Analisis Z-score Altman

Berbagai metode analisis dikembangkan untuk memprediksi awal kebangkrutan
perusahaan. Salah satu rumusan matematis untuk memprediksi kebangkrutan
dengan tingkat kepastian yang cukup akurat dengan presentase keakuratan 95%
dan termasuk dalam penelitian yang paling popular karena sering digunakan oleh
banyak peneliti dalam melakukan penelitian serupa yaitu penelitian untuk
memprediksi kebangkrutan perusahaan yang telah dikembangkan oleh seorang
professor bisnis dari New York University AS Edward I, Altman, pada tahun
1968. Analisis yang dikembangkan oleh Altman dalam memprediksi
kebangkrutan adalah Multiple Discriminant Analysis yang disebut dengan analisis
Z-score.
Analisis Z-score merupakan score yang ditentukan dari hitungan standar
yang akan menunjukkan tingkat kemungkinan kebangkrutan perusahaan. Formula
Z-score untuk memprediksi kebangkrutan dari Altman merupakan sebuah
multivariate formula yang digunakan untuk mengukur kesehatan financial dari
sebuah perusahaan. Altman menemukan lima jenis rasio keuangan yang dapat
dikombinasikan untuk melihat perbedaan antara perusahaan yang bangkrut dan
yang tidak bangkrut. Altman Z-score ditentukan dengan menggunakan rumus
sebagai berikut (Hanafi dan Halim, 2009;272).
Z-score = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5
Dimana :
X1 = Modal Kerja/Total Aset (Working Capital to Total Asset)
X2 = Laba Ditahan/Total Aset (Retained Earnings to Total Asset)
X3 = Pendapatan Sebelum Dikurangi Biaya Pajak dan Bunga/Total Aset (Earning
Before Interest and Taxes (EBIT) to Total Asset)
X4 = Harga Pasar Saham Dibursa/Nilai Total Utang (Market Value of Equity to
Book Value of Total Liabilities)
X5 = Penjualan/Total Aset (Sales to Total Asset)
Titik cut-off yang dilaporkan Altman adalah sebagai berikut :
Dengan Nilai Dengan Nilai
Pasar Buku
Safe area (Z>) 2,99 2,90
Distress area (Z<) 1,81 1,20
Grey area 1,81-2,99 1,0-2,90
Sumber : Hanafi dan Halim (2009;273)
Uraian masing-masing variabel tersebut adalah sebagai berikut :
a. Modal kerja terhadap total aset (working capital to total asset)
Digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas yang dinyatakan dalam persen
(%).
b. Laba ditahan terhadap total asset (retained earnings to total asset)
Digunakan untuk mengukur profitabilitas kumulatif yang dinyatakan dalam
persen (%).
c. Pendapatan sebelum dikurangi biaya pajak dan bunga terhadap total aset
(earning before interest and taxes (ebit) to total asset)
Digunakan untuk mengukur produktivitas yang sebenernya yang dinyatakan
dalam persen (%).
d. Harga pasar saham dibursa terhadap nilai total utang (market value of equity to
book value of total liabilities)
Digunakan untuk mengukur seberapa banyak aktiva perusahaan dapat turun
nilainya sebelum jumlah hutang lebih besar daripada aktivanya dan perusahaan
menjadi pailit yang dinyatakan dalam persen (%).
e. Penjualan terhadap total aset (sales to total asset)
Digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam menghadapi
kondisi persaingan yang dinyatakan dalam kali (x).