Integritas laporan keuangan adalah laporan keuangan yang
menampilkan kondisi suatu perusahaan yang sebenarnya, tanpa ada
yang ditutup–tutupi atau disembunyikan (Tia Astria, 2011 dalam
Verya, 2017). Jadi, apabila seorang auditor mengaudit laporan
keuangan yang tidak berintegritas (tidak mencerminkan kondisi
perusahaan yang sebenarnya) maka, peluang seorang auditor untuk
dituntut akan semakin besar. Karena apabila laporan keuangan yang
tidak berintegritas itu ternyata laporan keuangan yang overstate akan
sangat merugikan bagi pengguna laporan keuangan tersebut
(Pancawati, 2010). Integritas sebagai prinsip moral yang tidak memihak
dan jujur, seseorang yang berintegritas tinggi memandang fakta seperti
apa adanya dan mengemukakan fakta tersebut seperti apa adanya
(Mulyadi dalam Verya, 2017).
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses
akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi
antara manajemen dengan pihak luar perusahaan tentang data keuangan
atau aktivitas perusahaan tersebut selama periode tertentu. Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI, 2002) dalam PSAK NO.1 mengemukakan
bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi
tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas yang bermanfaat bagi
sebagian besar kalangan pengguna dalam rangka membuat keputusankeputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban
manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan
kepadanya (Wenny dan Monica (2013).
Laporan keuangan yang baik adalah laporan keuangan yang
berintegritas. Menurut (Hardinigsih) integritas laporan keuangan
adalah laporan keuangan yang menampilkan kondisi suatu perusahaan
yang sebenarnya, tanpa ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan.
Jadi, apabila seorang auditor mengaudit laporan keuangan yang tidak
berintegritas (tidak mencerminkan kondisi perusahaan yang
sebenarnya) maka, peluang seorang auditor untuk dituntut akan
semakin besar. Karena apabila laporan keuangan yang tidak
berintegritas itu ternyata laporan keuangan yang overstate akan sangat
merugikan bagi pengguna laporan keuangan tersebut. Laporan
keuangan dikatakan berintegritas apabila laporan keuangan tersebut
memenuhi kualitas reliability dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berterima umum (Hardiningsih dalam Anggi Rizkita dan Leny Suzan,
2015).
