Peran MSDM

Terdapat 9 (sembilan) peran MSDM dalam
mengelola dan menetapkan program ketenagakerjaan
menurut pendapat Arifin dan Fauzi (2007:8):
1. Menentukan jumlah, kualitas dan mendudukan
karyawan yang sesuai dengan keperluan perusahaan.
2. Merekrut, menyeleksi, dan memposisikan karyawan
serasi dengan kapabilitas karyawan yang perusahaan
perlukan.
3. Membuat target program mensejahterakan karyawan,
mengembangkan karyawan, mempromosikan dan
PHK.
4. Membuat gambaran karyawan yang diperlukan
perusahaan di hari selanjutnya.
5. Memprediksi perkembangan perusahaan pada
khususnya dan keadaan ekonomi pada umumnya.
6. Selalu mengawasi perkembangan undang-undang
ketenagakerjaan dari periode ke periode khususnya
yang berhubungn dengan masalah gaji/upah atau
kompensasi terhadap karyawan.
7. Memberikan peluang karyawan dalam hal pendidikan,
pelatihan, dan pengukuran prestasi kerja karyawan.
8. Mengelola pemindahan karyawan.
9. Mengelola pensiun, PHK, dan menghitung banyaknya
pesangon yang menjadi hak setiap karyawan.
Three roles of HR according to Mathis and
Jackson (2013: 18) in a book in Dr. H. Suwatno, M.Sc.
and Donni Juni Priansa, S.Pd. S.E. M.M., The three roles
are described as follows:
Tiga peran SDM menurut Mathis and Jackson
(2013:18) dalam buku Dr. H. Suwatno, M.Si. dan Donni
Juni Priansa, S.Pd. S.E. M.M., Tiga peran tersebut
diuraikan sebagai berikut:
1. The Role of Human Resource Management
Administration
The role of administrative human resources is much
emphasized on processing and storing records. Save
archives labor and related databases, processing
claims profit, answering questions about payment of
money school, company policy on leave and collecting
and submit documents required by the government
local. All of these activities must be carried out
efficiently and on time. However, all of these activities
are in some ways the organization has given
confirmation that resources humans only collect paper
and tell what manager and other workforce should not
do. If only the administrative role is like this, then the
staff human resources are only seen as clerical and
low-level administrative contributors to the company.
Insome administrative function organizations are
carried out by parties third out of company
(outsourcing) rather than done own. Even technology
has been widely used for automate administrative
work.
Peran Administrasi Manajemen Sumber Daya Manusia
Peran administrasi sumber daya manusia banyak
ditekankan pada memproses dan menyimpan catatan.
Menyimpan arsip tenaga kerja dan database yang
terkait, memproses klaim keuntungan, menjawab
pertanyaan mengenai pembayaran uang sekolah,
kebijakan perusahaan tentang cuti , mengumpulkan
dan menyerahkan dokumen yang diperlukan oleh
pemerintah setempat. Semua aktivitas ini harus
dilakukan dengan efesien dan tepat waktu. Akan
tetapi, semua aktivitas ini pada bebarapa organisasi
telah memberikan penegasan bahwa sumber daya
manusia hanyalah mengumpulkan kertas, memberi
tahu manager dan tenaga kerja lainnya apa yang tidak
boleh dilakukan. Jika hanya peran administrasi seperti
ini, maka staf sumber daya manusia hanya dilihat
sebagai klerikal dan kontributor administrasi tingkat
rendah pada perusahaan. Di beberapa organisasi fungsi
administratif dilakukan oleh pihak ketiga di luar
perusahaan (outsourcing) daripada dilakukan sendiri.
Bahkan teknologi telah banyak digunakan untuk
mengotomatisasi pekerjaan yang sifatnya
administratif.
2. Role of HRM Operations
Operational activities are tactical. Obedience against
opportunity loyalty. Work and other laws must always
be done, job applications must be processed, vacant
positions must be filled through the interview process,
supervisors must be trained, safety issues must
besolved, wages and salaries must be arranged. In
short, a lot activities that must be done by Human
Resources in coordination with managers and
supervisors at all parts of the company. Emphasis on
operations is still found in several organizations,
partly due to limited ability of individual HR staff and
some because of typical rejection, the operational role
requires HR practitioners to identify and implementing
operational and policy programs at organization. They
are the people who implement it HR policies that are
part of the strategic plan company made by top
management, rather than participating seen actively
building the strategic plan.
Peran Operasional MSDM
Aktivitas operasional sifatnya adalah taktis. Kepatuhan
terhadap kesetiaan kesempatan. Bekerja dan hokum
lainnya harus selalu dilakukan, lamaran pekerjaan
harus diproses, posisi yang lowong harus diisi melalui
proses wawancara, supervisor harus dilatih, masalah
keselamatan harus dipecahkan, upah dan gaji harus
disusun. Singkatnya, banyak aktivitas yang harus
dikerjakan oleh Sumber Daya Manusia dengan
berkoordinasi dengan para manajer dan supervisor di
semua bagian perusahaan. Penekanan pada operasional
masih terdapat di beberapa organsasi, sebagian
disebabkan oleh keterbatasan kemampuan individu
staf SDM dan sebagian karena penolakan tipikal, peran
operasional mengharuskan praktisi SDM untuk
mengidentifikasi dan mengimplementasikan program
operasional dan kebijakan di organisasi. Mereka
adalah orang yang mengimplementasikan kebijakan
SDM yang merupakan bagian dari rencana strategis
perusahaan yang dibuat oleh manajemen puncak,
daripada ikut terlihat secara aktif membangun rencana
strategis tersebut.
3. Strategic Role of HR
The role of HR organizations has grown and is more
strategic due to the use of people in an organization
can providing competitive advantages, both domestic
and international. The strategic role of HR emphasizes
that people in organizations are important resources
and also large corporate investment. So that HR can
plays a strategic role, he must focus on problems and
long-term HR implications. How changes in labor
population and lack of manpower work will affect the
company and what methods will used to get around
this problem of deficiency, is an illustration of the
strategic role of HR. The importance of this role has
been a matter of warm discussion, and discussion
focus on HR management for more make a big
contribution to the company.
Peran Strategis SDM
Peran organisasi SDM telah tumbuh dan lebih strategis
disebabkan penggunaan orang dalam sebuah
organisasi dapat menyediakan keunggulan kompetitif,
baik domestic maupun internasional. Peran strategis
SDM menekankan bahwa orang-orang di organisasi
adalah sumber daya yang penting dan juga investasi
perusahaan yang besar. Supaya SDM dapat
memainkan peran yang strategis, dia harus fokus pada
masalah-masalah dan implikasi SDM jangka panjang.
Bagaimana perubahan kependudukan tenaga kerja dan
kekurangan tenaga kerjaakan memmpengaruhi
perusahaan dan cara apa yang akan digunakan untuk
menyiasati masalah kekurangan ini, adalah sebuah
ilustrasi peran strategis SDM. Pentingnya peran ini
telah menjadi bahan diskusi yang hangat, dan diskusi
itu menitikberatkan pada manajemen SDM untuk
lebih memberikan kontribusi yang besar pada
perusahaan