Metode ini yang ditemukan oleh Altman dengan menggunakan multiple
discriminant analysis yaitu mengidentifikasi rasio-rasio keuangan menghasilkan
dalam memprediksi perusahaan yang memiliki potensi bangkrut maupun tidak
(Tristanti & Hendrawan, 2020)Indikator yang digunakan untuk mengetahui prediksi
krisis keuangan dipaparkan oleh Edward Altman yang biasa dikenal perhitungan
AltmanZ-Score.Rumus Z-score menggunakan komponen laporan keuangan sebagai
alat predik terhadap kemungkinan ada atau tidaknya kebangkrutan pada perusahaan.
Metode ini mengalami beberapa perubahan hingga menghasilkan persamaan
atau rumus baru yang telah disesuaikan dengan kondisi saat ini dan dapat digunakan
perusahaan swasta (Kusumaningrum, 2021)
Dalam penelitian (Ramadhani & Lukviarman, 2009) memaparkan bahwa
seiring perkembangan jaman dan penyesuaian terhadap bermacam bidang
perusahaan, Altman memodifiasi supaya dapat digunakan pada perusahaan bidang
non manufaktur. Dengan begitu penelitian ini menggunakan metode Altman Zscore yang sudah dimodifikasi dengan rumus :
Z = 6,56 x A + 3,26 x B + 6,72 x C + 1,05 x D
Keterangan :
A = Aset lancar – Hutang lancar / total asset
B = Laba ditahan / total asset
C = Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) / total asset
D = Ekuitas pemegang saham / total liabilitas.
Metode Altman Z-score memiliki modifikasi dari tahun ke tahun. Penelitian
kali ini menggunakan rumus yang sudah dimodifikasi dan menggunakan 4 variabel
(X1 – X4). Metode memiliki akurasi sebesar 94% dan dalam hasil perhitungan
memiliki indikator atau kriteria yang dapat menunjukkan bahwa perusahaan
tersebut mengalami kebangkrutan atau tidak. Apabila perhitungan menunjukkan
hasil lebih dari 2,6 maka perusahaan berada di zona hijau atau dapat dikategorikan
tidak mengalami kebangkrutan. Namun, jika hasil perhitungan kurang dari 2,6 dapat
dikatakan keuangan perusahaan berada di posisi zona abu-abu yang memiliki arti
kondisi tidak jelas (ambigu) karena statusnya tidak diketahui apakah berada di
posisi bangkrut atau tidak. Perlu ada tindakan dan penanganan secara tepat tepat
supaya tidak mengalami hal yang begitu parah. Yang terakhir ialah jika hasil
perhitungan Z-score kurang dari 1,1 bahkan sampai minus maka perusahaan benarbenar mengalami kebangkrutan atau berada di zona merah. Perlu usaha ekstra para
manajer untuk mencari cara supaya bisa keluar dari zona merah tersebut. Apabila
kondisi ini tidak bisa tertolong, maka perusahaan akan menyatakan pailit. (Tristanti
et all, 2020)
