Pengetahuan dalam akuntansi dan keuangan memberikan dasar yang baik bagi
anggota komite audit untuk memeriksa dan menganalisis informasi keuangan.
Latar belakang pendidikan menjadi ciri penting untuk memastikan komite audit
melaksanakan peran mereka secara efektif. Anggota komite audit yang menguasai
keuangan akan lebih profesional dan cepat beradaptasi terhadap perubahan dan
inovasi (Hambrick dan Mason, 1984 dalam Rahmat et al., 2008).
Fraud manajemen dan penyimpangan pengawasan internal juga akan
menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan.
Beberapa pelacakan fraud tertentu tergantung pada pengalaman dan kompetensi
yang dimiliki oleh komite audit. Menurut Dezoort et al. (2002) dalam (Putra,
2010) menyatakan bahwa kompetensi komite audit akan meningkatkan sebuah
salah saji material yang ditemukan akan dikomunikasikan dan dikoreksi
secepatnya.
Komite audit dengan anggota yang memiliki kompetensi di bidang
akuntansi dan keuangan diharapkan akan menjadi lebih efektif. Keberadaan
personal yang memenuhi syarat sebagai anggota komite audit diharapkan dapat
mengadopsi standar akuntabilitas dan tingkat prestasi yang tinggi, dapat
menyediakan bantuan dalam peran mengontrol dan pengawasan, dan berusaha
keras untuk citra dan kinerja perusahaan yang lebih baik sehingga komite audit
dengan kompetensi yang baik dapat mengurangi jumlah perusahaan yang
mengalami kesulitan keuangan. Hal ini sejalan dengan penelitian McMullen dan
Raghunandan (1996) dalam (Hudayati, 2000) yang membuktikan bahwa komite
audit dengan kompetensi yang baik dapat mengurangi jumlah perusahaan yang
mengalami kesulitan keuangan. B
