Pengertian Komitmen Organisasi

.
Menurut Kreitner dan Kinicki (2003) berpendapat bahwa komitmen
organisasi adalah fungsi dan kontribusi karyawan untuk menjalankan tujuan
perusahaan agar dapat tercapai sesuai dengan yang ditargetkan. Dalam
meningkatkan komitmen karyawan perusahaan harus berusaha memenuhi
hak-hak dari karyawan supaya karyawan mempunyai loyalitas dan komitmen
yang tinggi terhadap perusahaan. Keterikatan dan keterlibatan dapat
digunakan sebagai acuan untuk melihat seberapa besar komitmen karyawan
terhadap perusahaan. Menurut (Allen dan Meyer, 1990) mendefinisikan
komitmen organisasional sebagai keistimewaan hubungan antara karyawan
dengan perusahaannya dan memiliki keterlibatan kepada keputusan karyawan
untuk meneruskan sebagai karyawan dalam perusahaan. Menurut Tobing
(2009) mendefinisikan komitmen organisasional sebagai tingkat keterlibatan
karyawan terhadap perusahaan yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk
menjaga keberlangsungan suatu perusahaan.
Menurut (Allen dan Meyer, 1990) terdapat tiga dimensi dalam
komitmen organisasional, yaitu:
1. Komitmen Afektif
Komitmen afektif berhubungan dengan sikap anggota terhadap
perusahaan, pengenalan dengan perusahaan dan partisipasi individu
dengan kegiatan perusahaan. Individu dengan komitmen afektif yang
tinggi akan memiliki keinginan untuk menjadi anggota dalam perusahaan
dalam waktu tertentu atau dengan kata lain perasaan suka individu pada
perusahaan yang menunjukan keinginan karyawan untuk tetap tinggal
pada perusahaan.
2. Komitmen Berkelanjutan
Komitmen berkelanjutan berhubungan dengan kesadaran dari
karyawan perusahaan bahwa jika keluar dari perusahaan, maka akan
mengalami kerugian. Karyawan perusahaan yang memiliki komitmen
berkelanjutan yang tinggi akan terus menjadi bagian dalam perusahaan
karena mereka mempunyai keinginan untuk menjadi karyawan pada
perusahaan tersebut.
3. Komitmen Normatif
Komitmen normatif menjelaskan tentang keterlibatan karyawan
untuk tetap berada dalam perushaan. Karyawan perusahaan yang memiliki
komitmen normatif tinggi akan tetap menjadi karyawan dalam perusahaan
karena merasa dirinya berada dalam perusahaan tersebut. Selain itu
karyawan yang tetap berada dalam perusahaan diwajibkan untuk
bertanggung jawab kepada perusahaan yang dilandasi atas pertimbangan
norma, nilai dan kemampuan karyawan.
Menurut Steers (1985) mengemukakan ada beberapa faktor yang
mempengaruhi komitmen organisasional, antara lain:
1. Faktor organisasi, faktor yang akan membentuk atau memunculkan
tanggung jawab.
2. Faktor personal, faktor yang akan membentuk komitmen awal.
3. Faktor non organisasional, faktor yang bukan berasal dari dalam
organisasi, contoh ada tidaknya alternatif pekerjaan yang lain.
Komitmen karyawan yang tinggi maupun rendah akan berdampak pada
karyawan itu sendiri, misalnya terhadap perkembangan karir karyawan di
perusahaan, selanjutnya akan berdampak pada perusahaan, karyawan yang
memiliki komitmen tinggi pada perusahaan akan menimbulkan kinerja
perusahaan tinggi, loyalitas karyawan