Menurut Rivai dan Sagala (2009:26) aspek-aspek yang terdapat dalam
pengembangan karier individu adalah:
a. Prestasi kerja (job performance). Merupakan komponen yang paling
penting untuk pengembangan karier yang paling penting untuk
meningkatkan dan mengembangkan karier seorang karyawan. Kemajuan
karier sebagian besar tergantung atas prestasi kerja yang baik dan etis.
Dengan mengetahui hasil atas kinerjanya maka karyawan dapat mengukur
kesempatannya terhadap pengembangan karier. Asumsi terhadap kinerja
yang baik akan melandasi seluruh aktivitas pengembangan karier. Ketika
kinerja di bawah standar maka dengan mengabaikan upaya-upaya ke arah
pengembangan karier pun biasanya tujuan karier yang paling sederhana
pun tidak dapat dicapai. Kemajuan karier umumnya terletak pada kinerja
dan prestasi
b. Pengenalan oleh pihak lain (exposure). Tanpa pengenalan oleh pihak lain
maka karyawan yang baik tidak akan mendapatkan peluang yang
diperlukan guna mencapai tujuan mereka. Manajer atau atasan
memperoleh pengenalan ini terutama melalui kinerja, dan prestasi
karyawan, laporan tertulis, presentasi lisan, pekerjaan komite dan jam-jam
yang dihabiskan.
c. Jaringan kerja (net working). Jaringan kerja berarti perolehan eksposure di
luar perusahaan. Mencakup kontak pribadi dan professional. Jaringan
tersebut akan sangat bermanfaat bagi karyawan terutama dalam
pengembangan kariernya.
d. Pengunduran diri (resignation). Kesempatan berkarier yang banyak dalam
sebuah perusahaan memberikan kesempatan untuk pengembangan karier
karyawan, hal ini akan mengurangi tingkat pengunduran diri untuk
mengembangkan diri di perusahaan lain (leveraging).
e. Kesetiaan terhadap organisasi (organization loyalty). Level loyalitas yang
rendah merupakan hal yang umum terjadi di kalangan lulusan perguruan
tinggi terkini yang disebabkan ekspektasi terlalu tinggi pada perusahaan
tempatnya bekerja pertama kali sehingga seringkali menimbulkan
kekecewaan. Hal yang sama juga terjadi pada kelompok profesional
dimana loyalitas pertamannya diperuntukkan bagi profesi. Untuk
mengatasi hal ini sekaligus mengurangi tingkat keluarnya karyawan
(turn over) biasanya perusahaan “membeli” loyalitas karyawan dengan
gaji, tunjangan yang tinggi, melakukan praktek-praktek SDM yang efektif
seperti perencanaan dan pengembangan karier. Sementara perusahaan
lainnya membatasi mobilitas dengan mengikat kontrak nonkompetitif
untuk menghambat karyawan bekerja di perusahaan pesaing, biasanya
kontrak ini berlaku untuk jangka waktu setahun.
f. Pembimbing dan sponsor (mentors and sponsors). Adanya pembimbing
dan sponsor akan membantu karyawan dalam mengembangkan kariernya.
Pembimbing akan memberikan nasehat-nasehat atau saran-saran kepada
karyawan dalam upaya pengembangan kariernya, pembimbing berasal dari
internal perusahaan. Mentor adalah seseorang di dalam perusahaan yang
menciptakan kesempatan untuk pengembangan kariernya.
g. Bawahan yang mempunyai peran kunci (key subordinate). Atasan yang
berhasil memiliki bawahan yang membantu kinerja mereka. Bawahan
dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus sehingga atasan
dapat belajar darinya, serta membantu atasan melakukan tugas-tugasnya.
Bawahan kunci mengumpulkan, menafsirkan informasi, melengkapi
keterampilan atasan mereka dan bekerja secara kooperatif untuk
mengembangkan karier atasan mereka. Hal ini juga menguntungkan bagi
mereka dan membuat mereka mendaki tangga karier ketika atasan mereka
dipromosikan, serta menerima tugas-tugas penting dalam upaya
mengembangkan karier.
h. Peluang untuk tumbuh (growth opportunities) misalnya melalui pelatihanpelatihan, kursus, dan melanjutkan pendidikannya. Hal ini akan
memberikan karyawan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai
dengan rencana kariernya.
i. Pengalaman internasional (international experience). Untuk orang-orang
yang mendekati posisi operasional atau staf senior, maka pengalaman
internasional menjadi peluang pertumbuhan yang sangat penting.
Khususnya bagi perusahaan-perusahaan domestik dimana penjualan tinggi
berasal dari operasi internasional, juga bagi perusahaan-perusahaan global.
