Tingkat Leverage

Leverage mengukur kemapuan suatu perusahaan untuk memenuhi
kewajiban, baik kewajiban jangka panjang maupun kewajiban jangka pendek,
atau kenaikan bila mengalami likuidasi. Semakin besar leverage perusahaan,
semakin besar pula kemungkinan transfer kemakmuran kepada pemegang saham
dan manajer (Meek et al, 1995 dalam Yularto dan Chariri, 2003). Oleh karena itu
semua
perusahaan yang memiliki leverage yang tinggi mempunyai kewajiban lebih
untuk memenuhi kebutuhan informasi krediturjangka panjang. Pernyataan serupa
juga dinyatakan oleh Na’im dan Rakhman (2000) bahwa perusahaan dengan
resiko hutang atas modal yang tinggi akan mengungkapkan lebih banyak
informasi dala laporan keuangan daripada perusahaan dengan rasio hutang yang
lebih rendah.
Tingkat leverage yang tinggi juga dapat menimbulkan keraguan bagi para
investor maupun calon investor dengan kemampuan perusahaan dalam
mempertahankan kelangsungan bisnis perusahaan tersebut, karena sebagian besar
dana yang diperoleh perusahaan pastinya akan digunakan untuk membiayai
kewajiban sehingga dana untuk beroperasi akan semakin berkurang. Dengan
demikian perusahaan akan cenderung memberikan informasi yang lebih mengenai
mengapa kondisi kewajiban mereka berada pada angka tersebut kepada publik
sehingga diharapkan investor cukup jelas mengetahui kondisi kewajiban
perusahaan