lainnya.

Contoh Metode Penelitian Kualitatif

Pendekatan Apa yang dilibatkan?

Teori Beralas: Para peneliti mengumpulkan data yang kaya tentang topik yang menarik dan mengembangkan teori secara induktif.

Etnografi: Peneliti membenamkan diri dalam kelompok atau organisasi untuk memahami budaya mereka.

Tindakan Penelitian: Para peneliti dan peserta secara kolaboratif menghubungkan teori dengan praktik untuk mendorong perubahan sosial.

Penelitian Fenomenologis: Para peneliti menyelidiki suatu fenomena atau peristiwa dengan menggambarkan dan menafsirkan pengalaman hidup para partisipan.

Peneliti Naratif: Peneliti memeriksa bagaimana cerita diceritakan untuk memahami bagaimana peserta memahami dan memahami pengalaman mereka.

Metode Penelitian Kualitatif

Setiap pendekatan penelitian melibatkan penggunaan satu atau lebih metode pengumpulan data. Ini adalah beberapa metode kualitatif yang paling umum:

Pengamatan: merekam apa yang telah Anda lihat, dengar, atau temui dalam catatan lapangan yang terperinci.

Wawancara: secara pribadi mengajukan pertanyaan kepada orang-orang dalam percakapan satu lawan satu.

Kelompok fokus: mengajukan pertanyaan dan menghasilkan diskusi di antara sekelompok orang.

Survei: mendistribusikan kuesioner dengan pertanyaan terbuka.

Penelitian sekunder: mengumpulkan data yang ada dalam bentuk teks, gambar, rekaman audio atau video, dll.

Contoh Penelitian

Untuk meneliti budaya perusahaan teknologi besar, Anda memutuskan untuk mengambil pendekatan etnografi. Anda bekerja di perusahaan selama beberapa bulan dan menggunakan berbagai metode untuk mengumpulkan data:

Anda membuat catatan lapangan dengan pengamatan dan merefleksikan pengalaman Anda sendiri tentang budaya perusahaan.

Anda mendistribusikan survei terbuka kepada karyawan di semua kantor perusahaan melalui email untuk mengetahui apakah budaya bervariasi di seluruh lokasi.

Anda melakukan wawancara mendalam dengan karyawan di kantor Anda untuk mempelajari tentang pengalaman dan perspektif mereka secara lebih rinci.

Peneliti kualitatif sering menganggap diri mereka “instrumen” dalam penelitian karena semua pengamatan, interpretasi, dan analisis disaring melalui lensa pribadi mereka sendiri.

Untuk alasan ini, ketika menulis metodologi Anda untuk penelitian kualitatif, penting untuk merenungkan pendekatan Anda dan menjelaskan dengan seksama pilihan yang Anda buat dalam mengumpulkan dan menganalisis data.

Cara Memilih Metode Penelitian

Metode penelitian adalah prosedur khusus untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Mengembangkan metode penelitian Anda adalah bagian integral dari desain penelitian Anda. Saat merencanakan metode Anda, ada dua keputusan penting yang akan Anda buat.

Pertama, putuskan bagaimana Anda akan mengumpulkan data. Metode Anda bergantung pada jenis data apa yang Anda butuhkan untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda:

Kualitatif vs kuantitatif: Apakah data Anda berbentuk kata atau angka?

Primer vs. sekunder: Apakah Anda akan mengumpulkan data asli sendiri, atau akankah Anda menggunakan data yang telah dikumpulkan oleh orang lain?

Deskriptif vs. eksperimental: Apakah Anda akan mengukur sesuatu seperti apa adanya, atau akankah Anda melakukan percobaan?

Kedua, putuskan bagaimana Anda akan menganalisis data.

Untuk data kuantitatif, Anda dapat menggunakan metode analisis statistik untuk menguji hubungan antar variabel.

Untuk data kualitatif, Anda dapat menggunakan metode seperti analisis tematik untuk menafsirkan pola dan makna dalam data. Berikut beberapa contoh metode penelitian:

Metode penelitian eksperimen semu atau kuasi eksperimental

Metode yang satu ini adalah sebuah metode yang mana memiliki sebuah pengukuran perlakuan, dampak, unit eksperimen. Namun, tidak memakai penugasan acak untuk bisa membuat sebuah perbandingan dalam rangka pengambilan kesimpulan dari perubahan yang nantinya di timbulkan oleh perlakukan. Itulah sebabnya, metode ini kerap di sebut dengan sebagai eksperimen pura- pura.

Penelitian berdasarkan pada manfaat

  • Penelitian murni, penelitian ini pada umumnya di sebuat juga dengan penelitian dasar. Dimana penelitian murni ini memiliki tujuan agar dapat mengembangkan sebuah teori serta tidak melihat bagaimana manfaat yang langsung memiliki sifat praktis. Jujun S. Suriasumnatri mengungkapkan jika penelitian yang murni merupakan sebuah penelitian yang memiliki tujuan menemukan sebuah ilmu pengetahuan yang baru yang belum pernah di teliti sebelumnya.
  • Penelitian terapan, jujun S. Suriasumnatri mengungkapkan jika penelitian terapan memilki tujuan untuk dapat memecahkan problem- problem dari kehidupan yang praktis. Gay juga menyatakan jika penelitian terapan di laksanakan dengan tujuan menguji, menerapkan dan juga mengevaluasi dari masalah praktis. Jadi, penelitian terapan ini memiliki sifat praktis dan juga aplikatif karena penelitian yang berangkat dari sebuah masalah riil dan bukan masalah yang memiliki sifat mendasar.
  • Penelitian aksi, penelitian ini biasanya di sebut dengan action research yang memiliki tujuan agar dapat menyelesaikan masalah dengan cara melaksanakan beberapa tindakan yang khusus yang juga sudah melalui teritis yang sebelumnya. Hal ini di harapkan untuk bisa memperoleh solusi yang terbaik sehingga masalah dalam penelitian bisa teratasi.
  • Penelitian kebijakan, ialah sebuah penelitian yang memiliki tujuan yang dapat menentukan sesuatu hal kebijakan yang berdasarkan dengan data dan fakta sesuai di lapangan. Hasil dari sebuah penelitian ini adalah peraturan, keputusan undang- undang dan semua hal yang berhubungan dengan hukum.
  • Penelitian evaluasi, merupakan sebuah penelitian yang memiliki tujuan agar dapat memberikan sebuah penelitian pada program yang tertentu, kegiatan dan juga sebuah kebijakan yang bisa ditujukan supaya bisa mengintervensi masyarakat.

Penelitian berdasarkan pada tujuan

  • Penelitian eksploratoris, ialah penelitian yang di laksanakan karena ada masalah yang memang sangat jarang untuk di teliti. Hal yang di teliti adalah suatu yang baru yang mana para peneliti- peneliti tidak banyak yang melakukan penelitian.
  • Penelitian deskriptif, menunjukkan jika tujuan penelitian ialah agar bisa memberikan sebuah penjelelasan yang kian rinci lagi serta lebih mendalam tentang suatu masalah sosial yang dapat di jadikan sebagai objek penelitian. Kekuatan dari penelitian deskriptif ini ada dalam kualitas dan kuantitas kalimat yang nantinya akan di paparkan di dalam bab hasil sebuah penelitian. Jika semakain banyak data di dalam bentuk kalimat yang dapat di suguhkan dalam sebuah penelitian agar semakin bagus.
  • Penelitian eksplanatoris, mempunyai sebuah tujuan agar bisa menguji suatu teori maupun hipotesa agar dapat memperkuat maupun menolak dari sebuah teori dari penelitian yang sudah di teliti.

Tujuan penelitian secara praktis

Tujuan penelitian secara praktis ialah mencari serta menemukan ilmu yang bisa di gunakan langsung di dalam kehidupan. Penelitian yang sepert ini sering di sebuat dengan applied research. Tujuan penelitian secara parktis juga ada beberapa hal yang di perlu di ketahui, yakni:

  • Tujuan eksploratif, yakni merupakan kegiatan dari penelitian yang di lakukan karena memiliki tujuan agar bisa menemukan pengetahuan yang baru dan juga belum ada penelitian sebelumnya.
  • Tujuan verifikatif, maksudnya adalah kegiatan penelitian ini memiliki sebuah tujuan untuk menguji dan membuktikan dari sebuah kebenaran ilmu pengetahuan yang telah ada.
  • Tujuan pengembangan, yaitu kegiatan penelitian yang di laksanakan dengan tujuan agar bisa mengembangkan dan menggali lebih dalam dari sebuah penelitian dan pengetahuan yang sudah di lakukan sebelumnya.

Tujuan penelitian secara teoritis

Tujuan penelitian secara teoritis adalah sebuah usaha agar dapat mengetahui suatu hal. Namun, pengetahuan yang di dapatkan dari sebuah penelitian tidak akan di gunakan secara langsung dan secara praktis. Penelitian juga memiliki nama lain yakni pure research dan basic research.

Tujuan Penelitian

Apapun jenis penelitian pastinya memiliki sebuah tujuan penelitian, penelitian tanpa adanya sebuah tujuan maka tidak ada hasil dan juga kesimpulan. Jadi, tujuan dari penelitian merupakan rumusan hasli dari penelirian yang sudah di rumuskan oleh para peneliti sejak awal, dengan cara analisis latar belakang permasalahan di dalam penelitian.

Tujuan- tujuan secara umum dari penelitian:

  • Agar bisa mendapatkan sebuah pengetahuan maupun penemuan yang baru.
  • Untuk bisa membuktikan dan menuji dari kebenaran dari bidang ilmu yang telah ada.
  • Supaya dapat mengembangkan ilmu yang telah ada.

Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang-orang serta perilaku yang diamati.

Sebuah penelitian kualitatif memiliki ciri atau karakteristik sebagai berikut:

  • Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data
  • Memiliki sifat deskriptif analitik
  • Menekankan pada proses, bukan hasil
  • Bersifat induktif (berdasarkan fakta di lapangan)
  • Mengutamakan makna

Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan, menguji, dan menentukan hubungan antar variabel dengan memilah permasalahan menjadi bagian yang dapat diukur atau dinyatakan dalam bentuk angka.

Penelitian kuantitatif menggunakan instrumen penelitian atau alat pengumpul data yang menghasilkan data numerikal (angka).

Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsi

Berdasarkan fungsinya, peneilitan dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu penelitian dasar, terapan, dan evaluatif.

 

1. Penelitian Dasar

Penelitian dasar memiliki cakupan topik penelitian tentang ilmu pengetahuan eksakta, perilaku, atau sosial.

Penelitian jenis ini bertujuan untuk menguji teori, dalil, ataupun prinsip dasar dari sebuah ilmu pengetahuan.

2. Penelitian Terapan

Penelitian terapan adalah penelitian yang topiknya mencakup bidang terapan seperti kedokteran, teknologi, pendidikan, dll.

Penelitian jenis ini bertujuan untuk menguji kegunaan teori dalam suatu bidang tertentu.

3. Penelitian Evaluatif

Penelitian evaluatif adalah jenis penelitian yang meneliti pelaksanaan berbagai kegiatan, produk, atau program pada suatu lembaga.

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur manfaat, sumbangan, serta kelayakan dari kegiatan, produk, atau program yang sedang dijalankan.

Metode Penelitian Menurut Para Ahli

Istilah “penelitian” sendiri sebenarnya bisa memiliki pengertian yang beragam.

Berikut ini adalah pengertian penelitian menurut para ahli.

1. David H. Penny

Penelitian merupakan pemikiran yang sistematis tentang berbagai jenis masalah yang dalam pemecahannya memerlukan pengumpulan fakta-fakta.

2. J. Suprapto MA

Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu yang dilakukan untuk mendapatkan fakta-fakta dengan sabar, hati-hati, dan sistematis.

3. Sutrisno Hadi MA

Penelitian adalah sebuah usaha untuk menemukan, mengembangkan, serta menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

4. Mohammad Ali

Penelitian adalah sebuah cara untuk memahami suatu hal dengan melakukan penyelidikan melalui bukti-bukti yang muncul dan dilakukan secara hati-hati sehingga dapat diperoleh pemecahannya.

5. Sugiyono

Penelitian adalah sebuah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

metode Studi Kasus

Jenis metodologi penelitian studi kasus salah satu penelitian yang gado-gado. kenapa gado-gado? Karena dalam pengambilan data, kamu bisa melakukan beberapa cara sekaligus. Kamu bisa dengan melakukan wawancara, pemeriksaan dokumen hingga bisa juga melakukan observasi. Meskipun caranya bisa dilakukan menggunakan beberapa cara, penelitian tersebut juga perlu diberikan batasan.

Metode Longitudinal

Jenis metodologi penelitian yang kedua adalah metode longitudinal. Metode longituginal adalah metode penelitian dengan cara mengumpulkan data melalui survei. Sebenarnya tidak hanya menggunakan survei saja, ada beberapa cara lain, namun paling banyak menggunakan metode survei.

Jadi sampel yang sudah kamu tentukan nantinya akan diberikan lembar kuisioner atau angket yang harus ia isi. Setelah itu, peneliti memberikan jeda waktu (terkait rentang waktu sesuai dengan keinginan peneliti: prinsipnya rentang waktu jangan terlalu pendek). Setelah diberi rentang waktu yang cukup, maka kamu pun bisa memberika surbei kedua, ketiga (sesuai yang kamu inginkan, mau berapa survei). Meskipun tidak ada aturan baku, umumnya survei ini hanya dilakukan sebanyak dua kali.

Hasil jawaban dari survei bisa kamu dapatkan dan diklasifikasikan. Nah, kelemahan metode survei angket, kadang subjek yang tidak mood, sering dijawab asal. Untuk menghindari hal tersebut, kamu pun harus berhati-hati. jika kamu sudah menemukan hasil angket, kamu pun bisa melakukan pengolahan data dan analisis. Terkait analisis, kamu pun bisa menggunakan pengolah data dan manual, ini tergantung dari selera dan penguasaan ilmu yang kamu miliki.

metode Eksperimental

Jenis metodologi penelitian yang pertama adalah metodologi eksperimental. Sesuai dengan istilahnya bahwa metodologi eksperimental merupakan upaya untuk mengumpulkan data. Jadi kamu tidak hanya akan memaparkan tentang survei, cara dan hasil wawancara saja. TEtapi juga mengumpulkan data observasi juga.

Karena sifat metodologi eksperimental adalah melihat respons atau objek penelitian yang berbeda-beda. Umumnya metodologi eksperiment dibaig menjadi dua kelompok. Pertama kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberi perlakuan untuk melihat tanggapan dan hasil dari apa yang sedang kamu teliti.

Dengan kata lain, kelompok eksperimen sebagai subjek penelitian. Begitupun dengan kelompok kontrol, juga tetap diberi perlakuan. Hanya saja pada kelompok kontrol sifatnya sebagai kontrol dari hasil kelompok eksperimen.

Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebenarnya memiliki karakteristik yang mirip dan hampir sama loh. Nah, agar memudahkan pemahaman, pada kelompok eksperimen akan menerima perlakuan dari peneliti, sedangkan kelompok kontrol tidak.

Pengertian Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode”
yang artinya cara yang tepat untuk melakukan
sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau
pengetahuan. Jadi, metodologi artinya cara
melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran
secara saksama untuk mencapai suatu tujuan.
Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk
mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis
sampai menyusun laporannya.
Metodologi penelitian terdiri dari kata metodologi
yang berarti ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk
memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah
ditetapkan sebelumnya. Sejalan dengan makna penelitian
tersebut di atas, penelitian juga dapat diartikan sebagai
usaha/kegiatan yang mempersyaratkan keseksamaan atau
kecermatan dalam memahami kenyataan sejauh mungkin
sebagaimana sasaran itu adanya.

Pengertian Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode”
yang artinya cara yang tepat untuk melakukan
sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau
pengetahuan. Jadi, metodologi artinya cara
melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran
secara saksama untuk mencapai suatu tujuan.
Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk
mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis
sampai menyusun laporannya.1
Metodologi penelitian terdiri dari kata metodologi
yang berarti ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk
memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah
ditetapkan sebelumnya. Sejalan dengan makna penelitian
tersebut di atas, penelitian juga dapat diartikan sebagai
usaha/kegiatan yang mempersyaratkan keseksamaan atau
kecermatan dalam memahami kenyataan sejauh mungkin
sebagaimana sasaran itu adanya.

Pengertian Metodologi Penelitian

“Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode” yang artinya cara yang tepat
untuk melakukan sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi,
metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara saksama
untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk mencari,
mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya.
Tentang istilah “Penelitian” banyak para sarjana yang mengenukakan pendapatnya,
seperti :
a. David H. Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang
pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
b. J. Suprapto MA
Penelitian ialah penyelididkan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan
untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta
sistematis.
c. Sutrisno Hadi MA
Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat didefinisikan sebagai usaha untuk
menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
d. Mohammad Ali
Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu dengan melalui penyelidikan atau
melalui usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang
dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.
Dari batasan-batasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan
metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang
membicarakan/mempersoalkan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian sampai
menyusun laporannya) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah.

PTK

PTK (Classroom Action Research) memiliki peranan yang sangat penting
dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila diimplementasikan
dengan baik dan benar.
Kurt Lewin dalam Kunandar (2012, hlm. 42) mengatakan bahwa “Penelitian tindakan
adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap, yakni perencanaan,
tindakan, pengamatan, dan refleksi”.
Carr dan Kemmis dalam Kunandar (2012, hlm. 43) mengatakan bahwa:
Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksif diri kolektif yang
dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan
penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka serta
pemahaman mereka terhadap praktik-praktik mereka dan terhadap situasi
tempat praktik-praktik tersebut dilakukan.
Berdasarkan pendapat diatas penelitian tindakan penelitian refleksif adalah untuk
meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari classroom action research, yaitu
action research yang dilakukan di kelas. Action research, sesuai dengan arti katanya,
diterjemahkan menjadi penelitian tindakan; menurut Carr dan Kemmis dalam I.G.A.K
Wardani dkk (2006, hlm. 1.4) didefinisikan sebagai berikut:
Action research is a form of self reflective enquiry undertaken by
participants (teachers, student or principals, for example) in social (including
educational) situations in order to improve the rationality and justice of (a)
their own social or educational practices, (2) their understanding of these
practices, and the situations (and institutions) in which the practices are
carried out.
I.G.A.K Wardani, dkk (2006, hlm. 1.4) menemukan sejumlah ide pokok sebagai
berikut:
1. Penelitian tindakan adalah satu bentuk inkuiri atau penyelidikan yang
dilakukan melalui refleksi diri.
2. Penelitian tindakan dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang
diteliti, seperti guru, siswa atau kepala sekolah.
3. Penelitian tindakan dilakukan dalam situasi sosial, termasuk situasi
pendidikan.
4. Tujuan penelitian tindakan adalah memperbaiki: dasar pemikiran dan
kepantasan dari praktek-praktek, pemahaman terhadap praktek tersebut,
serta situasi atau lembaga tempat praktek tersebut dilaksanakan.
Dari keempat ide pokok di atas dapat kita simpulkan bahwa penelitian
tindakan merupakan penelitian dalam bidang sosial, yang menggunakan refleksi diri
sebagai metode utama, dilakukan oleh orang yang terlibat di dalamnya, serta bertujuan
untk melakukan perbaikan dalam berbagai aspek.

Pengertian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena
populeritasnya belum lama, dinakam metode postpositivistik karena berlandaskan
pada filsafat postpositivisme. Metode ini disebut juga sebagai metode artistik, karna
proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode
interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi
terhadap data yang ditemukan dilapangan.
Metode pnelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena
penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting); disebut juga
sebagai metode etnografi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan
untuk oenelitian bidang antropologi budaya; disebut sebagai metde kualitatif, karena
data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.
Filsafat postpositivisme sering juga disebbut sebagai paradigma interpretif
dan konstruktif, yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistik/utuh,
kompleks, dinamis, penuh makna, dan hubungan gejala bersifat interaktif
(reciprocal). Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. Obyek yang alamiah
adalah obyek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan
kehadirian peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. Dalam
penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti
itu sendiri.
Sugiyono (2013, hlm. 15) mengatakan bahwa:
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan
pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek
yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah
sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara
purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi
(gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian
kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Pengertian Kuantitatif

Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah
cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian.
Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan filsafat
positivisme. Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi
kaidah-kaidah ilmiah yaitu kongkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis.
Metode ini juga disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka
dan analisis menggunakan statistik.
Sugiyono (2013, hlm. 14) mengatakan bahwa:
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya
dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument
penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk
menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Model penelitian

Sugiyono (2013, hlm. 12) menyatakan bahwa “Metode penelitian
eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh
treatment (perlakuan) tertentu”. Misalnya pengaruh ruang ber AC terhadap efektivitas
pembelajaran.
Sugiyono (2013, hlm. 12) menyatakan bahwa “Metode survey digunakan
untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi
peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan
mnegedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya (perlskusn tidsk
seperti dalam eksperimen).
Sugiyono (2013, hlm. 12) menyatakan bahwa “Metode penelitian
naturalistic/kualitatif, digunakan untuk meneliti pada tempat yang alamiah, dan
penelitian tidak membuat perlakuan, karena peneliti dalam mengumpulkan data
bersifat emic, yaitu berdasarkan pandangan dari sumber data, bukan pandangan
peneliti.

Jenis-jenis metode penelitian

Jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan, tujuan, dan
tingkat kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti. Berdasarkan tujuan, metode
penelitian dapat diklasifikasikan menjadi penelitian dasar (basic research), penelitian
terapan (applied research) dan penelitian pengembangan (research and development)
Borg and Gall dalam Sugiyono (2013, hlm. 9) menyatakan bahwa,
“Penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). merupakan metode
penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk
yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran”.
Jujun S. Suriasumantri dalam Sugiyono (2013, hlm. 9) menyatakan bahwa
“Penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan
pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui, sedangkan penelitian
terapan adalah bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.
Hubungan antara penelitian dasar, penelitian pengembangan (R&D) dan penelitian
terapan”.

Pengertian Metode Penelitian

Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Sugiyono (2013, hlm. 3) menyatakan bahwa:
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmun,
yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian
itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh
penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat
diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan
mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya, proses yang
digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang
bersifat logis.

Data yang Digunakan Dalam Metode Penelitian

Dalam metode penelitian pasti tidak lepas yang namanya data, data yaitu, sekumpulan informasi yang perlu diolah lebih lanjut untuk mendapatkan kunci yang bisa dijadikan untuk pengambilan keputusan dalam suatu permasalahan. Data menjadi sangat penting, sebab diperoleh dengan pengukuran terhadap objek yang diberi nilai.

Data yang baik sebaiknya memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Data harus bersifat objektif, yaitu harus sesuai dengan keadaan di lapangan.
  2. Data bisa mewakili atau representatif.

Menurut jenis data yang digunakan dalam setiap metode penelitian biasanya dibedakan menjadi dua garis besar, yaitu:

 

  1. Data kualitatif

    Data jenis ini penyajiannya tidak menggunakan angka, sebagai contoh penelitian berkaitan dnegan sikap konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh perbankan syariah “Berkah” sangat negative, layanan yang diberikan oleh BMT sungguh memuaskan, produk perbankan syariah yang digemari msyarakat DIY adalah tabungan wadiah dan lain sebagainya.

  2. Data kuantitatif

    Data jenis ini biasanya disajikan dalam bentuk angka, grafik, dan umumnya menggunakan rumus statisika dalam perhitungannya. Misalkan, rata-rata jumlah pembiayaan yang dijalankan oleh Bank syariah sebesar 20%, penjualan buku “Pengantar Akutansi” dalam rata-rata bulan ini mencapai angka 25%, dan lain sebagainya.

Jenis Metode Penelitian

 

Metode riset sendiri ada beberapa jenis dan umumnya peneliti menggunakan metode riset tersebut dengan cara masing-maisng disesuaikan dengan masalah yang di ambil. Dengan demikian data dari lapangan juga mengikuti metode yang digunakan, sehingga tidak heran jika tidak semua orang menguasai banyak metode penelitian. Umumnya peneliti akan lebih memehami jenis metode yang memang dia kuasai, tetapi tidak bisa dipungkiri ada yang menguasai segala jenis metode tersebut.

 

  1. Penelitian historis

    Penelitian ini biasanya digunakan dengan melakukan penyelidikan, pemahaman, dan penjelasan terhadap suatu keadaan di masa lalu. Contoh permasalahan tentang: perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir.

  2. Penelitian korelasional

    Penelitian ini biasanya identik dengan membandingkan antara satu variable dengan variabel yang lainnya dalam penelitian tersebut. Contoh permasalahannya tentang: bagaimanakan hubungan antara relegiusitas dengan sikap terhadap bunga bank.

  3. Penelitian kausal kontributif

    Penelitian ini biasanya digunakan sebagai petunjuk arah antara hubungan variabel bebas dengan variabel terikat, juga seberapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Contoh permasalahannya tentang: pengaruh dari pendapatan, pendidikan, pandangan terhadap bunga bank, pemaham produk terhadap minat menabung di bank, dan lain sebagainya.

  4. Penelitian eksperimental

    Penelitian ini bias anya digunakan untuk menguji satu variabel terhadap dampak munculnya variabel yang lain. Contoh permasalahannya tentang: penerapan incentive compatible constraints terhadap masalah agency pada pembiayaan mudharabah.

  5. Metode deskriptif

    Metode riset ini mempunyai tujuan menjelaskan peristiwa tertentu yang sedang terjadi di masa sekarang dan pada masa lampau. Ada dua jenis metode riset dalam metode deskriptif ini, yaitu Longitudinal atau sepanjang aktu serta Cross Sectional atau dalam waktu tertentu. Contoh permasalahannya tentang: bagaimana tingkat kepuasaan nasabah terhadap pelayanan bank syariah?

Metode Penelitian Kualitatif

Berbeda halnya dengan metode penelitian kuantitatif, metode kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa ucapan, tulisan, maupun perilaku objek yang diamati. Menurut sumber yang sama, jenis metode penelitian kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data secara triangulasi atau gabungan.
Adapun beberapa karakteristik metode penelitian kualitatif meliputi:
  • Menerapkan pola pikir induksi (empiris-rasional), sehingga menghasilkan grounded theory, yakni teori yang timbul sesuai data, bukan dari hipotesis.
  • Mengutamakan perspektif partisipan.
  • Menggunakan rancangan penelitian yang berkembang selama penelitian berlangsung. Hal tersebut berbeda dengan metode kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian baku.
  • Pengumpulan data didasarkan pada prinsip fenomenologis, yakni dengan memahami suatu gejala atau fenomena yang dihadapi secara mendalam.
  • Peneliti berperan sebagai alat pengumpul data. Artinya, peneliti merupakan bagian yang terpisahkan dengan objek yang diteliti.

Metode Penelitian Kuantitatif

Merujuk pada buku Metode Penelitian yang ditulis Andra Tersiana, metode penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang menghasilkan sebuah penemuan dengan menggunakan prosedur statistik atau cara lain secara kuantitatif atau terukur.
Metode penelitian kuantitatif memiliki beberapa karakteristik, di antaranya:
  • Menerapkan pola pikir deduktif untuk memahami sebuah fenomena dengan menggunakan konsep yang bersifat khusus.
  • Menggunakan logika positivistik dan menghindari segala sesuatu yang bersifat subjektif.
  • Peneliti menempatkan diri sebagai bagian yang terpisah dengan objek yang diteliti.
  • Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran menggunakan alat yang baku dan objektif.
  • Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi, terlepas dari konteks waktu dan situasi.

Pengertian Metode Penelitian Dari Para Ahli

Supaya lebih mengerti tentang metode penelitian, maka yang bisa dilakukan adalah menelisik pengertian dari para ahli, yaitu:

  1. Menurut Prof. Dr. Sugiyono

    Metode penelitian adalah suatu cara atau proses ilmiah dengan tujuan memperoleh data dengan kegunaan dan tujuan tertentu.

  2. Menurut Muhiddin Sirat

    Metode riset merupakan cara yang digunakan untuk menentukan beberapa topik serta penentuan judul dalam suatu penelitian.

  3. Menurut Prof M.E. Winarno

    Metodologi penelitian merupakan kegiatan secara ilmiah dilakukan menggunakan teknik yang sistematik dan teliti.

  4. Menurut Hery Rahyubi

    Metode riset yaitu salah satu model yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar untuk tercapainya proses yang baik.

  5. Menurut Nasir

    Metode riset adalah cara yang utama dan umumnya digunakan oleh peniliti dengen tujuan mencapai pemecahan masalah serta menemukan jawaban atas masalah yang ada.

Jenis Metode Penelitian

Menurut Muhammad Ramdhan dalam buku Metode Penelitian, penelitian secara etimologi memiliki arti mencari fakta baru yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah teori. Tujuannya tak lain untuk memperdalam dan memperluas ilmu tertentu.
Inilah mengapa, penelitian harus dilakukan dengan tepat, sehingga hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan. Setidaknya terdapat tiga aspek yang harus dimuat dalam sebuah metode penelitian, di antaranya:
  • Rasional, yakni kegiatan penelitian harus dilakukan secara masuk akal.
  • Empiris, artinya langkah yang dilakukan bisa diamati sekaligus dirasakan oleh indra manusia. Dengan kata lain, orang lain pun dapat mengamati cara-cara yang dilakukan oleh peneliti.
  • Sistematis, yakni penelitian yang dilakukan menggunakan langkah yang sesuai dengan panduan penelitian.

Pengertian Metode Penelitian

Metode penelitian erat kaitannya dengan riset atau penelitian. Menyadur dari buku Metode Penelitian oleh Andra Tersiana, riset atau penelitian merupakan kegiatan mencari kembali guna mendapatkan sesuatu.
Sementara itu, menurut Kerlinger dalam Tersiana, penelitian ialah suatu penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris, dan kritis mengenai fenomena di sekitar. Proses meneliti tersebut dibimbing oleh teori dan hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga berada di antara fenomena yang diteliti.

Contoh Metode Penelitian

Berikut ini merupakan beberapa contoh metode penelitian berdasarkan cara pengumpulan datanya.

 

1. Observasi

Observasi adalah contoh metode penelitian pertama. Observasi juga sering digabungkan dengan metode lainnya dalam satu penelitian karena metode ini yang paling sering digunakan dalam berbagai topik penelitian. Dalam metode observasi pengamatan akan dilakukan dalam beberapa periode waktu tertentu untuk memperoleh data primer atau sekunder.

 

Data yang dihasilkan dari metode observasi bersifat sekunder. Data sekunder umumnya bersifat pelengkap atau biasanya dijadikan alat pengujian untuk data primer yang sudah didapatkan. Adapun contoh metode observasi yaitu:

 
  • Analisis Sikap Pembeli Minyak terhadap Harga Minyak yang Dijual di Minimarket xxx

  • Pengaruh Kualitas Layanan Cafe xxx terhadap Kepuasan Masyarakat di Kota xxx

  • Keputusan Manajemen Bisnis Apotek dalam Memilih Jenis Vitamin di Kota xxx

  • Competitive Positioning Majalah xxx di Era Digital

2. Wawancara

Contoh metode penelitian kedua yaitu wawancara. Jika seorang individu atau kelompok tertentu dijadikan subjek penelitian, biasanya akan dilakukan metode wawancara untuk mendapatkan data oleh peneliti.

 

Namun, pemilihan subjek penelitian tidak bisa asal dan harus dilakukan secara cermat. Jika pemilihan subjek penelitian tidak tepat, maka hasilnya akan meragukan.

 

Penelitian sosial kuantitatif merupakan salah satu contoh metode wawancara, jika hasil wawancara dijadikan data primer oleh peneliti. Adapun contoh penelitian yang menggunakan metode berikut yaitu:

  • Nilai Multikulturalisme dalam Film Cheng-Cheng Po

  • Identitas Pemuda Kristen Batak dalam Aktivitas Gereja HKBP

  • Interpretasi Simbol Budaya Masyarakat Lokal Desa xxx

  • Pemahaman Remaja Terhadap Pelecehan Seksual di Lingkungan Sekolah

3. Kuisioner

Kuesioner juga termasuk contoh metode penelitian. Adapun kuesioner dibuat peneliti dengan tujuan merumuskan pertanyaan yang merujuk pada instrumen penelitian. Selain itu, teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian adalah sumber dari pertanyaan yang dibuat.

 

Walaupun sering digunakan dalam penelitian kuantitatif, tetapi kuesioner juga tak jarang digunakan pada jenis penelitian lainnya, dimana biasanya hanya berupa data pendukung atau sekunder. Hal ini dikarenakan riset yang dilakukan menggunakan metode kuesioner dibuat tanpa dilandasi konsep dan teori (murni pemikiran peneliti saja).

 

Adapun contoh penelitian yang menggunakan metode kuisioner yaitu:

 
  • Survei Tentang Pendidikan Karakter Melalui Bimbingan Guru BK

  • Produktivitas Kerja Karyawan di Perusahaan xxx

  • Minat Mahasiswa Komunikasi terhadap Bidang Pekerjaan Jurnalistik

  • Keterampilan Guru dan Prestasi Akademik Siswa di SMA xxx

4. Studi Pustaka

Contoh metode penelitian lainnya yaitu studi pustaka. Metode ini pada umumnya merujuk pada penelitian yang bersumber dari literatur atau karya sastra seperti buku.

 

Biasanya peneliti mencari terlebih dahulu sejumlah buku yang relevan pada topik penelitian. Kemudian membacanya satu persatu untuk mendapatkan data yang diinginkan. Selain buku, peneliti juga mengandalkan hasil riset atau penelitian lain dengan memiliki topik pembahasan serupa.

 

Dikarenakan contoh metode penelitian studi pustaka menggunakan gaya literatur atau membaca, metode ini juga bisa disebut sebagai penelitian literatur. Contoh penelitian yang menggunakan metode studi pustaka yaitu:

  • Kompetensi Guru Matematika dalam Mengatasi Minat Belajar Siswa di SMK xxx

  • Teknik Pengelolaan Limbah pada Industri Tekstil

  • Penerapan Strategi Pembelajaran Daring dalam Mata Pelajaran Matematika

  • Meningkatkan Minat Belajar Siswa SMA terhadap Mata Pelajaran Kimia

Jenis Metode Penelitian Secara Umum

Berdasarkan cara menganalisis, mengolah, serta menarik kesimpulannya, metode penelitian dibagi menjadi 3 yaitu, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan campuran. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai macam-macam metode penelitian.

 

1. Kuantitatif

Dalam metode ini, sampel diteliti menggunakan instrumen berupa alat ukur. Dimana analisa datanya bersifat statistik atau kuantitatif, dan bertujuan untuk menguji atau membuktikan hipotesis yang sudah ditetapkan. Secara umum, metode kuantitatif dibagi menjadi 2, di antaranya.

 

a. Metode Survei

Metode survei adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan data tentang keyakinan, pendapat, hubungan variabel atau karakteristik perilaku melalui sampel yang diambil dari populasi tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan (wawancara maupun kuesioner).

 

b. Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah metode yang dipakai guna mengetahui pengaruh variabel independen (perlakuan atau treatment) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang terkendali.

 

Kondisi terkendali ini dimaksudkan supaya tidak ada variabel lain (selain variabel treatment) yang mempengaruhi variabel dependen. Agar dapat mengendalikan kondisi, digunakanlah kelompok kontrol. Penelitian menggunakan metode ini sering dilakukan di laboratorium.

 

2. Kualitatif

Metode ini biasa digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alami. Dimana analisa datanya bersifat induktif. Dan teknik pengumpulan datanya dilakukan secara triangulasi atau gabungan. Creswell dalam Sugiyono (2012) mengungkapkan bahwa metode kualitatif dibagi menjadi 5, yaitu:

 

a. Phenomenological Research

Salah satu jenis metode penelitian kualitatif adalah Phenomenological Research. Untuk mengetahui fenomena esensial partisipan, peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi partisipan.

 

b. Grounded Theory

Berikutnya adalah Grounded Theory. Peneliti dapat menarik generalisasi dari apa yang dianalisa atau diamati secara induktif, tentang proses, interaksi, atau tindakan berdasarkan pandangan partisipan yang diteliti.

 

c. Ethnography

Jenis lainnya yaitu Ethnography. Dimana peneliti melakukan studi terhadap budaya suatu golongan dalam kondisi yang alami, baik melalui wawancara dan observasi.

 

d. Case Studies

Case studies adalah jenis metode penelitian dimana peneliti melakukan eksplorasi mendalam terhadap kejadian, aktivitas, proses atau program baik secara individu maupun kelompok. Peneliti akan melakukan pengambilan data menggunakan berbagai prosedur dalam waktu yang berkesinambungan.

 

e. Narrative Research

Terakhir, yang termasuk jenis metode penelitian kualitatif adalah Narrative Research. Peneliti akan melakukan studi terhadap individu atau kelompok untuk mendapatkan data berupa sejarah perjalanan hidupnya. Data tersebut kemudian akan disusun menjadi laporan naratif kronologis oleh peneliti.

 

3. Kombinasi

Pengertian metode penelitian kombinasi adalah metode yang digunakan untuk meneliti kondisi objek, baik itu buatan (laboratorium) maupun alami. Dimana peneliti dapat menggunakan instrumen pengukuran serta teknik pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara maupun gabungan (triangulasi). Serta analisa datanya bersifat deduktif dan induktif.

Apa itu Metode Penelitian?

Pengertian metode penelitian adalah prosedur, tata cara atau langkah-langkah ilmiah yang digunakan untuk memperoleh data sebagai pemenuhan tujuan penelitian. Artinya kegiatan ini merupakan penyelidikan sistematis terhadap suatu fenomena.

 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian metode penelitian adalah prosedur atau cara sistematis yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan kebenaran dari suatu fenomena melalui pertimbangan logis dan disokong oleh data faktual sebagai bukti konkret (objektif, bukan asumsi pribadi).

Tujuan Penelitian Secara Praktis

 

Sedangkan secara praktis, tujuan penelitian ini ialah mencari serta menemukan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan langsung di dalam kehidupan. Penelitian jenis ini disebut juga dengan applied research.

Menurut para ahli, selain tujuan praktis diatas, masih ada beberapa tujuan penelitian praktis lainnya yaitu antara lain di bawah ini:

Tujuan Eksploratif

Tujuan eksploratif artinya ialah kegiatan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang belum ada sebelumnya.

Misalnya adalah penelitian yang pada akhirnya menemukan teori baru bahwa ekstrak mangga dapat menurunkan kadar kolesterol. Dimana sebelumnya belum pernah ada teori dari penelitian yang menyatakan hal tersebut.

Tujuan Verifikatif

Tujuan verifikatif merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menguji atau membuktikan kebenaran dari pengetahuan yang telah ada sebelumnya.

Misalnya penelitian yang membuktikan apakah benar mentimun dapat menurunkan tekanan darah manusia. Dimana sebelumnya telah ada teori dari penelitian yang menyatakan hal tersebut.

Tujuan Pengembangan

Yang terakhir adalah tujuan pengembangan, yang artinya adalah kegiatan penelitian yang dilakukan dengan tujuan mengembangkan atau menggali lebih dalam lagi dari pengetahuan atau penelitian yang sudah ada sebelumnya.

Misalnya tentang penelitian mentimun yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Teori tentang hal tersebut sudah ada. Namun disini peneliti mengembangkan lagi penelitian yang bertujuan untuk menilai seberapa besar atau efektifkah mentimun tersebut dapat menurunkan tekanan darah manusia pada berbagai kelompok umur.

Tujuan Penelitian Secara Teoritis

Secara teoritis, tujuan penelitian merupakan usaha yang dilakukan untuk mengetahui satu hal. Pengetahuan yang diperoleh dari jenis penelitian seperti ini tidak dapat dimanfaatkan secara langsung atau secara praktis. Sehingga nama lain dari penelitian seperti ini disebut sebagai basic research.

 

Tujuan Penelitian Secara Umum

Tujuan penelitian secara umum adalah di bawah ini:

  1. Untuk memperoleh pengetahuan atau penemuan baru.
  2. Untuk membuktikan atau menguji kebenaran dari pengetahuan yang sudah ada.
  3. Untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.

Jenis Metode Penelitian Secara Umum

Jika anda sudah masuk ke dalam tahap metode penelitian, maka anda akan dihadapkan pada 2 hal yang sangat penting. Yaitu apakah anda akan melakukan metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif atau metode penelitian campuran (combined atau mixed).

Pengertian Metode Penelitian Menurut Para Ahli

Pengertian metode penelitian menurut para ahli yang pertama yaitu menurut Nasir. Nasir menjelaskan bahwa metode dari penelitian ialah cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan & menentukan jawaban atas masalah yang diajukan.

Pengertian menurut para ahli yang kedua yaitu menurut Winarno. Winarno menjelaskan bahwa metode dari penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan teknik yg teliti & sistematik.

Pengertian menurut para ahli yang ketiga yaitu menurut Muhiddin Sirat. Muhiddin Sirat menjelaskan bahwa metode penelitian merupakan suatu langkah memilih masalah & penentuan judul penelitian.

Pengertian metode dari penelitian menurut para ahli yang keempat yaitu menurut Sugiyono. Sugiyono menjelaskan bahwa metode sebuah penelitian adalah langkah ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan & kegunaan tertentu.

 Alasan memilih metode kualitatif

Sale, et al. (2002) menyatakan bahwa penggunaan metode dipengaruhi oleh dan mewakili paradigma yang merefleksikan sudut pandang atas realitas. Lebih lanjut, Kasinath (2013) mengemukakan ada tiga alasan untuk menggunakan metode kualitatif, yaitu (a) pandangan peneliti terhadap fenomena di dunia (a researcher’s view of the world), (b) jenis pertanyaan penelitian (nature of the research question), dan (c) alasan praktis berhubungan dengan sifat metode kualitatif (practical reasons associated with the nature of qualitative methods).

Sementara itu, menurut McCusker, K., & Gunaydin, S. (2015), pemilihan penggunaan metode kualitatif dalam hal tujuan penelitiannya adalah untuk memahami bagaimana suatu komunitas atau individu-individu dalam menerima isu tertentu. Dalam hal ini, sangat penting bagi peneliti yang menggunakan metode kualitatif untuk memastikan kualitas dari proses penelitian, sebab peneliti tersebut akan menginterpretasi data yang telah dikumpulkannya.

Metode kualitatif membantu ketersediaan diskripsi yang kaya atas fenomena. Kualitatif mendorong pemahaman atas substansi dari suatu peristiwa. Dengan demikian, penelitian kualitatif tidak hanya untuk memenuhi keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran/penjelasan, tetapi juga membantu untuk mendapatkan penjelasan yang lebih dalam (Sofaer, 1999). Dengan demikian, dalam penelitian kualitatif, peneliti perlu membekali dirinya dengan pengetahuan yang memadai terkait permasalahan yang akan ditelitinya.

Creswell (2007, p. 45-47) menyebutkan beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang baik, antara lain:

  1. peneliti menggunakan prosedur mendapatkan data yang tepat.
  2. Peneliti membatasi penelitian di dalam asumsi dan karakteristik dari pendekatan kualitatif.
  3. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitiannya.
  4. Peneliti memulai penelitian dengan satu fokus.
  5. Penelitian berisi metode yang rinci, pendekatan yang tepat dalam pengumpulan data, analisis data, dan penulisan laporan.
  6. Peneliti menganalisis data menggunakan pemisahan analisis dalam beberapa level.
  7. Peneliti menulis secara persuasif, sehingga pembaca dapat merasakan pengalaman yang sama.
  8. Proses penelitian dengan pendekatan kualitatif

Penelitian kualitatif dimulai dengan ide yang dinyatakan dengan pertanyaan penelitian (research questions). Pertanyaan penelitian tersebut yang nantinya akan menentukan metode pengumpulan data dan bagaimana menganalisisnya. Metode kualitatif bersifat dinamis, artinya selalu terbuka untuk adanya perubahan, penambahan, dan penggantian selama proses analisisnya (Srivastava, A. & Thomson, S.B., 2009).

Dalam hal pengumpulan data, Gill et. al. (2008) mengemukakan terdapat beberapa macam metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yaitu observasi, analisis visual, studi pustaka, dan interview (individual atau grup). Namun demikian, yang paling popular adalah menggunakan metode interview dan focus group discussion (FGD). Selanjutnya data yang berhasil dikumpulkan, dianalisis untuk dapat memahami dan mendapatkan kesimpulan dalam penelitian tersebut.

Untuk analisis data sendiri, terdapat empat permasalahan yang ditemui dalam menganalisis data (Li & Seal, 2007), yaitu:

  1. not knowing where to begin analyzing a large amount of material or how to relate research questions to data.
  2. ambiguous definition of coding categories
  3. reporting or recording of data, often involving the omission of line numbers in transcripts or the names of speakers.
  4. inaccurate or overinterpretation of data.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi permasalahan dalam analisis data, Li & Seal (2007) memberikan lima strategi dalam analisis data, yaitu:

  1. connecting, was characterized by the need to establish a rigorous and valid connection between statements made by the researcher and the actual data.
  2. Separating, was characterized by the need to separate participants’ categories (emic analysis) from researchers categories (etic analysis) and from the views of other authors.
  3. Contrasting, was characterized by advice on adopting a systematic approach to identify regular features or differences across settings.
  4. Quantifying, was characterized by advice about counting or establishing the size of selection of data needed to sustain arguments.
  5. Deleting, was charactized by advice to get rid of irrelevant materials.

Jenis-Jenis Metode Penelitian

Secar umum ada tiga metode penelitian yang umum digunakan terutama dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Ketiga metode penelitian itu terdiri dari, metode penelitian kuantitatif, metode penelitian kualitatif, dan metode penelitian kombinasi (mixed methods).

1. Metode Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivisme, dipakai untuk meneliti pada populasi ataupun sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan alat ukur (instrumen) penelitian, analisa data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji dan membuktikan hipotesis yang telah dibuat/ditetapkan.

Secara umum metode kuantitatif terdiri atas metode survey dan metode eksperimen.

  • Metode Survei

Metode penelitian survei adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data yang terjadi pada masa lampau atau saat ini, tentang keyakinan, pendapat, karakteristik perilaku, hubungan variabel dan untuk menguji beberapa hipotesis tentang variabel sosiologis dan psikologis dari sampel yang diambil dari populasi tertentu. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (wawancara atau kuisioner) dan hasil penelitian cenderung untuk digeneralisasikan.

  • Metode Eksperimen

Metode eksperimen merupakan metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (treatment/perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang terkendalikan. Kondisi dikendalikan agar tidak ada variabel lain (selain variabel treatment) yang mempengaruhi variabel dependen. Agar kondisi dapat dikendalikan, maka dalam penelitian eksperimen menggunakan kelompok kontrol. Penelitian eksperimen sering dilakukan di laboratorium.

2. Metode Penelitian Kualitatif

Landasan Metode penelitian adalah filsafat postpositivisme. Digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (lawan eksperimen), dimana peneliti sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). Analisis data bersifat induktif/kualitatif. Hasil penelitian kualitatif menekankan makna dari pada generalisasi.

Menurut Creswell dalam Sugiyono (2012), metode penelitian kualitatif dibagi menjadi lima macam yaitu phenomenological research, grounded theory, ethnography, case study dan narrative research.

4. Metode Penelitian Deskriptif

Pengertian Metode penelitian deskriptif adalah prosedur penelitian atau pemecahan masalah yang diselidiki dengan gambaran subjek atau objek yang digunakan berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya.

5. Metode Penelitian Pengembangan

Pengertian Metode Penelitian pengembangan (Litbang) atau sering juga disebut dengan istilah Research & Development (R&D), merupakan jenis penelitian yang umumnya banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Secara umum pengertian penelitian pengembangan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk memperoleh data sehingga dapat dipergunakan untuk menghasilkan, mengembangkan dan memvalidasi produk.

Penelitian pengembangan difungsikan sebagai dasar untuk bangunan/konstruksi model dan teori. Kata penelitian merujuk pada proses pemecahan masalah dan menemukan fakta secara terorganisir sedangkan pengembangan merujuk kepada usaha peningkatan kemampuan teoritis, konseptual dan moral sesuai kebutuhan melalui latihan dan pendidikan.

Pengertian Metode Penelitian Menurut para Ahli

Menurut Sugiyono Pengertian metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dapat dideskripsikan, dibuktikan, dikembangkan dan ditemukan pengetahuan, teori, untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam kehidupan manusia (Sugiyono: 2012).

Metode penelitian menurut Prof. M.E Winarno adalah sebuah kegiatan ilmiah yang dilakukan menggunakan teknik yang cermat dan sistematis.

Metode Penelitian menurut Muhammad Nasir, metode penelitian merupakan hal yang penting bagi seorang peneliti untuk mencapai sebuah tujuan, serta dapat menemukan jawaban dari masalah yang di ajukan.

Contoh Metode Penelitian

Judul: Dampak Bencana Banjir terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Waru, Sidoarjo

Oleh: Reni Kumalawati, Bambang Tedjo, Yunida Rosalina, Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Surabaya

Publikasi : Jurnal Pendidikan Geografi

Metode Penelitian:

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2010).

Metode Penelitian Kuantitatif

 

Hasil metodologi penelitian kuantitatif berupa hipotesis. Instrumen, statistik, dan hipotesis pada umumnya ditemukan pada:

1. Survei

Metode survei digunakan untuk mendapatkan data tentang karakteristik sesuatu. Metode ini juga digunakan untuk menguji beberapa hipotesis atas sampel yang diambil dari suatu populasi. Teknik pengumpulan data adalah dengan kuisioner atau wawancara. Hasil dari metodologi penelitian ini berupa generalisasi.

2. Eksperimen

Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (perlakuan/treatment) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang dikendalikan. Agar kondisi dapat dikendalikan, dalam penelitian eksperimen dibutuhkan kelompok kontrol. Metodologi penelitian ini sering dilakukan di laboratorium.