Faktor Penentu Retensi Karyawan

Baik para pemberi kerja maupun para karyawan telah mengetahui
bahwa beberapa bidang umum memengaruhi retensi karyawan.
Berikut adalah uraian bagaimana setiap kelompok komponen
mempengaruhi upaya tersebut menurut Mathis dan Jackson (2009).
1) Komponen organisasi
Beberapa komponen organisasi mempengaruhi karyawan dalam
memutuskan apakah bertahan atau meninggalkan pekerjaan
mereka. Organisasi yang memiliki budaya dan nilai yang positif
dan berbeda mengalami perputaran karyawan yang lebih rendah.
Budaya organisasi adalah pola nilai dan keyakinan bersama yang
memberikan arti dan peraturan perilaku bagi anggota
organisasional. Nilai organisasional utama yang mempengaruhi
keinginan karyawan untuk bertahan adalah kepercayaan.
Komponen organisasi lain yang mempengaruhi retensi karyawan
berhubungan dengan strategi, peluang dan manajemen organisasi.
Semua pengurangan karyawan, pemberhentian sementara, merger
dan akuisisi, serta penyusunan ulang organisasional telah
mempengaruhi loyalitas dan retensi karyawan.
2) Peluang karier organisasi
Survei yang dilakukan AON Consulting (sebuah lembaga
independen yang mengkaji loyalitas di tempat kerja) terhadap
karyawan di semua jenis pekerjaan tetap menunjukkan bahwa
usaha pengembangan karir organisasional dapat mempengaruhi
tingkat retensi karyawan secara signifikan. Peluang untuk
perkembangan pribadi memunculkan alasan mengapa individu
mengambil pekerjaannya saat ini dan mengapa mereka bertahan.
Usaha pengembangan karir organisasional dirancang untuk
memenuhi harapan para karyawan bahwa para pemberi kerja
mereka berkomitmen untuk mempertahankan pengetahuan,
keterampilan, dan kemampuannya saat ini. Perencanaan karir
organisasi juga meningkatkan retensi karyawan dengan
mengupayakan perencanaan karir formal.
3) Penghargaan dan retensi karyawan
Banyak manajer yakin bahwa uang merupakan faktor retensi
karyawan yang utama. Sekitar 89% responden dalam sebuah
survei dan sebagian besar karyawan menyebutkan gaji yang lebih
baik atau kompensasi yang lebih tinggi sebagai alasan untuk
berpindah kerja. Akan tetapi kenyataannya sedikit lebih rumit.
Persoalan lain yang mempengaruhi retensi karyawan adalah
program tunjangan kompetitif dan bonus spesial, kinerja, dan
kompensasi serta pengakuan.
4) Rancangan tugas dan pekerjaan
Faktor mendasar yang mempengaruhi retensi karyawan adalah
sifat dari tugas dan pekerjaan yang dilakukan. Selanjutnya
fleksibilitas kerja juga membantu retensi karyawan.
5) Hubungan karyawan
Kumpulan faktor terakhir yang diketahui mempengaruhi retensi
karyawan didasarkan pada hubungan yang dimiliki para karyawan
dalam organisasi. Hubungan karyawan, termasuk perlakuan
adil/tidak diskriminatif dan pelaksanaan kebijakan SDM, juga
dapat meningkatkan retensi karyawan. Asas-asas umum
manajemen (general principles of management) menurut Henry
Fayol dalam kutipan Hasibuan menyebutkan asas kestabilan masa
jabatan (stability of turn-over personnel) yang maksudnya,
pimpinan perusahaan harus berusaha agar mutasi dan keluar
masuknya karyawan tidak terlalu sering