Kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam
manajemen organisasi. Kepemimpinan dibutuhkan manusia karena adanya
keterbatasan- keterbatasan tertentu pada diri manusia. Dari sinilah timbul
kebutuhan untuk memimpin dan dipimpin. Kepemimpinan didefinisikan
ke dalam ciri-ciri individual, kebiasan, cara mempengaruhi orang lain,
interaksi, kedudukan dalam oragnisasi dan persepsi mengenai pengaruh
yang sah. Menurut Hallinger (2005) mendefinisikan kepemimpinan
instruksional dalam arti luas dengan menyatakan bahwa kepemimpinan
instruksional melibatkan tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk
mengembangkan produktifitas dan memuaskan lingkungan kerja untuk
atasan dan kondisi kerja yang diinginkan dan memperoleh hasil maksimal
untuk bawahan. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi
orang lain untuk mencapai tujuan dengan antusias (Thoha, 2006). Menurut
Rivai (2009), kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi
contoh kepada pengikut-pengikutnya lewat proses komunikasi dalam
upaya mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan adalah proses
mengarahkan, membimbing dan mempengaruhi pikiran, perasaan,
tindakan dan tingkah laku orang lain untuk digerakkan ke arah tujuan
tertentu. Kepemimpinan memainkan peranan yang amat penting, bahkan
dapat dikatakan amat menentukan dalam usaha pencapaian tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya.
Kepemimpinan adalah kemampuan mendorong sejumlah orang
agar bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terarah
pada tujuan bersama menurut (Hasibuan, 2001). Menurut Rivai, 2004,
kepemimpinan adalah sebuah proses dimana seorang pemimpin dapat
secara langsung membimbing dan mempengaruhi perilaku dan pekerjaan
lainnya untuk menuju pencapaian dalam situasi tertentu. Selain itu
kepemimpinan juga merupakan kemampuan seorang manajer atau
pemimpin untuk memberikan dorongan kepada bawahan agar bekerja
dengan penuh keyakinan dan semangat. Dalam sebuah organisasi,
pemimpin sangatlah dibutuhkan untuk mengembangkan visi dan
memotivasi para karyawan organisasi agar mencapai visi atau tujuan dan
meningkatkan kinerja.
Menurut Hallinger (2005) menyatakan bahwa kepemimpinan
adalah kemampuan untuk membujuk orang lain untuk mencari tujuan yang
telah ditetapkan. Hal tersebut merupakan faktor manusia dimana saling
mengikat satu sama lain untuk membentuk sebuah kelompok dan untuk
meningkatkan kinerja serta mengarahkan pada tujuan yang sama. Seorang
pemimpin harus menerapkan gaya kepemimpinan untuk mengelola
bawahannya, karena seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi
keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Berikut ini adalah
definisi-definisi yang memberi gambaran tentang kepemimpinan, yaitu
(Rivai, 2004) :
1. Kepemimpinan adalah setiap perbuatan yang dilakukan oleh individu
atau kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada
individu atau kelompok yang tergabung di dalam wadah tertentu untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Aktivitas pemimpin antara lain terjelma dalam bentuk memberi
perintah, membimbing dan mempengaruhi kelompok kerja atau orang
lain dalam rangka mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien
3. Aktivitas pemimpin dapat dilukiskan sebagai seni (art) dan bukan ilmu
(science) untuk mengkoordinasi dan memberikan arah kepada anggota
kelompok dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu.
4. Memimpin adalah mengambil inisiatif dalam rangka situasi sosial
(bukan perseorangan) untuk membuat prakarsa baru, menentukan
prosedur, merancang perbuatan dan segenap kreatifitas lain dan karena
itu pulalah tujuan organisasi akan tercapai.
5. Pimpinan selalu berada dalam situasi sosial sebab kepemimpinan pada
hakikatnya adalah hubungan antara individu dengan individu atau
kelompok dengan individu atau kelompok lain. Individu atau kelompok
tertentu disebut pimpinan dan individu atau kelompok lain disebut
bawahan.
6. Pimpinan tidak memisahkan diri dari kelompoknya. Pimpinan bekerja
dengan orang lain, bekerja melalui orang lain atau keduanya.
Untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam organisasi maka
diperlukan peran yang sangat penting dari seorang atasan atau pemimpin.
Seorang pemimpin memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah
organisasi sebab seorang pemimpin berperan sebagai pembuat keputusan
demi kemajuan dari organisasi yang dipimpin.
Kepemimpinan memiliki banyak gaya dan tipe. Gaya
kepemimpinan adalah cara pemimpin menggunakan pengaruhnya terhadap
bawahan. Gaya kempimpinan yang telah dikenal adalah demokratis,
berorientasi orang, telling, dan otoritas. Sedangkan tipe kepemimpinan
menunjukkan pada fokus yang ingin dipengaruhi. Kepemimpinan di
sebuah perguruan tinggi dipegang oleh Rektor. Berkaitan dengan
kepemimpinan pada tahun 1980-an muncul istilah kepemimpinan dalam
bidang pendidikan yakni kepemimpinan intstruksional.
Kepemimpinan instruksional merupakan kepemimpinan yang
fokus kepada penentuan visi, misi dan tujuan, mengelola, mengatur,
mengkoordinasikan kurikulum, meningkatkan pembelajaran bermutu,
serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pembelajaran, serta
mengkondisikan iklim pembelajaran agar menjadi kondusif sehingga dapat
memperkuat budaya (Suharsaputra, 2016). Kepemimpinan instruksional
menekankan pada pembelajaran sebagai aktivitas yang utama di
organisasi. Pandangan ini mengacu pada pernyataan Pierce (2006).
“Instructional leadership focuses on teaching and learning and on
behavior of teachers in working with students. Leaders influence is
targeted at students learning via teacers. The emphasis is on the direction
and impact of influence process itself.
Menurut Thoha (2006), kepemimpinan instruktif adalah
kepemimpinan yang mencirikan pimpinan yang selalu bersedia
menjelaskan, sebagai teman mudah didekati dan menunjukkan diri
sebagai orang sejati bagi bahawannya. Dari pengamatan penulis
berdasarkan pengakuan beberapa karyawan, pimpinan jarang memberikan
arahan kepada karyawan serta tidak memberikan batasan peranan
karyawan untuk bagaimana karyawan melakukan tentang apa, bagaimana,
bilamana serta hal apa saja yang harus dilakukan karyawan agar sesuai
dengan target. Jika pimpinan memberikan instruksi, pimpinan cenderung
bersifat otoriter dan tidak memberikan solusi cara terbaik agar melakukan
keputusan bagaimana cara terbaik untuk bersama-sama menyelesaikan
masalah dalam suatu pekerjaan. Menurut Hallinger (2005), menyatakan
bahwa kepemimpinan instruksional adalah kepemimpinan yang
memfokuskan dan menekankan pada proses pekerjaan yang meliputi
aturan, proses pekerjaan, asesmen atasan, penilaian serta pengembangan
karyawan, layanan prima dalam pekerjaan, dan pembangunan komunitas
karyawan.
