Stakeholder theory lebih mempertimbangkan posisi para stakeholder yang
dianggap memiliki power sebagai bagian dari masyarakat dan dapat
mengendalikan atau memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pemakaian
sumber-sumber ekonomi yang digunakan perusahaan. Dalam pandangan
stakeholder theory, perusahaan memiliki stakeholder, bukan sekedar shareholder
(Riahi-Belkaoui, 2003). Stakeholder theory juga menunjukkan bahwa pihak-pihak
yang memiliki kepentingan dengan perusahaan dapat mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh tujuan, tindakan organisasi dan kebijakan perusahaan itu sendiri
diantaranya membatasi pemakaian pemakaian sumber ekonomi (modal dan tenaga
kerja), kemampuan untuk mengatur perusahaan, atau kemampuan untuk
mempengaruhi konsumsi barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan. Dalam hal
ini, perusahaan membutuhkan kemampuan dan keterampilan dalam mengelola
perbedaan kepentingan tersebut karena perusahaan bukanlah entitas yang hanya
beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan manfaat bagi
stakeholdemya, sehingga perusahaan dapat menjaga eksistensi pada lingkungan
bisnisnya.
Dalam konteks ini para stakeholder mencangkup pemegang saham,
karyawan, pelanggan, pemasok, kreditor, pemerintah, dan masyarakat. Dari
pendapat diatas, stakeholder theory menjelaskan bahwa para pemangku
kepentingan (stakeholder) tidak hanya mencangkup pemegang saham, karyawan,
direksi, pemerintah, tetapi juga anggota masyarakat secara keseluruhan. Sehingga
dampak harapan dari kelompok stakeholder yang berbeda menjadi bahan
pertimbangkan atas kebijakan pengungkapan informasi mengenai aktivitas
perusahaan. Pengungkapan informasi mengenai aktivitas perusahaan merupakan
suatu tanggungjawab dari manajemen untuk mengelola kebutuhan informasi yang
dibutuhkan oleh berbagai kelompok stakeholder. Oleh karena itu, manajemen
diharapkan untuk melakukan aktivitas yang dianggap penting bagi para
stakeholder dan melaporkan aktivitas-aktivitas tersebut melalui pengungkapan
informasi untuk mengelola stakeholder yang kuat agar mendapatkan dukungan
dari stakeholder dimana dukungan ini berpengaruh terhadap kelangsungan hidup
perusahaan.
