Jenis lingkungan kerja secara universal dipisahkan
antara fisik, dan non fisik Sedarmayanti (2012:21).
1. Lingkungan kerja Berwujud atau Fisik
Lingkungan kerja berwujud atau fisik adalah seluruh
kondisi berwujud fisik yang tampak di sekeliling
lokasi kerja dan bisa membuat karyawan terpengaruh
langsung ataupun secara tidak langsung. Lingkungan
kerja berwujud atau fisik bisa dibagi dalam 2 kategori,
yakni:
a. Lingkungan langsung mempunyai interaksi pada
karyawan. Seperti: sentral kerja, peralatan kerja,
dll.
b. Lingkungan umum bisa juga dikatakan lingkungan
yang mampu membuat pengaruh terhadap sekitar
karyawan, misalnya: kelembaban, temperatur,
perputaran udara, penerangan, kebingaran, getaran
mekanis, bau tidak enak, warna, dan lainnya. Untuk
bisa mempersempit pengaruh lingkungan fisik
kepada. Maka langkah yang pertama yaitu harus
mempelajari karyawan, baik tentang fisik dan
tingkahnya maupun mengenai non fisiknya,
seterusnya dibuat untuk pondasi memedulikan
lingkungan fisik tepat.
2. Lingkungan Kerja Tak Berwujud atau Non Fisik.
Lingkungan kerja tak berwujud non fisik yaitu semua
situasi yang dilalui bersinggungan dengan interaksi
kerja, baik interaksi kepada pimpinan atau interaksi
sesama teman kerja, serta interaksi dengan bawahan”.
Lingkungan non fisik ini juga dikatakan golongan
lingkungan kerja mustahil di biarkan.
According to Siagian (2014: 57) states that in
general, there are two types of work environment, namely:
1. Physical Work Environment
The physical work environment is all physical
conditions that exist around the workplace and can
affect employees. There are several physical conditions
from a good workplace, namely:
a. Workplace buildings in addition to being interesting
to look at are also built with work safety
considerations.
b. Availability of adequate work equipment.
c. The availability of a resting place to unwind, such as
cafeterias both within the company or surrounding
areas that are easily achieved by employees.
d. The availability of religious places of worship such
as mosques and prayer rooms for employees.
e. Availability of transportation facilities, both those
for employees and public transportation that are
convenient, cheap and easy to obtain.
2. Non-Physical Work Environment
Non-physical work environment is a pleasant work
environment in the sense of creating a harmonious
working relationship between employees and superiors,
because in essence humans in working not only earn
money, but work is a form of activity that aims to get
satisfaction.
Menurut Siagian (2014:57) menyatakan bahwa
secara garis besar, lingkungan kerja terdapat dua jenis
yaitu :
1. Lingkungan Kerja Fisik
Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan
berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja dan
dapat mempengaruhi karyawan. Ada beberapa kondisi
fisik dari tempat kerja yang baik yaitu :
a. Bangunan tempat kerja disamping menarik untuk
dipandang juga dibangun dengan pertimbangan
keselamatan kerja.
b. Tersedianya peralatan kerja yang memadai.
c. Tersedianya tempat istirahat untuk melepas lelah,
seperti kafetaria baik dalam lingkungan perusahaan
atau sekitarnya yang mudah dicapai karyawan.
d. Tersedianya tempat ibadah keagamaan seperti
masjid dan musholla untuk karyawan.
e. Tersedianya sarana angkutan, baik yang
diperuntukkan karyawan maupun angkutan umum
yang nyaman, murah dan mudah di peroleh.
2. Lingkungan Kerja Non Fisik
Lingkungan kerja non fisik adalah lingkungan kerja
yang menyenangkan dalam arti terciptanya hubungan
kerja yang harmonis antara karyawan dan atasan,
karena pada hakekatnya manusia dalam bekerja tidak
hanya mencari uang saja, akan tetapi bekerja
merupakan bentuk aktivitas yang bertujuan untuk
mendapatkan kepuasan.
