Ukuran perusahaan menunjukan seberapa besar kecilnya sebuah
perusahaan. Pengukuran besar kecilnya perusahaan dilihat berdasarkan
total asset atau harta yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan yang
memiliki total asset yang besar cenderung akan bisa mempertahankan
kualitas laporan keuangan sehingga bisa memperpendek audit delay
(keterlambatan audit). Hal ini disebabkan perusahaan besar memiliki
sistem pengendalian internal yang baik sehingga tingkat resiko kesalahan
dalam penyajian laporan keuangan perusahaan bisa berkurang, sehingga
seorang auditor lebih mudah dalam melakukan proses pengauditan
(Ardianti, 2013).
Menurut (Darmawan & Widhiyani, 2017) bahwa perusahaan
berskala besar mempunyai manajemen yang tinggi, hal ini cenderung
diberikan insentif untuk mempercepat penerbitan laporan keuangan
auditan. perusahaan berskala besar juga dimonitor secara ketat oleh
investor, pengawas permodalan dan pemerintah sehingga tekanan
eksternal yang dihadapi perusahaan lebih tinggi untuk mengumumkan
laporan keuangan auditan lebih awal.
Menurut (Apriliani, 2015) perusahaan berskala besar tentunya
lebih berkonsisten untuk tepat waktu dibandingkan perusahaan kecil
dalam menginformasikan laporan keuangannya. Pengaruh ini ditujukan
bahwa semakin besar nilai assets atau kekayaan yang dimiliki perusahaan
maka semakin pendek audit delay (keterlambatan audit).
